JAKARTA, MettaNEWS – Saat perayaan Hari Ulang Tahun ke-77 Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/8/2022) kemarin, publik dapat menyaksikan sejumlah pesawat tempur TNI AU terbang di langit Jakarta dengan formasi membentuk angka 77.
Formasi terbang itu juga dapat disaksikan melalui layar media, selain kamera dari darat dan kamera di kokpit pesawat, juga tayangan dari arah atas. Sehingga, banyak yang mempertanyakan bagaimana TNI AU merekam gambar tersebut.
Puspen TNI AU, dalam akun Twitter @_TNIAU pada Kamis (18/8) memaparkan, ada sebuah misi bernama Camar Flight yang bertugas mengumpulkan dan merekam data penerbangan Garuda Flight dan Nusantara Flight.
Garuda Flight adalah formasi 14 pesawat tempur F 16, sedangkan Nusantara Flight terdiri dari sejumlah helikopter yang membawa bendera Merah Putih raksasa.
Jauh di atas kedua formasi itu, terbang Camar Flight yang berupa pesawat Boeing 737-200 yang berpangkalan di Skuadron Udara 5 Wing 5 Lanud Sultan Hasanudin, Makasar, dengan kemampuan penginderaan jarak jauh. Kode AI yang mendahului nomor ekor menunjukkan pesawat itu bertugas Angkut/Intai.

Diterbangkan oleh Mayor Pnb Lucky Candra Yudistira, tugas Camar juga mengumpulkan sejumlah data untuk penyempurnaan taktik dan teknik kegiatan flypass yang dilaksanakan Garuda dan Nusantara Flight.
Pesawat ini tergolong tua, dibeli pada era Menhankam/Pangab Jenderal TNI M Jusuf (1978-1983). Namun teknologi penginderaan jarak jauhnya sudah diperbarui saat Marsekal Hadi Tjahjanto menjabat Kepala Staf Angkatan Udara.
“Kemampuannya sudah jauh lebih baik. Ibaratnya kalau kita mengawasi laut, semua kapal akan kita ketahui identitas dan informasi lain yang kita butuhkan. Juga kita integrasikan dengan drone, sehingga mampu mengawasi objek yang jauh lebih luas,” papar Hadi beberapa waktu lalu.









