SOLO, MettaNEWS – Kodim 0735 Surakarta gelar pelaksanaan vaksin tahap tiga atau booster di Gedung Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), Minggu (27/02). Bersama Klinik Pratama Kartika 01 Surakarta dan relawan Universitas Aisyiyiah Surakarta, vaksinasi tersebut diikuti sebanyak 318 peserta.
Pihak penyelenggara Kodim 0735 Surakarta, Letkol Infantri Devy Kristiono mengungapkan vaksinasi ini merupakan bentuk kerjasama dengan Dinas Kesehatan Tentara (DKT), Pemerintah Kota Surakarta dan PMS. Sasaran vaksinasi yaitu masyarakat yang sudah vaksin kedua. Hal ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden dalam rangka penanganan Covid melalui serbuan vaksin booster untuk menjaga imunitas masyarakat dimasa pandemi.
Selain itu, pelaksanaan vaksinasi ini merupakan dukungan TNI terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi. Sehingga masyarakat tidak lagi takut beraktivitas dimasa pandemi. Vaksinasi dilaksanakan secara bertahap pada masyarakat.
“Semoga dengan seiring berjalannya waktu nanti yang sudah masuk tiga sampai enam bulan vaksin bisa datang ke gerai vaksin. Untuk saat ini kita turun mendekat ke masyarakat. Kalau biasanya hanya di fasilitas kesehatan saat ini kita turun ke sektor agar bisa memudahkan masyarakat. Agar masyarakat bisa vaksin ditempat yang jauh dari tempat tinggal,” ungkap Letkol Infantri Devy Kristiono saat ditemui di PMS, Minggu (27/02/2022).
Selain di PMS, pihaknya menyebut sasaran vaksinasi berikutnya yaitu Mall Solo Paragon dengan sasaran masyarakat Banjarsari dan Pasar Harjodakseno di Serengan. Sasaran vaksinasi pasar ini meliputi para pedagang, juru parkir dan pengunjung.
Sesuai kebijakan pemerintah, pihaknya menyebut vaksinasi sudah dapat dilakukan kepada masyarakat usia produktif yakni usia 18 hingga 60 tahun. Ia menjelaskan masih perlu melakukan edukasi kepada masyarakat yang belum mengetahui pentingnya vaksin booster.
“Masyarakat yang belum tahu atau mungkin takut perlu kita edukasi. Tidak hanya itu kita juga perlu mengedukasi masyarakat yang sudah merasa cukup dengan vaksin tahap kedua. Karena ini kan kebutuhan vaksin untuk diri mereka masing-masing. Supaya kekebalan tubuhnya terbentuk ketika nanti varian Covid-19 bermutasi,” pungkasnya.
Sementara itu, pelaksanaan vaksinasi tersebut ditinjau langsung oleh Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa. Ditengah-tengah tinjauannya, Teguh mengungkapkan percepatan vaksinasi terus dilakukan sejak awal Februari lalu. Sasaran vaksinasi kali ini berfokus pada masyarakat yang berada di sekitar PMS. Sasaran tersebut yaitu tiga pasar depan Stasiun Jebres, Pasar Tanggul di Gandekan dan masyarakat lingkungan PMS.
“Vaksinasi booster ini terus dikejar di bulan ini. Karena bulan depan belum tentu kita dapet lagi,” ucap Teguh Prakosa saat ditemui di Gedung PMS, Minggu (27/02/2022).
Teguh menghimbau kepada seluruh masyarakat baik yang berdomisili Solo maupun diluar domisili segera mengikuti vaksinasi tahap booster. Teguh mengungkapkan ada beberapa masyarakat Solo yang masih enggan untuk mengikuti vaksinasi. Ia berharap dengan adanya vaksinasi booster ini akan menaikkan imun masyarakat. Sehingga ketahanan yang dimiliki masyarakat untuk melawan virus Covid-19 akan lebih aman.
Dari hasil peninjauan pelaksanaan vaksinasi di Kota Solo, Teguh mengungkapkan baru mencapai sekitar 30% dari total masyarakat Solo. Dari hasil peninjauan tersebut, antusiasme masyarakat Solo masih dirasa kurang.
