SEMARANG, MettaNEWS – Kontingen Kota Solo meraih tiga medali perak dari cabang olahraga (cabor) selam kolam dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng) 2026. Meski berhasil membawa pulang medali, capaian tersebut belum memenuhi target satu medali emas yang ditetapkan sebelumnya.
Tiga medali perak tersebut diraih dalam pertandingan final di kolam renang kompleks Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (23/10/2026). Dari 10 nomor pertandingan yang diikuti, atlet selam kolam Solo berhasil menempatkan wakilnya di posisi kedua pada tiga nomor berbeda.
Tamara Galuh Alit Hapsari menyumbangkan satu medali perak dari nomor 400 meter surface putri. Sementara itu, Ray Aditya Setyaningrum berhasil meraih dua medali perak sekaligus, masing-masing dari nomor surface 50 meter putri dan apnea 50 meter putri.
Pelatih Selam Kolam Kota Solo, Gunawan Murti, menyampaikan permohonan maaf karena belum mampu memenuhi target medali emas. Kendati demikian, ia tetap mengapresiasi perjuangan para atlet yang dinilai telah mengerahkan kemampuan terbaik selama pertandingan.
“Kalau saya melihat hasil anak-anak ini sudah menjadi hasil terbaik bagi mereka, termasuk waktu terbaik. Ada satu atau dua nomor yang gagal, itu wajar. Namun, dengan segala keterbatasan yang ada, kami masih bisa mendapatkan tiga perak. Menurut saya ini sudah hasil yang bagus,” tutur Gunawan kepada Espos, Jumat malam.
Menurut Gunawan, pencapaian tersebut perlu dilihat dari proses persiapan dan kondisi yang dihadapi para atlet. Meski telah menjalani pemusatan latihan selama tiga bulan, tim selam kolam Solo masih menghadapi kendala keterbatasan fasilitas latihan.
Tak Punya Kolam Memadai, Atlet Harus Berpindah Tempat Latihan
Gunawan mengungkapkan, ketiadaan fasilitas kolam renang yang memadai di Kota Solo membuat para atlet harus berpindah-pindah lokasi untuk menjalani latihan.
Kondisi tersebut berdampak pada efektivitas persiapan. Selain harus menyesuaikan diri dengan lokasi latihan yang tersedia, para atlet juga menghabiskan waktu dan tenaga untuk perjalanan menuju kolam renang.
Akibatnya, waktu yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas latihan menjadi kurang optimal.
Meski demikian, Gunawan menegaskan tidak ingin menjadikan keterbatasan fasilitas sebagai alasan atas hasil yang diraih anak asuhnya. Ia menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas capaian kontingen selam kolam Solo di Porprov Jateng 2026.
“Kalau memang ada yang perlu diperbaiki, tentu itu menjadi bahan evaluasi. Saya sebagai pelatih menerima dan bertanggung jawab penuh atas hasil anak-anak ini. Apa pun hasilnya, saya bertanggung jawab,” tegasnya.
Ia berharap hasil pertandingan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki program latihan dan meningkatkan kesiapan atlet menghadapi kompetisi mendatang.
POSSI Solo Akui Prestasi Menurun
Sementara itu, Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kota Solo, Gatot Sugihartono, mengakui perolehan tiga medali perak tersebut belum sesuai dengan target yang ditetapkan.
Menurut Gatot, pihaknya selalu memasang target dua medali emas pada ajang Porprov Jateng, masing-masing satu emas dari nomor selam kolam dan satu emas dari selam laut.
“Target kami selalu dua emas, satu dari selam kolam dan satu dari selam laut. Hasil kontingen Kota Solo menurun karena faktor latihan dan Solo tidak memiliki venue kolam sehingga latihannya harus berpindah-pindah tempat,” paparnya.
Gatot menilai keterbatasan fasilitas latihan menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapatkan perhatian. Ketersediaan venue yang memadai dinilai penting agar atlet dapat menjalani program latihan secara teratur dan terukur tanpa terkendala perpindahan lokasi.
Sebagai perbandingan, pada Porprov Jateng 2023 di Pati Raya, kontingen Kota Solo dari cabang olahraga selam berhasil meraih dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu.
Perolehan tiga medali perak pada Porprov Jateng 2026 menunjukkan adanya pekerjaan rumah bagi POSSI Kota Solo dan pihak terkait untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet.
Evaluasi tidak hanya diperlukan dari sisi teknik dan program latihan, tetapi juga dukungan sarana dan prasarana olahraga. Dengan fasilitas yang lebih memadai dan persiapan yang semakin optimal, prestasi atlet selam Kota Solo diharapkan kembali meningkat pada ajang berikutnya.








