Penjualan Meningkat, Pasar Klewer Terasa Lebih Hidup di Ramadan 2022

oleh
Pasar Klewer
Pasar Klewer alami peningkatan saat Ramadan 1443 H, Minggu (17/4/2022) | MettaNEWS /Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Pada Ramadan 1443 H ini, banyak pusat perbelanjaan yang sudah mulai aktif kembali setelah di Ramadan sebelumnya mengalami mati suri akibat pandemi. Salah satunya di Pasar Klewer, Solo yang pada Ramadan tahun ini mengalami peningkatan penjualan, Senin (18/4/2022). Terhitung sejak awal Ramadan hingga memasuki pekan ketiga, peningkatan jumlah pengunjung cukup signifikan sehingga menyebabkan penjualan meningkat.

Tafip Harjono, Lurah Pasar Klewer menyebut sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kenaikan penjualan terjadi di masa-masa mendekati lebaran.

“Memang sepeti tahun sebelum-sebelumnya itu. Kalau mendekati bakda itu memang ada peningkatan. Ya cuma peningkatan itu nggak nentu, tidak sepeti yang kita harapkan juga dan kadang belum merata ke seluruh pedagang,” ucap Tafip, Minggu (17/4/2022).

Peningkatan penjualan ini juga merupakan dampak positif dari dilonggarkannya aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan. Sehingga pasar pun daapat mencukupi permintaan masyarakat akan kebutuhan lebaran. Khususnya di Pasar Klewer yang menjadi pusat perbelanjaan bagi warga Solo dan sekitarnya.

“Peningkatan memang  ada karena kan permintaan masyarakat. Apalagi kita tahu memang sekarang kondisi sudah semakin membaik dibandingkan dengan tahun kemarin,” jelas Tafip.

Tafip melihat peningkatan hanya dilihat secara mayoritas atau garis besar pedagang di Pasar Klewer, sehingga dimungkinkan masih terdapat satu atau dua pedagang yang mengalami kondisi sama dengan tahun lalu. Selin itu, situasi pasar yang tidak menentu membuat Pasar Klewer sempat dipenuhi pedagang kaki lima (PKL) yang membuat regulasi pasar ini tidak tertata.

“Peningkatan yang belum merata sebelumnya. Kalau di minggu ini bisa dikatakan peningkatan yang paling maksimal. Seharusnya para pembeli bisa kulak, nanti  di minggu yang akan datang itu tinggal beberapa  saja. Kalau sekarang mereka yang menjualanya kulakan mungkin sudah berkurang, tinggal menjual yang eceran,” ucapnya.

Tafip menyebut ketersediaan pakaian pedagang Pasar Klewer terjadi di awal hingga pekan kedua Ramadan. Lalu saat di Ramadan  pertengahan, pedagang harus sudah menjual keluar barang dagangannya. Karensa saat ini merupakan momen yang ramai pembeli. Baru setelah seminggu terakhir di bulan Ramada, pembelian grosir akan  berkurang karena pembeli beralih ke ecer.

Untuk menambah aktivitas pasar agar semakin ramai, pihaknya terus melakukan pembenahan dan penambahan fasilitas.

“Kami selalu berusaha dan selalu berusaha supaya pasar itu bisa rama. Kemarin itu kami adakan tempat-tempat yang menarik seperti pojok selfie unutk menyemarakkan sosial media Pasar Klewer,”pungkasnya.

Tafip menyebut adanya penambahan pengunjung tengkulak secara maksimal akan terjadi pada minggu ketiga dan keempat.  Kondisi pandemi yang sudah mereda akan berdampak pada meningkatnya pengunjung, sehingga pihaknya menargetkan untuk terus berupaya untuk menciptakan Pasar Klewer sebagai pusat perbelanjaan yang aman dan nyaman agar pengunjung lebih tenang. Tidak ada target omzet, pihaknya hanya akan memastikan stok yang cukup untuk persiapan lebaran Ramadan tahun ini.

Sementara itu, Sumiyati (59) pedagang pakaian Pasar Klewer asal Semanggi, Pasar Kliwon, Solo menyebut pada pekan pertama Ramadan mengalami peningkatan penjualan mukena.

“Ramadan satu minggu masih banyak yang cari, tapi tiga hari kemarin udah sepi. Nggak ada orang cari lagi, kalau Sabtu sampai Minggu masih banyak yang cari,” ungkap Sumiyati saat ditemui di Pasar Klewer, Minggu (17/4/2022).

Untuk penjualan mukena, Sumiyati menjelaskan pembeli perorangan membeli grosir untuk keperluan bagi-bagi.

“Ngambilnya banyak satu kodi dua kodi, tapi kalau buat dipakai sendiri itu satu-dua. Tapi ini sudah berkurang, biasanya sehari bisa 20 potong ini tadi cuma 2 potong 3 potong udah. Harga eceran sama grosir beda, kalau eceran Rp 85.000 kalau grosir bisa Rp 80.000 tergantung, ” ungkapnya.

Sumiyati menuturkan, banyaknya permintaan grosiran terjadi pada pekan pertama, sehingga pada pekan kedua dan seterusnya pembelian hanya tinggal eceran.

“Kalau kemarin buat hadiah-hadiah buat bakulan (dagangan), kalau sudah 10 Ramadan itu tinggal ecer-ecer. Biasanya ramai lagi setelah lebaran, kalau ini bakul-bakul sudah stop, tinggal orang yang udah keluar tunjangan hari raya (THR) buat sendiri-sendiri aja buat lebaran,” pungkasnya.