BEM Psikologi UMS Dampingi Karang Taruna Dukuh Jayan, Benahi Manajemen Organisasi

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Memiliki banyak anggota tidak selalu menjamin sebuah organisasi berjalan optimal. Kondisi itu dirasakan Karang Taruna Dukuh Jayan, Desa Senting, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, yang memiliki 70 anggota, tetapi masih menghadapi kendala dalam pembagian tugas, koordinasi, dan pelaksanaan kegiatan.

Melihat kondisi tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan pendampingan melalui program Pengabdian dan Penelitian Organisasi Mahasiswa (PPO) sepanjang Agustus–September 2026.

Ketua Bidang Sosial Kemasyarakatan BEM Fakultas Psikologi UMS, Achmad Mustaqfirin Al Irsyad, mengatakan persoalan organisasi ditemukan ketika tim melakukan kegiatan pengabdian di Dukuh Jayan.

“Pembagian tugas antardivisi belum berjalan baik, koordinasi antaranggota lemah, dan kegiatan sosial kemasyarakatan belum maksimal,” ujar Achmad saat dihubungi, Senin (19/10/2026).

Program di bawah bimbingan Mirdian Tri Hardani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, tersebut mengusung tema “Mulat Sarira, Hangrungkebi Dukuh Jayan”. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pemuda dalam mengelola organisasi sekaligus mendorong peran aktif mereka di lingkungan masyarakat.

Salah satu pendekatan yang digunakan adalah focus group discussion (FGD) dengan membahas berbagai studi kasus organisasi. Melalui metode tersebut, anggota Karang Taruna diajak berlatih bekerja sama, mengambil keputusan, serta menyampaikan gagasan di depan umum.

“Muda-mudi Dukuh Jayan kami ajak mengerjakan studi kasus, mendiskusikan dan mempresentasikan solusinya,” imbuhnya.

Selain penguatan kemampuan organisasi, BEM Psikologi UMS mendorong anggota Karang Taruna membangun identitas dan citra organisasi melalui media sosial. Mereka juga mendapat tantangan melakukan analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats) untuk mengenali kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi organisasi.

Pendekatan tersebut diharapkan membantu pemuda menyusun strategi pengembangan organisasi yang lebih terarah, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam menjalankan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Hidupkan Kembali Panggon Sinau

Selain persoalan manajemen organisasi, tim pengabdian menemukan kegiatan Panggon Sinau yang sebelumnya menjadi ciri khas Desa Senting telah terhenti. Panggon Sinau merupakan ruang belajar dan bermain bagi anak-anak yang membutuhkan pengelolaan serta pendampingan secara berkelanjutan.

“Padahal, anak-anak masih antusias dan sering menanyakan kapan kegiatan belajar berikutnya,” kata Achmad.

Untuk menghidupkan kembali kegiatan tersebut, BEM Psikologi UMS menggelar berbagai aktivitas bagi anak-anak, mulai dari mendongeng, menghias origami berbentuk rumah impian, hingga permainan estafet.

Kegiatan itu tidak hanya ditujukan untuk menghadirkan kembali ruang belajar yang menyenangkan, tetapi juga mendorong pemuda setempat agar terlibat langsung dalam keberlanjutan pendidikan nonformal bagi anak-anak.

BEM Psikologi UMS berharap anggota Karang Taruna dapat meneruskan kegiatan Panggon Sinau secara mandiri sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Dorong Keberlanjutan Organisasi

Pada pertengahan September 2026, tim pengabdian BEM Psikologi UMS juga melakukan audiensi dengan Kepala Desa Senting. Dalam pertemuan tersebut, tim memaparkan hasil tiga kegiatan sebelumnya, menyampaikan strategi pengembangan, serta mendiskusikan harapan dan kendala yang dihadapi Karang Taruna.

Tim turut menyerahkan buku saku panduan pengelolaan organisasi. Audiensi itu sekaligus menjadi langkah awal untuk mengadvokasi penerbitan surat keputusan organisasi.

Achmad menyadari pendampingan yang berlangsung selama beberapa bulan belum cukup untuk mengubah organisasi secara menyeluruh. Karena itu, keberlanjutan program menjadi salah satu perhatian utama tim.

“Kami berencana melakukan pendampingan dan pemantauan berkala minimal sekali sebulan, baik langsung maupun daring, serta pemutakhiran data sasaran dua bulan setelah program selesai,” ucapnya.

Melalui pendampingan tersebut, BEM Psikologi UMS berharap Karang Taruna Dukuh Jayan semakin mampu mengelola organisasi secara terstruktur, menghidupkan kegiatan sosial kemasyarakatan, dan mengambil peran lebih besar dalam mendukung pemberdayaan masyarakat Desa Senting.