Akhir Tahun, Harga Minyak Goreng, Telur dan Cabai Meroket 

oleh
oleh
Pasar Legi Solo
Harga minyak goreng, telur, cabai sret naik tajam | Foto : Metta NEWS - Puspita

SOLO, Metta NEWS – Harga beberapa bahan pokok terutama telur, cabai dan minyak goreng mengalami kenaikan jelang tahun baru 2022. Terpantau di Pasar Legi Solo, Senin (27/12) harga telur dari Rp 26.000 jadi Rp 29.000, minyak goreng dari Rp 18.000 jadi Rp 18.500 sedangkan untuk harga cabai sret dari Rp 75.000 jadi Rp 80.000 per kg.

Salah satu pedagang di Pasar Legi Solo, Maryani mengungkapkan kondisi naiknya harga beberapa sembako ini biasa terjadi karena stok yang menipis jelang tutup tahun. 

“Ini biasanya menjelang tahun baru, stok-stok sudah mulai menipis mau ada tutup tahun kan. Terus ada permintaan meningkat untuk natal dan tahun baru. Awal Desember sudah naik ya, paling banyak telur sama minyak. Minyak kenaikannya bertahap, kemarin kan cuma Rp 17.000 naik sedikit sedikit sekarang jadi Rp 18.500 per kilo,” ungkap Maryani. 

Menurut Kabid Pengembangan Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Surakarta Wulan Tendra Dewayani, mengatakan, harga telur memang mengalami peningkatan. Hal ini dipengaruhi oleh kebutuhan yang semakin meningkat saat natal dan menjelang tahun baru. 

“Untuk telur sampai hari ini tertinggi di harga Rp. 32.000 per kilo, dari harga normal sebelumnya sekitar Rp 24.000. Kalau dilihat waktu Natal dan Tahun Baru itu banyak yang membuat masakan memakai telur, terus PKH mulai dikucurkan lagi jadi daya beli masyarakat membaik, pasokannya sedikit maka harga naik,” tutur Wulan. 

Sedangkan untuk minyak, lanjut Wulan harga minyak naik karena pada beberapa bulan sebelumnya sudah mengalami kenaikan CPO Crude Palm Oil, bahan baku/bahan mentah minyak.

“Minyak goreng kenaikannya memang luar biasa. dari harga sebelumnya 14 ribu per liter menjadi 20 ribu per liter untuk minyak kemasan. Kalau untuk minyak bukan karena momen Nataru tapi karena harga CPO juga belum turun-turun. Kebijakan sudah dari pusat, daerah hanya mengendalikan saja,” papar Wulan. 

Menyikapi kenaikan harga minyak yang lumayan signifikan tersebut. Wulan menyampaikan bahwa akan ada operasi pasar khususnya minyak goreng, yang akan diadakan oleh disperindag provinsi.

“Untuk Solo akan kita adakan operasi pasar hari Rabu – Kamis di setiap Kecamatan dengan harga Rp 14 ribu jadi memang lumayan banyak selisihnya di pasaran. Itu yang kemasan bukan curah,” ujarnya. 

Wulan mengungkapkan, pihaknya mengajukan permohonan per kecamatan 1000 liter, untuk 5 kecamatan sehingga total akan ada 5000 liter minyak goreng yang disediakan pada operasi pasar nanti. 

Sasaran operasi pasar tersebut nantinya adalah warga miskin. Dimana per KK akan mendapatkan jatah maksimal membeli 2 liter. Pembagiannya bertempat di tiap-tiap kantor kecamatan.

“Kalau untuk cabai karena ini musim hujan, jadi sudah merupakan peristiwa tahunan. Ketika panen ternyata curah hujannya meningkat di bulan Desember. Akhirnya banyak yang busuk, terus semacam gagal panen, maka pasokannya sangat sedikit,” katanya.

Selain 3 bahan pokok tersebut, beberapa bahan pokok lainnya mengalami kenaikan tetapi tidak begitu signifikan. Beras Rp 9.600 jadi Rp 9.800, Gula dari Rp 12.000 jadi Rp 12.500, Tepung dari Rp 7000 naik menjadi Rp 8.000,-. 

No More Posts Available.

No more pages to load.