Pengurus BAMAG LKKI Surakarta Dikukuhkan, Siap Perkuat Kerukunan di Era Digital

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Pengurus Badan Musyawarah Antar Gereja Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (BAMAG LKKI) Kota Surakarta dikukuhkan di Rumah Dinas Wali Kota Surakarta, Kamis (5/11/2026). Organisasi keagamaan tersebut diharapkan semakin berperan dalam menjaga kerukunan, memperkuat komunikasi lintas agama, serta menyebarkan informasi positif di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Pengukuhan yang mengangkat tema “Peran BAMAG LKKI dalam Era Digitalisasi” itu menjadi momentum bagi pengurus untuk memperkuat kontribusi organisasi dalam menjaga suasana masyarakat tetap aman dan harmonis.

Ketua BAMAG LKKI Surakarta, Pdt. Tertius Agus, mengatakan derasnya arus informasi digital menuntut masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Informasi yang belum terverifikasi perlu disikapi secara hati-hati agar tidak memicu keresahan.

Menurutnya, BAMAG LKKI harus hadir dengan pesan-pesan yang menyejukkan dan tidak ikut memperkeruh keadaan melalui penyebaran informasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Kita bukan menjadi orang-orang yang membakar atau membuat tambah rusuh, tetapi kita ini menjadi air, membuat rasa tenang. Kita yakin segala yang terjadi di media sosial ada hal-hal positif dan baik, itu yang kita ambil. Di situlah kita berperan memproduksi informasi supaya kondisi tetap nyaman dan aman,” ungkap Pdt. Tertius Agus.

Ia berharap keberadaan BAMAG LKKI dapat ikut menjaga kondusivitas Kota Surakarta. Organisasi tersebut diharapkan mampu mengajak masyarakat memilah informasi dan tidak mudah terpengaruh kabar bohong.

Dewan Penasihat BAMAG LKKI Pusat, Romo Alexios, menilai digitalisasi juga membawa perubahan besar dalam dunia pekerjaan. Sejumlah pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual mulai beralih menggunakan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Karena itu, organisasi keagamaan perlu ikut mempersiapkan jemaat agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. Pembekalan kemampuan digital dinilai penting untuk membuka peluang kerja dan penghasilan bagi masyarakat.

“BAMAG juga akan memperlengkapi anggota-anggota jemaat yang nantinya bisa bekerja lewat digitalisasi, bukan yang manual lagi, karena pekerjaan manual dalam beberapa tahun ke depan bisa tertinggal dan diambil alih oleh digitalisasi,” jelas Romo Alexios.

Sementara itu, Ketua BAMAG LKKI Pusat, Pdt. Dr. Roland M. Octavianus, mengingatkan pentingnya tanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Ia mengibaratkan hati, kepala, dan jari sebagai tiga hal yang menentukan kualitas seseorang dalam menyampaikan informasi maupun mengambil tindakan.

Menurutnya, setiap pesan yang disampaikan melalui media digital harus berangkat dari niat baik, dipikirkan secara jernih, kemudian disampaikan dengan cara yang benar. Terlebih, informasi di media sosial dapat menjangkau masyarakat luas dalam waktu singkat.

“Hati, kepala, dan jari ini sangat menentukan. Kalau hatinya arahnya benar, kemudian diolah di kepala dengan benar, hasilnya juga benar. Tetapi kalau ini (hati) tidak benar, pasti hasilnya tidak benar. Maka kami harus membangun, menjaga, dan memelihara itu. Kehadiran kami adalah dari hati yang murni kepada pemikiran yang jernih,” tutur Pdt. Roland.

Ia menjelaskan, BAMAG LKKI juga memiliki tanggung jawab sebagai fasilitator untuk membangun komunikasi dan persatuan, baik di lingkungan gereja maupun lintas agama. Organisasi tersebut diharapkan dapat menjembatani hubungan antarkelompok keagamaan sekaligus membantu menyelesaikan kesalahpahaman yang berpotensi memicu konflik.

Karena itu, pengurus BAMAG LKKI diingatkan agar tidak menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi yang memecah belah. Sebaliknya, nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan perlu disampaikan melalui konten yang memperkuat persaudaraan.

Dewan Penasihat BAMAG LKKI Surakarta, Efendi Siahaan, menegaskan organisasi tersebut terbuka untuk berkolaborasi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang agama. Peran BAMAG LKKI tidak terbatas pada kalangan gereja atau umat Kristiani.

“Jadi masyarakat itu ingin kami ajak berkolaborasi. Kami ingin menyampaikan bahwa BAMAG LKKI tidak eksklusif. Seandainya ada masyarakat di luar gereja, di luar umat Kristiani yang mau terlibat, kami sangat terbuka,” kata Efendi.

Menurutnya, kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat diperlukan untuk menghadapi tantangan akibat perubahan situasi global dan perkembangan informasi digital. Pemberdayaan melalui kegiatan produktif juga dapat menjadi salah satu upaya memperkuat kemandirian warga.

Dari pihak pemerintah daerah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surakarta, Agus Santoso, berharap pengurus BAMAG LKKI dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Pemerintah mengapresiasi peran organisasi keagamaan dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Agus mengatakan, perkembangan teknologi memang mempermudah komunikasi, tetapi juga menghadirkan tantangan berupa berita bohong, penipuan digital, dan ujaran kebencian yang berpotensi memicu persoalan sosial.

“Media digital harus bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan, memberikan informasi yang benar, memperluas pelayanan, dan memperkuat toleransi. Jangan sampai media sosial justru menjadi tempat berkembangnya hal-hal yang memecah belah,” ujar Agus.

Ia berharap BAMAG LKKI memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan organisasi keagamaan lainnya. Pemanfaatan teknologi digital juga diharapkan mendukung pengelolaan organisasi, mulai dari administrasi, pendataan anggota, komunikasi, hingga pelaksanaan kegiatan.

Pemerintah Kota Surakarta, lanjut Agus, terbuka untuk bekerja sama dengan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan dalam menjaga kerukunan serta mendukung pembangunan. Ia mengingatkan agar organisasi tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh umat dan masyarakat.

Melalui pengukuhan tersebut, BAMAG LKKI Kota Surakarta diharapkan semakin memperkuat peran dalam menjaga kerukunan, membangun komunikasi lintas kelompok, serta memanfaatkan teknologi digital untuk menyebarkan informasi positif dan mempererat persatuan masyarakat.