SOLO, MettaNEWS – Istri Ganjar Pranowo Siti Atikoh Supriyanti kampanye menyapa 10 ribu kader perempuan di Benteng Vastenburg, Solo, Minggu (17/12/2023) sore.
Kehadiran Atikoh pun memeriahkan para kader yang telah menunggunya sejak pukul 15.00 WIB.
Langsung dari Semarang, Atikoh tiba di lokasi pukul 16.20 WIB. Ia langsung menuju panggung utama melewati ribuan kader yang antusias bertemu istri calon presiden nomor urut 3 ini.
“Ibu, salam buat Pak Ganjar ya bu. Menang bu orang baik pasti menang,” teriak warga sambil menyalami Atikoh.
Ikut mendampingi pada kampanye ini yakni Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto dan Ketua DPC PDI Perjuangan Surakarta FX Hadi Rudyatmo. Sejumlah relawan perempuan pendukung Ganjar-Mahfud. Mereka membelah massa yang berebut menyapa Atikoh.
Dalam sambutannya, Atikoh membahas Kongres Perempuan Pertama yang berlangsung pada 1928. Atikoh menegaskan, perempuan memberikan kontribusi nyata pada kemerdekaan Indonesia.
“Ini kan menjelang hari ibu, jadi kita harus merefleksi juga perjuangan perempuan. Ketika tahun 1928 di Kongres Perempuan yang pertama,” ujarnya.
Di tahun 1928 saja, kata Atikoh, perempuan telah memikirkan bagaimana bisa berkontribusi untuk kemerdekaan bangsa dan negara. Bagaimana mereka bisa berperan aktif dalam pembangunan. Serta bagaimana perempuan bisa memperjuangkan pendidikan bagi para perempuan yang lain.
“Ini masih sangat relevan kalau kita tarik ke tahun 2023 dan 2024. Jadi kita sebagai perempuan semuanya itu juga memiliki keterpanggilan agar bisa aktif untuk memberikan kontribusi positif baik bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” jelasnya.
Atikoh menegaskan, pertemuan 10 ribu kader perempuan ini adalah nafas atau filosofi dari perjuangan perempuan-perempuan terdahulu. Atikoh mengatakan, suara perempuan penting bagi pemenangan Ganjar-Mahfud.
“Selain itu perempuan militan. Mereka perlu edukasi juga bagaimana dia bisa berpartisipasi secara aktif dalam sisi politik,” tegasnya.
Sebagai informasi, Atikoh kembali memulai safari politiknya. Dimulai dari Semarang dan Solo Jawa Tengah, Atikoh kemudian bergerak menuju Jawa Timur. Ia direncanakan berkegiatan di Madiun, Ponorogo dan sekitarnya.







