SOLO, MettaNEWS – Dunia musik Indonesia kembali diramaikan dengan peluncuran album kolaborasi bertajuk “Tribute to Didi Kempot”. Album ini menjadi bentuk penghormatan tertinggi sekaligus upaya menjaga warisan karya-karya emas almarhum Didi Kempot agar tetap hidup dan dinikmati lintas generasi, khususnya bagi para Sobat Ambyar.
Album “Tribute to Didi Kempot” resmi diluncurkan pada Senin (12/1/2026) di KFC Slamet Riyadi, Surakarta, kota yang memiliki nilai historis dalam perjalanan karier Sang Maestro.
Peluncuran ini dihadiri sejumlah penyanyi lintas generasi yang terlibat dalam album, di antaranya Sasya Arkhisna, Masdddho, Arya Galih, Putri Kristya, Saka Kempot, dan Yan Vellia.
Menariknya, album ini hadir secara eksklusif dalam format CDigital, sebuah inovasi peralihan dari CD fisik ke media digital yang hanya bisa diperoleh melalui pembelian paket makanan di KFC Indonesia. Melalui format ini, penggemar mendapatkan kartu fisik dengan kode unik untuk mengakses dan mengunduh seluruh lagu secara digital melalui aplikasi KFC Jagonya Musik.
Perwakilan GMI Records, Dandi, menjelaskan bahwa CDigital merupakan bentuk adaptasi industri musik terhadap perkembangan zaman.
“KFC digital ini bentuk peralihan dari CD fisik menjadi media digital. Sehingga karya-karya anak bangsa bisa dinikmati lebih modern, praktis, dan bisa diakses di mana pun,” ungkap Dandi.
Ia menambahkan, penguatan platform musik digital menjadi salah satu tujuan utama kolaborasi ini.
“Nama aplikasinya KFC Jagonya Musik. Kami ingin menguatkan platform musik digital menjadi media untuk karya-karya anak bangsa, mendukung artis tanah air secara nyata dan berkelanjutan,” katanya.
Dandi menegaskan bahwa album tribute ini secara khusus dipersembahkan sebagai penghormatan tertinggi bagi Didi Kempot.
“Album Tribute to Didi Kempot ini secara khusus adalah penghormatan tertinggi kami dan upaya menjaga musik beliau agar tetap hidup dan tetap bisa dinikmati lintas generasi. Agar karya emas beliau tetap relevan, kami gandeng generasi muda untuk menyanyikannya,” jelasnya.
Kolaborasi dengan KFC Indonesia dipilih karena jangkauannya yang luas hingga ke seluruh daerah.
“Kami berkolaborasi dengan KFC Indonesia yang sudah menjangkau seluruh kabupaten. Album ini akan menjadi ruang nostalgia kita terhadap karya-karya Didi Kempot. Meski dengan aransemen musik yang berbeda, tapi tetap menjaga jiwa dari masing-masing lagu,” imbuh Dandi.
Album ini menghadirkan 10 lagu legendaris Didi Kempot yang dibawakan ulang oleh penyanyi lintas generasi, yaitu:
Kalung Emas – Silvy Kumalasari, Cidro – Arya Galih, Pamer Bojo – Yan Vellia, Stasiun Balapan – Ndarboy Genk, Cucak Rowo – Ajeng Febria, Terminal Tirtonadi – Sasya Arkhisna, Suket Teki – Saka Kempot, Tatu – Farel Prayoga, Banyu Langit – Masdddho, Layang Kangen – Putri Kristya.
Salah satu penyanyi yang terlibat, Masdddho, mengungkapkan kekuatan lagu-lagu Didi Kempot yang menurutnya tetap relevan hingga saat ini.
“Lagu-lagu Didi Kempot itu punya kekuatan cerita dan emosi yang sampai sekarang masih relevan,” ujarnya, seraya berharap seluruh proses produksi album hingga video klip dapat berjalan lancar.
Sementara itu, Yan Vellia, istri almarhum Didi Kempot yang juga turut terlibat sebagai penyanyi, menilai album tribute ini sebagai bentuk perawatan terhadap warisan musik sang maestro.
“Harapannya karena lagu-lagu Mas Didi itu jumlahnya sekitar 300. Mudah-mudahan bisa diperdengarkan semuanya. Dengan garapan musik yang keren dan biar bisa diminati semua kalangan,” kata Yan Vellia.
Dukungan juga datang dari Saka Kempot, putra Didi Kempot, yang menilai format CDigital sebagai inovasi positif bagi kemajuan budaya Indonesia.
“Ini inovasi yang baik untuk memajukan budaya Indonesia agar lebih dikenal luas, bahkan hingga KFC internasional. Saya bangga karena karya bapak bisa dikenal lintas generasi. Kami ingin yang terbaik untuk karya-karya bapak, semoga semua masyarakat bisa mudah mengakses dan menikmati lagu-lagu ini,” beber Saka.
Album “Tribute to Didi Kempot” telah dipasarkan di seluruh gerai KFC Indonesia sejak 1 Desember 2025. Dalam kurun waktu satu bulan, penjualannya telah mencapai sekitar 70 ribu keping, menandakan antusiasme tinggi dari masyarakat.
Album ini diharapkan menjadi ruang bagi penikmat musik untuk kembali meresapi kedalaman lirik berbahasa Jawa, memastikan setiap bait patah hati khas Didi Kempot tetap abadi dan terus bergema di hati lintas generasi.







