Gelar LDK Rohis, SMK Kesehatan Mandala Bhakti Tanamkan 4 Karakter Kepemimpinan Rasulullah

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – SMK Kesehatan Mandala Bhakti Surakarta menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi anggota Kerohanian Islam (Rohis) bertepatan dengan momentum Hari Santri Nasional 2026. Kegiatan yang berlangsung di masjid sekolah pada Jumat malam (23/10/2026) tersebut mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Hadir sebagai pemateri, Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko. Dalam penyampaian materinya, ia menekankan pentingnya membangun karakter kepemimpinan generasi muda dengan meneladani empat sifat utama Rasulullah SAW.

Mengawali materinya, Dwi Jatmiko mengutip ungkapan Arab, Syubbanul yaum rijalul ghad, yang berarti pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.

Menurutnya, generasi muda, khususnya anggota Rohis, perlu mempersiapkan diri sejak dini agar memiliki karakter dan integritas sebagai calon pemimpin bangsa.

“Maka inilah momentum bagaimana 4 karakter Rasulullah SAW menjadi pengejawantahan keteladanan dalam membangun karakter pemimpin terutama bagi Rohis di SMK Kesehatan Mandala Bhakti Solo,” ujar Jatmiko.

Anggota Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Solo itu menjelaskan, terdapat empat sifat utama Rasulullah SAW yang relevan untuk diterapkan dalam kepemimpinan modern, yakni Sidiq (jujur), Fathonah (cerdas), Amanah (dapat dipercaya), dan Tabligh (menyampaikan kebenaran).

Ia menegaskan, keempat karakter tersebut harus menjadi landasan bagi generasi muda dalam menjalankan tanggung jawab, mengambil keputusan, serta membangun hubungan sosial yang baik.

Selain meneladani sifat Rasulullah, Jatmiko juga mengajak para peserta LDK untuk memperkuat kualitas diri, membangun social capital atau modal sosial, serta memperluas jaringan positif.

Menurutnya, kesadaran menjadi seorang pemimpin harus ditanamkan sejak usia muda. Setiap individu memiliki tanggung jawab terhadap dirinya sendiri maupun lingkungan sekitarnya.

“Pentingnya kesadaran sejak dini, seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya,” jelasnya.

Jihad Santri di Era Digital

Dalam kesempatan tersebut, Jatmiko juga menguraikan bahwa jihad santri di era modern tidak selalu diwujudkan melalui perjuangan fisik. Perjuangan dapat dilakukan melalui ilmu pengetahuan, akhlak, karya, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks. Karena itu, santri harus mampu melawan kebodohan dengan terus belajar, mengatasi kemalasan melalui kedisiplinan, serta menghadapi kemerosotan moral dengan adab dan keteladanan.

Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan menyaring informasi juga menjadi hal penting yang harus dimiliki para santri.

“Di tengah derasnya arus informasi digital, santri juga harus mampu menangkal hoaks dan ujaran kebencian melalui tabayun serta literasi digital,” urainya.

Ia menambahkan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan akhlakul karimah merupakan bekal penting bagi santri untuk mengambil peran dalam membangun masa depan bangsa.

Hal tersebut, lanjutnya, sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS At-Taubah ayat 105 yang memerintahkan manusia untuk bekerja dan beramal.

Jatmiko kemudian mengutip hadis riwayat Tirmidzi yang menjelaskan keutamaan orang yang menuntut ilmu sebagai bagian dari perjuangan di jalan Allah SWT.

“Barangsiapa keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah (dianggap berjihad) hingga ia pulang,” pungkasnya.

Bangun Karakter Pemimpin Muda

Kegiatan LDK Rohis tersebut turut dihadiri Kepala SMK Kesehatan Mandala Bhakti Surakarta, Ifwa Mas’udah, S.Farm., Apt., M.M., yang sambutannya diwakili Moh Tobroni, S.Ud., M.Ag., serta Pembina Rohis Bambang, S.Ag.

Melalui kegiatan ini, para anggota Rohis diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang baik, tetapi juga mampu mengembangkan jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

Momentum Hari Santri Nasional menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mempersiapkan masa depan bangsa. Dengan bekal ilmu, akhlak, dan karakter kepemimpinan yang kuat, santri diharapkan mampu menjadi bagian dari generasi yang berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas.