SOLO, MettaNEWS – Dalam rangka mangayubagyo tingalan wiyosan 1 tahun jumeneng dalem atau 1 tahun naik tahta penguasa Pura Mangkunegaran, KGPAA Mangkunegara X (MN X). Pura Mangkunegaran akan menggelar acara pesta rakyat pada Sabtu dan Minggu, 25-26 Februari 2023.
Dalam pesta rakyat ini terdapat pembagian ribuan kuliner gratis seperti cabuk rambak, jamu, nasi liwet dan lenjongan. Acara ini terbuka unyuk umum dan gratis tanpa memungut biaya apapun.

Pengukuhan KGPAA MN X
Sebagai informasi Pura Mangkunegaran, resmi mengumumkan Gusti Pangeran Hario Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo sebagai Mangkunegara X meneruskan almarhum ayahnya, KGPAA Mangkunegara IX. Bhre, kemudian menjalani sebuah prosesi jumenengan pada Sabtu Pahing, 12 Maret 2022.
Pengukuhan KGPAA MN X kemudian berlangsung pada pukul 10.00 WIB. Acara mapak (penjemputan) GPH Bhre yang berada di kursi pingitan untuk menuju Pendapi Ageng mengawali pengukuhan ini.
Pemapakan berlanjut dengan Pusaka Kanjeng Kyai Angen dan Kanjeng Kyai Wangkingan ke pendapi Ageng. Setelahnya, acara berlanjut ke pembacaan piagam pengukuhan KGPAA Mangkunegara X oleh ibundanya, Prameswari Gusti Kanjeng Putri Mangkunegara IX.
Nampak GPH Bhre mengenakan bawahan berupa kain batik bermotif parang dengan atasan beskap hitam saat pengukuhan yang berlangsung. Para tamu undangan berdiri pada saat MN X mengenakan pusaka yang telah siap. Pemasangan pusaka tersebut bersamaan dengan pengucapan sumpah sebagai Mangkunegara X.
Sumpah ini berisi melaksanakan tri darma Mangkunegaran, setia kepada Pancasila, menerapkan filosofi Mangkunegaran I Hanebu Sauyun. Filosofi tersebut m memiliki makna yaitu berkumpul dalam satu rumpun tebu yang berarti kerabat Mangkunegaran yang menetap dan berusaha serta berkarya.
Acara berlanjut dengan sabda dalem atau pernytaan pertama Mangkunegara X. Pernytaan dalam upacara tetsebut yakni menjadi Pura Mangkunegaran harus bisa menjadi jembatan kebudayaan dengan masyarakat. Serta mengajak Mangkunegaran dan masyarakat untuk melestarikan kebudayaan.
Serangkaian acara sakral lainnya yakni penampilan tarian Bedhaya Anglir Ketawang yang ditarikan oleh 5 penari wanita dengan durasi 50 menit









