SOLO, MettaNEWS – Siswa sekolah dasar di Solo mengikuti aksi pungut sampah dan cap tangan massal Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Taman Jayawijaya, Mojosongo, Selasa (21/2/2023).
Sebanyak 104 siswa kelas 2, 3 dan 4 mengikuti kegiatan ini sejak pagi. Mereka dengan semangat memungut sampah yang ada di sekitaran taman secara bergotong royong. Satu persatu kantong sampah pun akhirnya terkumpul dalam waktu kurang dari 30 menit. Selanjutnya mereka melakukan kegiatan cap tangan massal dengan cat warna warni.
“Anak-anak mengumpulkan sampah di Taman Jayawijaya sebagai peringatan Hari Sampah Nasional tahun 2023. Bersama dengan mengekspresikan anak dalam membuat cap finger. Memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini dan kegiatan peringatan sampah ini sebagai sarana peduli lingkungan dari anak-anak sesuai visi misi SD Negeri Mojosongo,” ujar Kepala sekolah SDN Mojosongo 6 Solo, Rima Harti Dyah Astuti kepada MettaNEWS, Selasa (21/2/2023).
Rima mengatakan kegiatan ini sesuai dengan visi misi sekolah tentang peduli lingkungan. Pihaknya berharap lewat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional siswa sekolah dapat menginspirasi masyarakat sekitar akan kepekaan terhadap kebersihan lingkungan.
“Harapan kami semoga bisa menginspirasi masyarakat sekitar Taman Jayawijaya ini untuk membuat lingkungan tetap bersih dari sampah. Tentunya kami mendukung peringatan ini karena memang sesuai visi sekolah. Untuk membentuk karakter anak mulai dari diri sendiri keluarga sekolah kami wujud nyatakan dengan kegiatan lingkungan sekitar,” tukasnya.
Komunikota Visual Ajak Anak-anak Peringati Hari Peduli Sampah Nasional

Aksi pungut sampah dan cap tangan massal Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional ini inisiasi dari komunitas Komunikota Visual. Mereka sengaja mengajak siswa sekolah untuk menanamkan sikap peduli lingkungan utamanya sampah sejak dini.
CO Founder Komunikota Visual, Basnindar Herry Prilosadoso mengatakan momentum ini sangat pas untuk bisa mengajak anak-anak peka terhadap lingkungan sekitar.
“Hari ini bertepatan dengan hari atau peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap tanggal 21 Februari. Kita dari founder Komunikota Visual menginisiasi mengajak kerjasama dari pihak SDN Mojosongo 6 berkreasi aktif,” kata Basnindar.
Kegiatan peringatan dimulai dengan mengumpulkan sampah dilanjut aksi cap tangan sebagai bukti dukungan dan edukasi kepada para siswa yang ikut.
“Tujuannya agar mereka peduli sampah minimal di lingkungan sekitarnya. Ada aksi cap tangan sekaligus menuangkan ekspresi belajar di luar kelas setelah itu anak-anak dikasih trashbag memunguti sampah yang ada di lokasi Taman Jayawijaya Mojosongo,” jelasnya.
Kegiatan yang ia inisiasi mendapat sambutan baik dari SDN Mojosongo 6 Solo dari tahun ke tahun. Sehingga ia berharap kegiatan ini bisa menjadi acara tahunan. Kehadiran Komunikota Visual ia harapkan bisa membantu meuwujudkan sekolah merdeka yang kini jadi kurikulum pendidikan. Ia berharap dapat mengajak anak-anak belajar luar sekolah.
“Pertama, kami ingin mengedukasi menanamkan tentang sampah sejak dini itu. Kedua, ini kan eranya sekolah Merdeka jadi bisa belajar lewat manapun juga kepada siapapun. Momen itu kita jadikan untuk belajar edukasi peduli sampah tapi luar sekolah,” kata dia.
Ia melihat para siswa sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Pihaknya menyakini kegiatan positif semacam ini dapat bermanfaat pada masa mendatang.
“Anak-anak selama mengikuti kegiatan ya awalnya susah kami atur tapi tetap antusias dan senang sekali. Bisa ketemu teman luar sekolah dan kelas jadi mereka antusias sekali. Harapan dengan kegiatan ini ke depan anak-anak paling tidak mempunyai momen sejarah dalam pengalaman hidupnya. Semoga ke depan mereka tetap punya kepedulian terhadap sampah untuk kebaikan bumi,” tukasnya.








