49 Tahun Melayani Indonesia, Prodia Hadirkan Inovasi Digital Mudahkan Pelanggan

oleh
oleh
Prodia
Penanggung Jawab Klinik Prodia Solo, dr. Tahono Sp.PK memberikan motivasi pada seluruh staf di 49 tahun Prodia | Metta News / Puspita

SOLO, Metta NEWS – Memasuki usia ke 49 tahun, PT Prodia Widyahusada, Tbk (Prodia) terus memberikan kinerja yang solid dan terus bertumbuh meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Sepak terjangnya selama 49 tahun melayani masyarakat, Prodia menjadi pusat layanan kesehatan terbesar di Indonesia. 

HUT ke 49 tahun Prodia mengusung tema “Embracing Future Healthcare, Going Stronger Through the Pandemic” dengan target gencarkan inovasi untuk penuhi kebutuhan pelanggan terlebih di masa pandemi ini. 

Melihat dinamika perubahan perilaku pelanggan pasca Pandemi Covid-19 serta adopsi masyarakat yang semakin tinggi terhadap perkembangan teknologi di bidang kesehatan, memacu Prodia untuk terus beradaptasi dengan cepat dan melakukan inovasi berkelanjutan dalam mengakselerasi digitalisasi layanan kesehatan bagi pelanggan.

Prodia Mobile

Pada perayaan dan temu media 49 tahun Prodia, Sabtu (7/5) di Laboratorium Klinik Prodia Solo, Branch Manager Prodia Solo, Ida Yosefa menyampaikan di masa pandemi selama dua tahun Prodia bisa melewati pandemi dengan baik dan tetap melayani pelanggan. 

“Dari pandemi ini kami belajar terutama melakukan inovasi terutama di bidang digitalisasi. Masa pandemi ini merubah semuanya. Sekarang ini Prodia menggencarkan sistem digitalisasi sehingga memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan di Prodia. 

Perilaku pelanggan selama pandemi lanjut Ida menjadi salah satu pemantik untuk Prodia mengubah sistem layanannya lebih lengkap dengan menggunakan Prodia Mobile. 

“Selama masa pandemi ini banyak pasien yang trauma untuk pergi ke rumah sakit atau sarana-sarana layanan kesehatan yang ada. Kita sigap untuk menghadapi hal tersebut, disini kita menggencarkan layanan home service yang bisa dipesan juga lewat online,” tuturnya.

Ida menyebut sistem digitalisasi membuat pelanggan bisa mengakses tanpa harus masuk ke laboratorium klinik Prodia lewat aplikasi Prodia Mobile.

“Dengan Prodia Mobile pelanggan bisa pesan pemeriksaan lewat online, juga pemesanan pemeriksaan home service lewat online. Bahkan untuk pengambilan sampel darah pelanggan bisa tetap berada di dalam mobil dan akan ada petugas kesehatan kami yang mengambil sampel darah pasien,” urai Ida.

Prodia terus melakukan inisiatif-inisiatif untuk mendukung pelayanan kepada pelanggan dan hadir sebagai Penyedia Layanan Kesehatan Digital Terbesar (The Largest Digital Healthcare Provider) di Indonesia. 

Ida menyebut, dibandingkan menerapkan solusi pengobatan dengan dosis umum atau one-size-fits-all, personalized medicine memperhitungkan variabilitas tinggi pada faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup untuk menawarkan solusi yang lebih sesuai untuk setiap individu. 

“Hal ini salah satu pendorong Prodia dalam menghadirkan Inovasi Pengujian Laboratorium & Produk. Prodia menyediakan Wellness Package & Genomic Test sebagai bentuk keandalan Prodia dalam pelayanan kepada pelanggan (#JelasDIAndalkan),” ungkap Ida.

Wellness Package yang dihadirkan Prodia bermanfaat untuk mengetahui perkembangan penyakit sebelum menimbulkan gejala dan mencegah komplikasi penyakit. 

“Prodia percaya bahwa edukasi berkesinambungan secara berkala akan semakin mendekatkan Prodia kepada visinya sebagai Centre of Excellence dan menjadi layanan kesehatan terpercaya yang menunjang pengobatan generasi baru,” terang Ida.

Regional Marketing Manager Central Java Region Beppy Hamuaty menyampaikan, pandemi ini mengakselerasi untuk menghadirkan inovasi-inovasi baru.

“Prodia menghadirkan layanan seperti Prodia for Doctor “Digital Diagnostic Partner”, Prodia Mobile, Prodia Home Service, dan Kontak Prodia. Kesemua layanan digital yang dihadirkan Prodia tersebut, adalah untuk memberikan kemudahan bagi para pemangku kepentingan Prodia, masyarakat, serta para dokter,” jelas Beppy. 

Pergeseran dunia kesehatan ke arah personalized medicine, yakni konsep pengobatan berdasarkan klasifikasi tertentu atau ciri khas suatu individu, juga telah mengubah cara pandang dalam melakukan pendekatan terhadap penyakit secara umum. 

Inovasi produk yang dikembangkan sejak tahun 2018 yakni Genomic Test membantu pasien yang aware akan kondisi kesehatannya demi mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. 

“Genomic Test merupakan pemeriksaan berbasis genomik yang bermanfaat sebagai penanda risiko penyakit, penanda prognostik untuk memprediksi perkembangan penyakit, penanda prediktif penentu pengobatan, penanda respon keberhasilan pengobatan dan memberikan informasi status serta kondisi kesehatan individu yang dapat dijadikan panduan menjalankan gaya hidup sehat,” urai Beppy. 

Beppy menambahkan lewat Genomic Test pasien bisa memprediksi suatu penyakit pada genetiknya. Perubahan gaya hidup masyarakat ini, lanjut Beppy sudah cukup baik dengan lebih awareness akan kesehatannya. 

“Jadi bukan hanya diagnosa tetapi sudah jauh lebih ke depan. Artinya apa kalau kita sudah mengetahui resiko penyakit yang secara genetik bisa menyerang, kita bisa melakukan perubahan gaya hidup, bisa melakukan preventif misalnya mengubah pola makan supaya nanti tidak terjadi resiko penyakit tersebut,” ungkap Beppy. 

Pada perayaan 49 tahun Prodia ini juga disampaikan pesan dan motivasi oleh Penanggung Jawab Klinik Prodia Solo, dr. Tahono Sp.PK. 

“Pandemi ini segala aspek terkena goncangan dahsyat. Itu harus kita hadapi dengan segala cara dan kesabaran kita. Perusahaan harus tetap hidup tapi tidak hanya hidup melainkan harus berkembang. Kalau tidak berkembang artinya hanya berdiri di tempat. Tetap melayani masyarakat dengan tulus dan terus berkembang,” pungkasnya.