Bandara Adi Soemarmo Simulasikan Ancaman Teror dan Bom, Uji Kesigapan Personel

oleh
oleh
Simulasi teror bom di Bandara International Adi Soemarmo | MettaNEWS / Puspita

BOYOLALI, MettaNEWS – Bandara Internasional Adi Soemarmo menggelar Airport Contingency Exercise untuk menguji kesigapan personel dalam menangani keadaan darurat, termasuk ancaman teror dan bom di area bandara, Rabu (21/10/2026).

Latihan yang melibatkan berbagai unsur komunitas bandara tersebut bertujuan memastikan setiap personel mampu menjalankan prosedur operasional standar atau Standard Operating Procedure (SOP) secara tepat ketika menghadapi situasi darurat yang mengancam keamanan dan keselamatan penerbangan.

Dalam skenario latihan, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Adi Soemarmo, Hery Purwanto, menerima informasi dari unsur intelijen mengenai indikasi pergerakan kelompok yang berpotensi melakukan aksi teror dan mengganggu keamanan di wilayah bandara.

Selain ancaman teror, dalam simulasi tersebut ditemukan ancaman bom di area lobi keberangkatan domestik.

Menindaklanjuti informasi itu, General Manager menetapkan status keamanan bandara pada kondisi kuning atau rawan. Seluruh unsur terkait kemudian diinstruksikan meningkatkan kesiapsiagaan dan melaksanakan langkah pengamanan sesuai Airport Contingency Plan (ACP).

Koordinasi juga dilakukan dengan Komite Keamanan Bandar Udara (KKBU) untuk memperkuat pengamanan berdasarkan tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing unsur.

Setelah rangkaian penanggulangan keadaan darurat selesai, petugas melakukan pemeriksaan dan sterilisasi area terdampak. Berdasarkan hasil penilaian keamanan, operasional bandara kembali dijalankan secara bertahap hingga status keamanan dinyatakan hijau atau normal.

Uji Koordinasi dan Prosedur Keadaan Darurat

Hery Purwanto menegaskan, Airport Contingency Exercise menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan personel dan efektivitas koordinasi antarpihak di lingkungan bandara.

Menurut dia, latihan tersebut menguji fungsi koordinasi, komunikasi, dan komando antarunit serta instansi yang tergabung dalam komunitas bandara.

Selain menguji kesiapan personel, kegiatan ini juga digunakan untuk mengevaluasi dokumen penanggulangan keadaan darurat bandar udara atau Airport Emergency Plan (AEP), dokumen program keamanan bandar udara atau Airport Security Program (ASP), serta SOP lain yang berlaku.

“Simulasi latihan Airport Contingency Exercise ini telah diskenario, namun latihan ini dilakukan dengan sungguh-sungguh, seperti apabila terjadi kondisi gawat darurat di Bandara. Sehingga seluruh petugas dan semua unsur benar-benar melaksanakan prosedur sesuai tugas dan fungsinya,” ujar Hery.

Ia menambahkan, latihan tersebut melibatkan personel internal Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Adi Soemarmo, Lanud TNI AU, Perum LPPNPI atau AirNav Indonesia, kepolisian, imigrasi, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), rumah sakit di wilayah bandara, serta maskapai penerbangan.

Keterlibatan berbagai instansi itu diharapkan memperkuat sinergi dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat, mulai dari ancaman keamanan hingga kebutuhan pertolongan dan evakuasi.

Perkuat Keamanan dan Keselamatan Penerbangan

Melalui pelaksanaan Airport Contingency Exercise, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) berkomitmen terus meningkatkan kualitas dan kemampuan personel dalam menghadapi berbagai risiko, ancaman, serta gangguan terhadap keamanan dan keselamatan penerbangan.

Latihan ini juga menjadi sarana untuk memastikan setiap unsur memahami tanggung jawabnya, mampu mengambil tindakan sesuai prosedur, dan dapat bekerja secara terpadu ketika menghadapi situasi darurat.

Dengan kesiapsiagaan yang teruji dan koordinasi yang solid, Bandara Internasional Adi Soemarmo diharapkan mampu menjaga keamanan operasional sekaligus memastikan penanganan keadaan darurat berlangsung cepat, tepat, dan terukur.