SOLO, MettaNEWS – Warga RT 4 RW 5 Kelurahan Gilingan Banjarsari Solo, Agung (33) menceritakan alasannya beralih profesi menjadi juru parkir di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.
Ditemui saat pembagian paket sembako dari Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka pada Rabu (26/4/2023) malam, Agung mengatakan ia terpaksa menjadi juru parkir sebab usaha bengkel bubutnya tutup selama proyek Viaduk Gilingan berlangsung.
Terlebih ia merasa ganti rugi yang dari PT Kallista tidaklah sebanding dengan kerugian yang ia rasakan selama ini.
“Ganti rugi cuma Rp 600.000 dari PT Calista selama 3 bulan, sebulan cuma Rp 200.000 sehari nggak sampai Rp 10.000 padahal omzet sebelum proyek ini untuk warga yang usaha lumayan,” beber Agung.
Agung menyebut ia telah meminta izin ke PT Kallista untuk memanfaatkan lahan proyek Viaduk Gilingan sisi barat untuk parkir selama libur Lebaran.
Tak Ada Pendapatan Selama Proyek Viaduk Gilingan Berlangsung
Kini setelah Gibran datang menyidak proyek, dan mensterilkan lokasi. Agung dan para juru parkir terancam tak dapat lagi bekerja sebagai juru parkir. Agung kemudian meminta solusi terbaik dari Gibran.
“Kita sudah izin selama nggak ada proyek mereka kasih izin buat parkir. Mas Wali tadi cuma taruh mobil. Harapan warga dicarikan solusi nafkah,” ujarnya.
Terlebih hanya sebagian kecil warga Gilingan yang dipekerjakan PT Kallista dalam proyek tersebut.
“Soalnya hanya sebagaian kecil yang dipekerjakan PT dari warga itupun bagian kecil nggak sebanding dengan penghasilan proyek ini Jumat Sabtu Minggu kan banyak yang timur nggak nampung makanya melebar ke barat,” tandasnya.
Terpisah, Wahyudi Ketua RT 4 Gilingan, Banjarsari Solo menuturkan warga telah mengantongi izin untuk membuka kantong parkir selama proyek Viaduk Gilingan libur Lebaran.
“Selama libur monggo untuk akses pejalan. Dari Sabtu ini kan mulai takbir sudah penuh pas salat Id tadi juga pakir mobil motor. Sini kan terdampak ini hari libur nggak ada masalah nggak ada alat berat hari ini saja,” ujar dia.
Ia pun kaget setelah Gibran datang ke lokasi proyek tersebut. Terlebih Gibran juga meninggalkan mobilnya. Padahal menurutnya warga hanya memanfaatkan momen beberapa hari saja untuk menyambung hidup.
“Nggak ada akses selama proyek tutup total. Jadi mumpung berkah proyek libur ini satu hari sebelum Lebaran proyek tutup. Kita koordinasi dengan penjaga proyek nggak apa-apa saya kaget ini mas Wali mobilnya ada tapi orangnya sudah nggak ada,” tukas dia.








