SOLO, MettaNEWS – Menggerakan ekosistem digital di Kota Solo, Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) menggelar Gigacity Summit di Solo Technopark, Kamis (21/12/2023).
Ketua Umum Mastel Sarwoto Atmosutarno mengatakan population dunia tahun 2025 sudah memasuki 5G coverage.
Sarwoto mengungkapkan, Masyarakat telematika sudah berdiri sejak 20 tahun lalu. Hingga saat ini anggota Mastel sudah ada 30 asosiasi aktif.
“Kita memberi masukan kepada regulator dan kepada industri. Supaya industri kita itu sehat dan suistanable. Jadi ini harus kita kawal terus, agar ini bermanfaat untuk bangsa dan negara kita” jelas Sarwoto.
Sarwoto menekankan program digitalisasi yang dikerjakan di Solo Technopark ini bisa dicopy untuk kota kota lain di Indonesia.
“Dunia ingin 80% population dunia tahun 2025 itu sudah 5G coverage. Itu kita tinggal 2 tahun lagi,” terangnya.
<span;>Inspektur Jendral Kementerian Komunikasi dan Informatika Arief Tri Hardiyanto mengungkapkan, Indonesia memiliki visi Indonesia Digital 2045.
“Giga city ini merupakan visi jangka panjang 20 tahun ke depan menuju 100 tahun Indonesia Merdeka. Dengan harapan membawa Indonesia keluar dari middle income trap jadi negara dengan ekonomi maju tahun 2045,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Proyek Bisnis Mastel TV Jorius Sumampouw mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya akselerasi gigacity di Kota Solo.
Jorius menekankan akselerasi 5G dalam Gigacity ini merupakan perwujudan komitmen penuh dari berbagai pihak di Indonesia baik pemerintah maupun operator.
“Agar 5G segera merata di Indonesia, pembangunan itu sedang kita akselerasi. Teknologi 5G, kita kenal di 4G, bahkan masih ada 2G, berangsur-angsur akan kita selesaikan. Pemerintah dan operator sepakat bahwa kebutuhan 5G dapat segera terealisasikan,” pungkasnya.







