BNN Surakarta Gelar Pelatihan Lifeskill Bagi Warga Kawasan Rawan Narkoba Mojosongo

oleh
oleh
BNN Surakarta menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Lifeskill bagi warga Kelurahan Mojosongo, Jebres—wilayah yang tergolong sebagai zona merah penyalahgunaan narkoba | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mencegah penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Bertempat di Gedung Workshop Kejuruan Pariwisata Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Surakarta, BNN menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Lifeskill bagi warga Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres—wilayah yang tergolong sebagai zona merah penyalahgunaan narkoba.

Pelatihan yang digelar sebagai bagian dari strategi soft power approach program P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) ini diikuti oleh 20 peserta, terdiri dari mantan penyalahguna narkoba dan warga kawasan rawan yang belum memiliki keterampilan kerja.

Mengusung tema pelatihan pembuatan minuman kopi dengan alat seduh manual, program ini dirancang untuk memberikan bekal keterampilan wirausaha yang aplikatif dan sesuai dengan tren industri kopi saat ini. Peserta mendapat pelatihan langsung dari Rela Rasta Adytyana, instruktur barista dari BPVP Surakarta.

Kepala BNN Kota Surakarta, Kompol I Gede Nakti Widhiarta, S.I.K, dalam sambutannya saat menutup acara mengatakan bahwa program ini menjadi bentuk nyata pemberdayaan masyarakat agar lebih produktif, mandiri, dan terbebas dari jerat narkoba.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap warga kawasan rawan seperti Mojosongo bisa memiliki keterampilan yang langsung bisa diterapkan, baik untuk membuka usaha sendiri maupun bekerja di sektor kuliner dan kopi yang terus berkembang,” ujar Nakti.

Ia juga menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah preventif yang berdampak jangka panjang. Bukan hanya menghindarkan peserta dari penyalahgunaan narkoba, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di lingkungan mereka.

Pesan motivatif pun disampaikan kepada peserta agar terus mengasah keterampilan, tidak cepat puas, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. “Teruslah berlatih dan kembangkan potensi diri. Jadilah bagian dari perubahan positif di masyarakat,” pesan Nakti.

Sebagai bentuk dukungan lanjutan, masing-masing peserta juga menerima bantuan 1 paket alat manual brew yang dapat digunakan untuk memulai usaha secara mandiri di bidang minuman kopi.

Pihak BPVP Surakarta yang menjadi tuan rumah pelatihan juga menyatakan siap mendukung program-program sinergis yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi masyarakat rentan dan kawasan rawan narkoba.

Dengan pelatihan ini, BNN Kota Surakarta berharap terciptanya lingkungan yang lebih sehat, berdaya, dan terbebas dari narkoba dapat benar-benar terwujud—dimulai dari penguatan kapasitas individu dan peluang ekonomi yang nyata.