Airlangga Salip Prabowo, Pengamat: Golkar Disangga Tokoh Lokal

oleh
oleh
Airlangga Hartarto | dok Partai Golkar

SALATIGA, MettaNEWS – Lembaga survei independen Timur Barat Research Center (TBRC) merilis hasil jajak pendapat yang mereka lakukan. Jika Pemilu digelar saat ini, Partai Golkar akan menjadi pemenang. Sedangkan figur dari Partai Golkar, Airlangga Hartarto bakal menyalip Prabowo Subianto dari Partai Gerindra.

Direktur Eksekutif TBRC, Yohanes Romeo dalam siaran pers Selasa (22/3/2022) petang menyebut, hasil pengolahan data, kecenderungan masyarakat pada pilihan partai politik jika pemilu digelar saat penelitian ini dengan pertanyaan pada daftar kuisioner pada responden, hasilnya Partai Golkar meraih persentase tertinggi  dengan perolehan suara 17,4 %.

Selanjutnya disusul oleh Gerindra (14,9 %), PDI Perjuangan  (14,7 %), Partai Keadilan Sejahtera atau PKS (6,6 %), Partai Demokrat (6,3 %),  Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB (4,8%), NasDem (4,4%).

Kemudian  Perindo (2,2 %) PPP (2,1%), PAN (2,1%),  Partai PRIMA  (1,8 %), Garuda (1,3%),Gelora (1,2%), PBB (1,2%) ,PSI (1,1%) , Partai Hanura (1,0%),Berkarya (0.6%),PKPI (0,4%),UMMAT (0,3%), Tidak mengisi Jawaban (15,7%)

Menurut Yohanes Romeo, pemahaman masyarakat terkait Capres yang harus diusung atau dicalonkan oleh parpol peserta Pemilu 2019, maka  79,2 % masyarakat sangat tahu dan paham bahwa Capres harus diusung Parpol dan sebanyak 20,8 persen tidak dan paham bahwa seseorang Capres harus diusung oleh partai.

“Karena hanya partai yang bisa mengajukan  calon presiden, sangat logis bila ketua umum partai jadi prioritas pertama untuk menjadi calon  presiden,” ungkap Yohanes.

Pilihan masyrakat  terhadap ketua atau elite partai dengan mengunakan pertanyaan pada kertas kuisioner dengan pertanyan jika pemilihan Presiden  Berdasarkan hasil pengolahan data nama ketum parpol yang memiliki kursi di DPR RI, maka Ketua Umum Partai Golkar paling banyak dipilih yaitu dipilih sebanyak 29,8%, kemudian Ketum Gerindra Prabowo Subianto dipilih sebanyak 22,8%. Secara mengejutkan, urutan ketiga ternyata disi oleh Megawati Soekarnoputri dengan 10,1 persen, artinya Megawati masih memiliki pemilih yang sangat militan dan loyal.

Kemudian Agus Harimurti Yudhoyono 4,6%  ,Muhaimin Iskandar 4,4% , Ahmad Syaikhu 2,4% , Surya Paloh 2,1% , Suharso Monoarfa 1,9% , Zulkifli Hasan 1,2% dan tidak menjawab 20,7%

Dengan pertanyaan tokoh mana yang akan dipilih jika Pilpres digelar hari ini dengan pertanyaan spontan nama Airlangga Hartarto paling banyak disebut atau diplih oleh 13,7 % respoden, disusul Prabowo dipilih 13,6 % respoden , Ganjar Pranowo 7,8% , Puan Maharani 5,1 %, Dudung Abdurachman 3,6 % , Andika Perkasa 3,3% ,Gatot Nurmantyo 3,2% responden.

Selanjutnya Sri Mulyani 2,4% ,  Muldoko 2,6% responden , Khofifah Indarparawansa 2,3 %,Agus Harimurti Yudhoyono 2,2 % responden, Muhaimin Iskandar 2,1 %, Ridwan kamil 1,8%, Anies Baswedan 3,6%,Sandiaga Uno 2,1%,dan Erick Thohir 0,8% dan Respoden  tidak memberikan jawaban sebanyak  31,8%

Menurut Yohanes, dengan  pertanyaan tertutup mengunakan kuisioner dengan simulasi nama nama tokoh disodorkan pada respoden maka hasilnya ,l Airlangga Hartarto mendapatkan dukungan terbanyak 20,2% di urutan kedua Prabowo Subianto mendapat dukungan terbanyak 14,6%,  disusul Ganjar Prabowo 9,8%, Andika Perkasa 6,40% , Dudung Abdurachman 6,2%  , Muldoko 4,5% , Puan Maharani 4,1% .

