Respati Tawarkan Kolaborasi Solo Wellness City 2030 di Xi’an, Bidik Wisata Kesehatan hingga Penerbangan Langsung

oleh
oleh

CHINA, MettaNEWS – Wali Kota Surakarta Respati Ardi menawarkan kolaborasi strategis pengembangan Solo Wellness City 2030 dalam forum Sister City di Xi’an, China. Melalui konsep Java Wellness, Solo ingin menggabungkan kekayaan budaya Jawa, layanan kebugaran, pendekatan penuaan sehat, dan pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat daya tarik pariwisata kesehatan.

Tawaran tersebut disampaikan Respati dalam forum yang dihadiri mitra dari sejumlah negara. Momentum ini dimanfaatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk menjajaki kerja sama di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pariwisata, budaya, hingga pengembangan ekonomi.

Respati menjelaskan, Solo dan Xi’an memiliki kesamaan sebagai kota dengan kekayaan sejarah dan budaya. Kesamaan tersebut dinilai menjadi modal untuk mengembangkan kemitraan yang saling menguntungkan, terutama dalam sektor wisata kebugaran dan kesehatan.

“Kota Surakarta berkomitmen untuk menjadi wellness city pada tahun 2030. Kami mengusungnya dengan konsep Java Wellness yang mencakup akar budaya, penuaan yang sehat serta fokus pada pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Usung Java Wellness, Perkuat Wisata Kesehatan

Konsep Java Wellness menjadi salah satu pendekatan yang ditawarkan Solo untuk mengembangkan pariwisata berbasis kebugaran. Melalui konsep ini, tradisi dan budaya Jawa diharapkan dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata yang menggabungkan kesehatan, relaksasi, serta pengenalan kearifan lokal.

Respati menilai, kekayaan budaya Solo memiliki potensi untuk menghadirkan pengalaman wisata autentik yang berbeda dari destinasi lainnya. Potensi tersebut ingin dikembangkan untuk menarik wisatawan mancanegara sekaligus memperkuat posisi Solo sebagai tujuan wisata kebugaran.

“Kota Solo berupaya menarik wisatawan untuk menikmati pengalaman kebugaran di Surakarta. Premium Wellness menjadi tujuan kami, yakni menyediakan layanan kebugaran yang tidak dapat ditemukan di tempat lain,” bebernya.

Pengembangan wellness tourism atau wisata kebugaran diharapkan dapat memperluas pilihan wisata di Solo. Selain menikmati atraksi budaya dan sejarah, wisatawan nantinya diharapkan memiliki alternatif kegiatan yang berorientasi pada relaksasi dan pemeliharaan kesehatan.

Jika dikembangkan secara berkelanjutan, sektor ini juga berpotensi membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, penyedia layanan kebugaran, industri kreatif, dan sektor pendukung pariwisata lainnya.

Jajaki Integrasi Pengobatan Tradisional Jawa dan Tiongkok

Dalam forum tersebut, Respati turut menawarkan penjajakan kolaborasi antara konsep kebugaran tradisional Jawa dan Traditional Chinese Medicine (TCM) atau pengobatan tradisional Tiongkok.

Menurutnya, kerja sama kedua kota dapat diarahkan pada pengembangan layanan kesehatan dan kebugaran yang memanfaatkan potensi tradisi masing-masing.

“Untuk sektor kerja sama prioritas di bidang kesehatan dan kebugaran, kami berencana mengintegrasikan Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM) dengan konsep kebugaran ala Jawa melalui usaha patungan klinis,” tuturnya.

Untuk menindaklanjuti gagasan tersebut, Pemkot Solo merencanakan pembentukan kelompok kerja bersama, pelaksanaan proyek percontohan yang mengintegrasikan pendekatan kebugaran Jawa dengan TCM, serta penyelenggaraan kegiatan business matching secara berkala.

Respati juga menyampaikan rencana untuk segera meluncurkan proyek percontohan kesehatan ala Jawa yang dipadukan dengan TCM.

“Kami akan segera meluncurkan proyek percontohan kesehatan ala Jawa dengan TCM,” paparnya.

Rencana tersebut masih memerlukan tindak lanjut melalui pembahasan teknis bersama mitra, termasuk penentuan bentuk kolaborasi, kesiapan fasilitas, serta pemenuhan ketentuan yang berlaku di bidang kesehatan.

Bidik Penerbangan Langsung Xi’an-Solo

Selain kerja sama di sektor kesehatan dan kebugaran, Pemkot Solo juga berupaya membuka peluang penerbangan langsung yang menghubungkan Xi’an dan Surakarta.

Konektivitas udara dinilai berpotensi mempermudah mobilitas wisatawan, pelaku usaha, dan peserta program pertukaran antarkota. Jika dapat direalisasikan, penerbangan langsung tersebut diharapkan memperkuat hubungan pariwisata dan perdagangan antara kedua kota.

Bagi Solo, peningkatan konektivitas menjadi salah satu faktor pendukung untuk memperluas pasar wisatawan mancanegara, khususnya dari China.

Di sisi lain, kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka peluang pemasaran produk UMKM Solo ke pasar yang lebih luas, sekaligus memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengembangan sumber daya manusia.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pemkot Solo berharap kemitraan dengan Xi’an tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi berkembang menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pengembangan Solo Wellness City 2030 menjadi salah satu agenda yang ingin didorong melalui kolaborasi internasional, dengan mengandalkan kekayaan budaya Jawa sebagai pembeda sekaligus potensi ekonomi baru bagi Kota Surakarta.