Anies Ingin Kembalikan Kepercayaan Publik ke Institusi Negara: Institusi Bukan untuk Kepentingan Keluarga

oleh
Anies
Bakal calon presiden (!Bacapres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan berbicara mengenai perubahan di hadapan seribuan relawan yang hadir di orasi kebangsaan pada Sabtu (4/11/2023) di Edutorium UMS | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Bakal calon presiden Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan berbicara mengenai perubahan di hadapan seribuan relawan yang hadir di orasi kebangsaan pada Sabtu (4/11/2023) di Edutorium UMS.

Perubahan yang dimaksud Anies salah satunya mengenai mengembalikan kepercayaan kepada institusi-institusi negara. Menurutnya, institusi negara bekerja untuk publik.

“Salah satu aspek yang ingin kita kembalikan bicara tentang perubahan adalah mengembalikan kepercayaan publik kepada institusi-institusi negara yang ada di Indonesia ini. Sehingga institusi negara itu bekerja untuk kepentingan publik,” kata Anies.

Mantan Gubernur DKI Jakarta, mengatakan bahwa Institusi negara bukan untuk kepentingan kelompok, partai hingga keluarga.

“Bukan untuk kepentingan sekelompok orang, bukan kepentingan satu dua partai apalagi kepentingan keluarganya sendiri,
ini yang harus dikembalikan,” ungkapnya disambut riuh relawan.

“Dan kalau kita bisa mengembalikan itu semua maka kepercayaan publik akan bisa dikembalikan di republik ini,” imbuh Anies.

Anies kembali menyampaikan, pilar dari demokrasi adalah kepercayaan. Dan non demokrasi itu pilarnya rasa takut.

“Karena itu saya sampaikan demokrasi pilarnya adalah kepercayaan, kalau non demokrasi pilarnya rasa takut. Merasa takut dan rasa takut ini yang tidak boleh dibiarkan tumbuh berkembang,” ucapnya.

Anies menilai, Indonesia sempat mengalami rasa takut selama 30 tahun. Ketakutan tersebut kian sirna ketika sebuah rezim tumbang.

“Tidak ada rezim pakai rasa takut, yang bisa bertahan lama. Begitu rasa takut hilang, rezim bertumbangan, jadi kalau ada yang menebarkan rasa takut jangan biarkan rasa takut berkembang, hadapi karena itulah kelemahan yang paling utamanya,” tukasnya.