SEMARANG, MettaNEWS – Mentalitas juara menjadi kunci keberhasilan Ginting Baharudin Putra mempertahankan medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII/2026. Pesilat Kota Surakarta tersebut kembali menjadi yang terbaik di kelas D putra (60–65 kilogram), sekaligus mengulang prestasi yang diraihnya pada Porprov sebelumnya di Pati.
Keberhasilan ini semakin menegaskan konsistensi Ginting dalam persaingan pencak silat tingkat provinsi. Baginya, mempertahankan gelar juara membutuhkan keyakinan dan mental bertanding yang kuat, tanpa memandang usia maupun pengalaman lawan.
“Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT karena masih diberikan kesempatan untuk meraih medali emas kedua di Porprov. Pada Porprov sebelumnya di Pati, saya juga juara satu di kelas D. Sekarang, alhamdulillah, bisa memperoleh hasil yang sama,” ujarnya kepada tim media KONI Surakarta, Kamis (29/10/2026).
Ginting mengaku selalu menanamkan target tertinggi setiap kali turun bertanding. Bahkan, menghadapi pesilat yang lebih muda sekalipun, ia tidak ingin kehilangan ambisi untuk menjadi juara.
“Ya, mentalitasnya tetap harus juara. Walaupun lawannya junior-junior, tetap harus juara. Pokoknya, saya ingin menjadi juara satu,” tegasnya.
Perjuangan mempertahankan gelar tersebut tidak berlangsung mudah. Pada partai final, Ginting harus menghadapi pertandingan ketat hingga ronde ketiga. Kedua pesilat masih memiliki perolehan poin yang sama sehingga ia harus menentukan strategi untuk memastikan kemenangan.
Dalam situasi tersebut, Ginting memilih meningkatkan intensitas serangan dibandingkan bermain bertahan. Keputusan untuk tampil lebih agresif menjadi salah satu upayanya memecah kebuntuan di arena pertandingan.
“Pada ronde ketiga, poinnya masih sama. Kalau bertahan, rasanya sulit, jadi saya harus menyerang dan tampil all out,” ungkapnya.
Bidik Prestasi Lebih Tinggi
Raihan dua medali emas Porprov bukan satu-satunya pencapaian yang dimiliki Ginting. Sebelumnya, pesilat Surakarta tersebut juga berhasil meraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI.
Prestasi tersebut menjadi modal penting bagi Ginting untuk kembali bersaing di level nasional. Ia berharap dapat mempertahankan performa terbaiknya dan kembali meraih prestasi pada PON mendatang.
Tak hanya itu, Ginting juga memiliki ambisi untuk menembus persaingan internasional dengan memperkuat Indonesia pada ajang SEA Games.
“Insyaallah, saya ingin juara lagi. Kebetulan, sebelumnya saya juga juara satu PON di kelas D putra. Sebenarnya, saya juga ingin menjadi juara SEA Games,” katanya.
Di tengah ambisi mengejar prestasi pribadi, Ginting turut menaruh perhatian terhadap regenerasi atlet pencak silat Kota Surakarta. Ia berharap keberhasilannya bisa menjadi motivasi bagi pesilat-pesilat muda untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani bersaing di berbagai kejuaraan.
Menurutnya, atlet muda, termasuk binaan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Kota Surakarta, perlu terus mendapatkan pembinaan dan kesempatan bertanding agar mampu melanjutkan prestasi pencak silat Kota Bengawan.
Dukungan Keluarga Jadi Motivasi
Keberhasilan Ginting mempertahankan medali emas juga tidak lepas dari dukungan keluarga. Pada partai final Porprov Jateng 2026, kedua orang tua dan saudara-saudaranya hadir langsung di arena untuk memberikan dukungan.
Kehadiran keluarga menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi Ginting dalam menghadapi pertandingan penting tersebut. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada orang-orang terdekat yang selama ini mendukung perjalanan kariernya sebagai atlet.
“Terima kasih kepada keluarga yang selalu memberikan banyak dukungan, termasuk ibu, bapak, dan saudara. Kebetulan, mereka juga hadir di partai final kali ini. Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih karena keluarga selalu mendukung sampai sekarang,” tuturnya.
Dengan keberhasilan meraih emas kedua secara beruntun di Porprov, Ginting semakin termotivasi untuk melanjutkan kiprahnya di dunia pencak silat. Ia bertekad menjaga konsistensi, terus meningkatkan kemampuan, dan mengejar prestasi yang lebih tinggi demi mengharumkan nama Kota Surakarta dan Indonesia.








