Australia Amankan Posisi Ketiga di IFCPF Asia Oceania Cup 2025 Lewat Drama Adu Penalti

oleh
IFCPF Asia Oceania Cup 2025
Tim sepak bola cerebral palsy Australia kunci juara 3 IFCPF Asia Oceania Cup 2025 | Dok. NPCI

SOLO, MettaNEWS – Tim sepak bola cerebral palsy Australia merebut posisi ketiga pada ajang IFCPF Asia Oceania Cup 2025, usai mengalahkan Thailand lewat drama adu penalti dengan skor 3-1 (2-2) di Stadion Sriwedari Solo, Sabtu (22/11/25) sore.

Laga ini berlangsung dramatis karena Australia seperti tim yang akan menang mudah pada awal pertandingan. Australia mencetak gol pertama menit ke-15 lewat sundulan Connor Bunce dan menggandakan keunggulan lewat gol bunuh diri bek Thailand, Chaiphon Thammawichai pada menit ke-17.

Namun secara mengejutkan, gawang Australia justru kebobolan menit ke-30 atau jelang berakhirnya babak pertama. Thailand mencetak gol lewat pemain nomor punggung 13, Narongchai Thaohong.

Kebangkitan Thailand pada akhirnya membuahkan hasil menit ke-48. Attan Tahe sukses memanfaatkan bola liar di depan gawang Australia untuk membuat keadaan menjadi berimbang 2-2.

Skor imbang ini pada akhirnya membuat laga tak sekadar dilanjutkan ke babak tambahan waktu selama dua kali sepuluh menit, namun berlanjut ke adu tendangan penalti. Setiap tim memiliki kesempatan menembak tiga kali.

Dalam adu tos-tosan ini, Australia berhasil menyelesaikan tugasnya dengan maksimal lewat sepakan Connor Bunce, Augustine Murphy dan Taj Lynch. Sementara satu penendang Thailand, Chaiphon Thammawichai, gagal menjalankan tugasnya setelah sepakan ke pojok kanan hanya membentur tiang gawang.

Pelatih tim sepak bola cerebral palsy Australia, Kai Lammert puas dengan cara pemainnya memenangkan pertandingan ini. Para pemain menunjukkan semangat untuk terus memburu kemenangan.

“Kami memiliki awal yang bagus. Kami bisa unggul dua gol dalam waktu yang sangat cepat. Tetapi, sayangnya kami kebobolan dua gol. Namun pada akhirnya kami pantas memenangkan pertandingan lewat adu tendangan penalti,” kata Kai Lammert usai pertandingan.

Kai Lammert mengakui bahwa target awal timnya ke Indonesia adalah menembus babak final dan memenangkan turnamen. Namun pada akhirnya Australia mendapatkan banyak pelajaran penting sepanjang pekan ini di Kota Solo.

“Kami telah melakukan pekerjaan yang hebat dan kami merupakan tim yang sangat muda, mereka masih bisa berkembang. Sekarang saya cukup senang memenangkan medali perunggu ini, maksud saya, jelas kami ingin berada di final, Anda ingin menang tetapi kami telah belajar banyak dalam pekan ini dan saya yakin kami akan terus melakukan hal-hal yang lebih besar dan lebih besar di tahun-tahun mendatang,” papar Kai Lammert.

Sementara itu, kapten tim Australia, Taj Lynch, mengapresiasi cara timnya bangkit lagi setelah Thailand bisa menyamakan kedudukan. Ia pun mencoba untuk bersyukur atas raihan peringkat ketiga di IFCPF Asia Oceania Cup 2025.

“Thailand menekan kami sepanjang pertandingan. Kami bangkit lebih awal dan berpikir kami bermain sangat baik, tetapi Thailand adalah tim yang sangat kuat dan mereka berjuang, menekan kami sampai ke adu penalti dan pada akhirnya kami menang dengan kerja keras,” jelas Taj Lynch.

“Kami mengalami saat-saat yang menggembirakan dan kami mendapatkan beberapa hal positif. Jelas, ini bukan hasil yang kami inginkan, tetapi begitu kami tahu kami akan bermain untuk medali perunggu, kami memastikan untuk menyelesaikannya dengan hebat,” lanjutnya.

Sementara itu, kapten tim sepak bola cerebral palsy Thailand, Phonpipat Nampaksa, mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya turnamen ini dengan bagus di Indonesia.

“Kami belajar banyak dari turnamen ini dan akan memperbaikinya di waktu-waktu yang akan datang. Kami akan kembali dengan lebih kuat lagi,” ucap Phonpipat.

Selain perebutan tempat ketiga, IFCPF Asia Oceania Cup 2025 juga turut mempertandingkan perebutan tempat kelima. Jepang tampil sebagai yang terbaik berkat kemenangan atas Korea Selatan dengan skor 3-0 dan menang atas Malaysia dengan skor 10-0.

Peringkat keenam menjadi milik Korea Selatan berkat kemenangan atas Malaysia dengan skor 1-0. Malaysia pun harus puas mengakhiri kompetisi ini dengan berada di posisi tujuh.