Dinas Kesehatan Solo Karantina 7.507 Obat Mengandung Etilen Glikol, Ada Thermorex Sirop dan Unibebi Cough Sirop

oleh
Obat
Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo karantina 7.507 obat yang mengandung etilen glikol, Senin (24/10/2022) | Foto dok DKK Solo

SOLO, MettaNEWS – Tim inspeksi mendadak (sidak) Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo berhasil mengkarantina obat sirop yang melebihi ambang batas cemaran etylen glikol dengan total hasil 735 Thermorex Sirop dan 6772 Unibebi Cough Sirop pada Senin (24/10/2022).

Sidak ini merupakan tindaklanjut imbauan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) obat-obatan sirop yang harus ditarik dari peredaran karena mengandung etilen glikol yang disinyalir menjadi penyebab kasus gagal ginjal akut atipilkal.

Kepala Dinkes Kota Solo, Siti Wahyuningsih dalam konferensi persnya di Balai Kota mengatakan sidak ini dilakukan ke belasan toko obat, apotek dan klinik di Kota Solo sejak Kamis (20/10/2022).

“Kami perlu membuat langkah-langkah sebagai tindaklanjut instruksi Kemenkes. Namun kami tidak menyita obat-obatan, hanya meninjau penyimpanan obat yang nantinya akan ditarik oleh distributor dari peredaran,” terang Siti, Senin (24/10/2022).

Pihaknya menegaskan untuk sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) seperri PBF, apotek, klinik, toko obat, puskesmas maupun rumah sakit harus mengkarantina obat sesuai prosedur. Yakni diamankan, disegel, tidak didisplay dan menunggu penarikan distributor.

Di mana dari 5 obat sirop yang dilarang Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yakni Termorex Sirop, Flurin DMP Sirop, Unibebi Cough Sirop, Unibebi Demam Sirop dan Unibebi Demam Drops tersebut hanya dua jenis yang ada di faskes Solo.

“Kami menemukan dua jenis di Solo, Termorex Sirop dan Unibebi Cough Sirop. Sedangkan Flurin Sirop, Unibebi Demam, dan Unibebi Demam Drops nihil. BPOM telah menguji 133 obat dan ada 102 yang dikonsumsi penderita gagal ginjal ini, beberapa ternyata aman,” ujar Ningsih.

Kepala DKK Solo sejak Kamis pekan lalu pihaknya mengkarantina 17.272 kemasan obat sirop. Dengan dua di antara jenis obat tersebut merupakan Termorex Sirop sebanyak 327 di apotek dan 1.034 PBF. Sedangkan untuk Unibebi Cough Sirop sebanyak 951 di apotek dan 14.960 di PBF.

”Obat ini kemudian kami karantina. Sejauh ini apotek sendiri sudah tidak memajang obat-obatan ini di etalase. Tapi mereka masih menyimpannya. Makanya kami segel supaya bisa ditarik oleh pabriknya,” ucapnya.

Hingga saat ini kasus gangguan gagal ginjal akut progresif atipikal belum ditemukan di Kota Solo. Hanya ada satu kasus yang diterima RSUD dr Moewardi Solo namun kemudian dirujuk ke RS dr Sardjito Yogyakarta.

“Ya itu sudah ramai sudah dirujuk di Sardjito Yogyakarta sudah tertangani. Jadi kalau yang Solo sejauh ini tetap belum ada penemuan kasus atau laporan gangguan gagal ginjal,” pungkasnya.