“Kita sudah mendekatkan diri kepada masyarakat. Seperti kemarin di Pasar Klewer yang masyarakatnya ribuan tapi ternyata yang dateng kesana baru lima ratusan. Padahal sasarannya ada sekitar tiga ribu. Ini sasarannya belum sampai, baru dua ribu. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah mereka sudah vaksin semua atau hanya enggan saja. Hal ini lah yang harus kita evaluasi,” terang Teguh Prakosa.
Teguh menjelaskan evaluasi pelaksanaan vaksinasi terus dilakukan agar gerakan pemerintah dan TNI Polri untuk segera memberikan vaksinasi booster di Kota Solo dapat tercapai sesuai target. Ia menyebut vaksinasi tidak hanya digelar di fasilitas umum saja, melainkan fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit juga menyediakan vaksinasi booster setiap hari.
“Apabila masyarakat membutuhkan bisa langsung datang ke fasilitas kesehatan yang ada. Sewaktu waktu kalau masyarakat membutuhkan maka silahkan datang ke fasilitas kesehatan baik di rumah sakit maupun puskesmas dengan hanya menunjukkan KTP. Baik itu masyarakat Solo maupun lingkungan Soloraya akan kita fasilitasi semuanya,” tuturnya.
Teguh menjelaskan vaksinasi booster tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Solo, melainkan masyarakat yang kesehariannya beraktivitas di Solo dapat mengikuti vaksinasi booster tersebut. Vaksinasi booster ini telah dilakukan secara masif oleh puskesmas dan TNI Polri melalui pelaksanaan vaksin di ruang publik yang merupakan tempat berkumpulnya masyarakat. Jika target vaksinasi tidak tercapai maka untuk memaksimalkan pelaksanaan vaksin booster masyarakat Solo, Teguh mengungkapkan akan melaksanakan vaksinasi ke desa sebagai cara terakhir yang akan diambil.
Teguh mengungkapkan tidak ada target waktu selesai vaksinasi booster di Kota Solo. Hal ini perlu dilakukan jika banyak masyarakat yang belum melakukan vaksin. Sehingga kesadaran masyarakat akan terus dibangun. Berdasarkan data yang dilaporkan pihak kesehatan dan surat edaran Wali Kota Solo tentang Covid-19 yang diperpanjang hingga maret mendatang, pihaknya akan melakukan evaluasi pelaksanaan vaksinasi pada Selasa mendatang.
“Sambil menunggu ada surat edaran berikutnya, evaluasi nanti juga akan membahas jumlah masyarakat Solo yang sudah vaksin booster. Kurangnya berapa dan titik yang paling besar di kelurahan mana nanti dirumuskan,” ucap Teguh.
Teguh mengungkapkan kondisi Covid-19 di Kota Solo masih tinggi. Ia menyebut angka pasien harian yang terkonfirmasi positif masih diatas 250 dengan angka kesembuhan diatas 150. Ia berharap pada pertengahan Maret sebelum puasa, puncak Covid akan berhenti. Teguh berpesan agar masyarakat dapat sadar bahwa pandemi Covid-19 belum usai sehingga bagi yang belum mengikuti vaksinasi segera datang ke tempat yang disediakan.
Sementara itu, PMS mendukung secara penuh dalam penyediaan tempat vaksinasi. Wakil Ketua Umum PMS, Sumartono Hadinoto menyebut hingga kini PMS selalu mendukung pelaksanaan vaksinasi di Kota Solo sejak vaksin tahap pertama.
“Kami mendukung sepenuhnya pelaksanaan vaksinasi. Baik itu yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Solo, TNI Polri atau siapa pun yang mengadakan vaksinasi, kita ajak bermitra,” ungkap Sumartono saat dikonfirmasi seusai acara, Minggu (27/02/2022).
Selain itu, Sumartono menyebut peran PMS dalam mendukung vaksinasi di Kota Solo seperti bermitra dengan Pelayanan Kesehatan Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM) dan Rotary Solo dalam pelaksanaan 20 ribu vaksinasi di Solo Paragon Mall. Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan vaksinasi booster ini untuk mencegah terpaparnya virus Covid-19.
Pelaksanaan vaksinasi booster ini terus dilakukan untuk mencegah hal yang tidak diingakan seperti adanya mutasi virus kembali. Pelaksaanan vaksinasi yang belum maksimal diharapkan akan meningkat seiring dilakukannya sosialisasi ke masyarakat.