Sementara itu Anies Baswedan  3,6%, Gatot Nurmantyo 2,2% , Agus Harimurti Yudhoyono 2,2% , Khofifah Indarparawansa 2,1% , Tito Karnavian 1,8% , Ridwan Kamil 1,8% , Muhaimin Iskandar 1,3%  Sandiaga Uno 1,3%, Erick Thohir 0,6% ,Zulkipli Hasan 0,4 %  dan yang tidak menjawab sebanyak 16,9 %.

Tinggi potensinya  untuk maju sebagai bakal capres yang bisa diusung Bagaimanapun, hanya partai yang bisa mengajukan  calon presiden. Kombinasi antara subjektivitas elite partai dan  dukungan pemilih hanya Airlangga Hartarto dan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri  yang paling  mendekati untuk diusung .

Ketiganya petinggi partai dan mendapat dukungan lebih baik dibanding petinggi partai lainnya. Karena itu kalaupun Ganjar Pranowo atau Andika Perkasa  dan Dudung Abdurachman adalah tokoh yang bukan merupakan elite partai dan  sangat punya pontensi oleh partai di luar PDI Perjuangan , Golkar  dan Gerindra bisa diusung  , tapi kalau tidak dicalonkan partai maka  potensi itu menjadi tidak akan terealisasi

Sementara tingginya tingkat keterpilihan Airlangga Hartarto selain adanya korelasi antara posisinya sebagai Menko Perekonomian yang punya tanggung jawab besar dalam memulihkan kesejahteraan masyarakat akibat dampak covid-19, menurut hasil penelitian ini tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi–Ma’ruf khususnya berkaitan perekonomian masyarakat menunjukan indikator tingkat Kepuasan publik yang sangat tinggi hingga  81,2%.

Partai Golkar pada Rakernas dan Rapimnas Partai Golkar tahun lalu telah resmi  menunjuk Ketua Umum Airlangga Hartanto untuk maju menjadi calon presiden 2024. Tentunya mesin partai Golkar dan sayap sayap partai sudah mulai bekerja sesuai amanat hasil Rakernas dan Rapimnas Partai Golkar tahun lalu.

Walau dinamika yang terjadi ditubuh internal PDI Perjuangan nama Ganjar Pranowo sudah banyak mendapat dukungan untuk diusung oleh PDI Perjuangan,  namun dari analisis berita dan sikap elite partai menunjukan bahwa  sementara ini Ganjar belum atau tidak akan dicalonkan oleh  PDI Perjuangan.

“Dan justru PDI Perjuangan kemungkinan akan berkoalisi dengan Partai Gerindra untuk mengusung Prabowo-Puan,”kata Yohanes Romeo.

Metode penelitian adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang memiliki hak pilih atau sudah berumur 17 tahun  di 428 kabupaten/kota di  34 Provinsi dengan sampel sebanyak 2.200 Warga Negara Indonesia yang  memiliki hak pilih saat dilakukan penelitian ,pengambilan sample mengunakan metode multistage random sampling ,survei mengunakan tingkat kepercayaan 95 % dan memiliki margin of error -/+ 2,1 %

Ibarat Sapu Lidi

Partai Golkar berpotensi masuk dua besar dan memenangkan Pemilu 2024 mendatang. Potensi ini dikarenakan Partai Golkar memiliki penyangga suara nasional dari daerah yang sangat kuat.

Prediksi ini disampaikan Direktur iRekap (Institut Riset dan Kajian Publik} Taufik Lamade di Jakarta, Selasa (22/03/2022).

Menurut Taufik Lamade, Partai Golkar mempunyai banyak tokoh kuat di daerah. Para tokoh lokal yang kuat tersebut mempunyai massa masing-masing. Pengikut tokoh kuat di lokal itulah yang kemudian menjadi penyanggah secara nasional.

‘’Ibaratnya, tokoh lokal itu seperti sapu lidi. Kekuatannya di daerah, bukan pusat,’’ tandas alumni pasca sarjana Universitas Indonesia di bidang ilmu politik ini.