Surakarta Runner-Up Porprov Jateng 2026, KONI Siapkan Puslatkot dan Desain Olahraga Daerah

oleh
oleh
Ketua Kontingen Surakarta atau CdM Supriyanto bersama Ketua Umum KONI Surakarta, Her Suprabu didampingi Ketua Satgasus Kontingen Surakarta di Porprov 2026 Antonius Sulistyo (Toni) memberikan keterangan pada wartawan capaian Surakarta runner up Porprov 2026 | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Kontingen Kota Surakarta berhasil menempati peringkat kedua dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di kawasan Semarang Raya. Berbekal raihan 79 medali emas, 72 perak, dan 70 perunggu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surakarta menyiapkan program pembinaan jangka panjang untuk mempertahankan prestasi hingga Porprov 2030.

Hal tersebut disampaikan dalam jumpa pers di Kantor KONI Surakarta, Senin (2/11/2026). Ketua Kontingen Surakarta atau Chief de Mission (CdM), Supriyanto, mengatakan para atlet telah berjuang maksimal sejak masa persiapan hingga pertandingan berakhir.

Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama atlet, pelatih, manajer, dan jajaran KONI Surakarta yang terus melakukan pemantauan serta evaluasi selama kompetisi berlangsung.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil yang telah dirilis panitia dan data kami, kontingen Kota Surakarta telah menduduki peringkat kedua dengan perolehan medali emas 79, perak 72, dan perunggu 70,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Surakarta ini.

Ia menjelaskan, capaian tersebut melampaui target yang telah disepakati bersama jajaran KONI, pelatih, dan manajer. Pada Porprov sebelumnya, Surakarta berada di peringkat ketiga dengan raihan sekitar 73 medali emas.

Supriyanto juga menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan atlet menjadi prioritas selama penyelenggaraan kompetisi. Pemantauan dilakukan terhadap berbagai aspek, mulai dari kondisi kesehatan, konsumsi, hingga tempat tinggal atlet.

Ia bersyukur seluruh kontingen dapat kembali dengan selamat tanpa kejadian yang membahayakan atlet selama mengikuti pertandingan.

“Kita kalau menang ya menang satria, kalau kalah juga kalah satria. Inilah kemampuan dan kekuatan kami yang kami persembahkan,” katanya.

Atlet Berpotensi Disiapkan dengan Insentif hingga 2030

Ketua Umum KONI Surakarta, Her Suprabu, mengatakan sejumlah cabang olahraga (cabor) menunjukkan peningkatan prestasi yang signifikan. Meski masih ada beberapa cabor yang belum memenuhi target, hasil Porprov 2026 akan menjadi bahan evaluasi untuk persiapan menghadapi Porprov XVIII di wilayah Kedu Raya pada 2030.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemberian insentif kepada atlet peraih medali emas yang masih berpotensi membela Surakarta pada kompetisi mendatang.

“Kita berharap atlet-atlet yang masih berpotensi ke depan tetap membela nama harum Kota Surakarta. Salah satu program yang belum pernah dilaksanakan pengurus sebelumnya adalah memberikan insentif selama menjelang Porprov 2030,” tutur Her Suprabu.

Program tersebut diharapkan dapat menjaga motivasi atlet sekaligus memperkuat ikatan mereka dengan Kota Surakarta. Namun, pemberian insentif akan mempertimbangkan persyaratan dan potensi atlet untuk kembali memperkuat kontingen.

Her Suprabu mencontohkan sejumlah cabor yang berhasil melampaui target. Panahan meningkat dari target tiga menjadi tujuh medali emas, sedangkan judo naik dari target satu menjadi lima medali emas.

Capaian tersebut menjadi bahan penting untuk menentukan prioritas pembinaan sekaligus mengevaluasi efektivitas program latihan yang selama ini dijalankan.

Siapkan 20 Cabor Unggulan

KONI Surakarta juga tengah menyiapkan Desain Olahraga Daerah (DOD) sebagai pedoman pembinaan dan pengembangan olahraga hingga 2030. Penyusunan konsep DOD dilakukan bersama Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS).

Her Suprabu menyebut secara konsep, DOD telah disiapkan dengan menetapkan 20 cabang olahraga unggulan sebagai salah satu fokus pembinaan.

Melalui desain tersebut, KONI akan menyusun skala prioritas berdasarkan potensi dan perkembangan prestasi setiap cabor. Cabang olahraga yang menunjukkan hasil baik akan memperoleh perhatian lebih, sedangkan capaian seluruh cabor tetap dievaluasi secara berkala.

KONI juga akan menyelaraskan program Pusat Latihan Kota (Puslatkot) dengan hasil penyusunan DOD agar pembinaan berjalan lebih terarah.

“Solo tetap mengedepankan pembinaan atlet-atlet muda. Keberadaan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) mendukung pembibitan atlet,” kata Her Suprabu.

Pembinaan atlet muda dinilai penting untuk menjaga kesinambungan prestasi sekaligus mengantisipasi perpindahan atlet potensial ke daerah lain.

KONI berharap keberadaan SKO, program pembinaan, dan insentif atlet dapat menumbuhkan kebanggaan serta rasa memiliki terhadap Kota Surakarta.

Dengan capaian 79 medali emas dan posisi runner-up Porprov Jateng 2026, Surakarta kini mulai mempersiapkan langkah menuju Porprov 2030. Evaluasi prestasi, penguatan pembinaan atlet muda, serta dukungan berkelanjutan diharapkan menjadi fondasi untuk meningkatkan capaian Kota Bengawan pada kompetisi berikutnya.