SOLO, MettaNEWS – Ada yang berbeda dari perayaan Hari Batik Nasional tahun ini di Kota Solo. Pasalnya Republik Aeng Aeng, Kagama Beksan Solo dan Gema Stovia Nusantara menggelar sebuah acara yang terbilang unik.
Yakni menari bersama dan pemeriksaan kesehatan buruh gendong di depan pintu masuk Pasar Gede, serta kampanye penggunaan batik.
Peringatan Hari Batik Nasional di Pasar Gede Solo ini pun mendapat banyak respon positif di kalangan masyarakat. Berkolaborasi dengan berbagai komunitas dan organisasi, acara ini mengusung tagline “Mana Batikmu? Ini Batikku, Mana Aksimu? Ini Aksiku”.
Acara ini telah menggerakkan banyak audiens untuk turut serta menjaga kelestarian batik yang telah ditetapkan oleh UNESCO. Berbagai elemen masyarakat seperti tukang becak, buruh gendong, bakul dan para pengunjung Pasar Gede pun cukup antusisias untuk bersama sama merayakan Hari Batik Nasional.
Acara ini juga dimeriahkan dengan pembagian batik kepada para tukang becak yang berada di sekitar kawasan Pasar Gede.
Perayaan Hari Batik ini tidak eventual belaka. Lebih dari itu acara ini diharapkan mampu mendongkrak UMKM serta menggemakan produk batik lokal di Kota Solo.
Kolaborasi ini diisi oleh berbagai komunitas maupun organisasi di antaranya SMK Marsudirini, Tor- tor Batak, IIDI Solo, Koalisi Jalan Nordik Indonesia (KJNI) Solo dan Smaga80. (Magang UIN Solo/Hari Achmad).








