SOLO, MettaNEWS – Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta kembali menggelar pameran internasional Typefest #3 pada 22–24 Oktober 2026. Mengusung tema “Non-Latin”, pameran ini mengajak seniman dan desainer dari berbagai negara untuk mengeksplorasi keberagaman aksara sekaligus menggali nilai sejarah, pemikiran, dan identitas budaya yang melekat di dalamnya.
Pameran yang berlangsung selama tiga hari di Pendopo Ageng GPH Djojokusumo, Kampus Kentingan ISI Surakarta, tersebut direncanakan diikuti peserta dari sekitar 30 negara. Karya yang ditampilkan diharapkan menjadi daya tarik sekaligus memantik diskusi mengenai aksara non-Latin dan perannya dalam kehidupan masyarakat masa kini.
Typefest pertama kali diselenggarakan pada 2022. Kini, kegiatan tersebut memasuki penyelenggaraan ketiga dan tetap menjadi bagian dari upaya Prodi DKV FSRD ISI Surakarta untuk mengembangkan keilmuan desain komunikasi visual serta memperluas jejaring di tingkat internasional.
Ketua pelaksana Typefest #3, Ipung Kurniawan Yunianto, yang juga dosen DKV FSRD ISI Surakarta, mengatakan tema “Non-Latin” dipilih untuk mendobrak pandangan bahwa alfabet Latin merupakan standar universal dalam sistem penulisan.
Menurutnya, keberagaman aksara dunia perlu dirayakan sebagai bentuk ekspresi budaya yang setara. Aksara tidak hanya memiliki fungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menyimpan sejarah, cara berpikir, dan identitas masyarakat yang menggunakannya.
Melalui pameran ini, seniman dan desainer diajak untuk mengeksplorasi serta menghidupkan kembali aksara lokal agar tetap relevan dengan kehidupan masyarakat kontemporer. Dengan demikian, karya yang ditampilkan tidak berhenti pada aspek keindahan visual, tetapi juga membuka ruang untuk memahami kekayaan budaya di balik setiap bentuk tulisan.
Tampilkan Beragam Eksplorasi Tipografi
Typefest #3 membuka kesempatan bagi peserta dari berbagai negara untuk mengirimkan karya melalui dua jalur, yakni open call dan undangan. Karya yang dapat diikutsertakan meliputi tipografi, lettering, karya tiga dimensi (3D), digital, eksperimental, serta berbagai media kreatif lainnya.
Keberagaman bentuk karya tersebut diharapkan mempertemukan karakter, pendekatan, dan perspektif kreatif dari seniman, desainer, mahasiswa, dosen, hingga praktisi desain komunikasi visual. Pertemuan lintas institusi dan negara ini sekaligus menjadi ruang pertukaran gagasan dalam perkembangan desain huruf dan aksara.
Selain memperkenalkan beragam bentuk aksara kepada masyarakat, pameran ini menjadi sarana untuk memperluas apresiasi terhadap sistem penulisan di luar alfabet Latin. Pengunjung juga diharapkan dapat melihat bagaimana aksara berkembang sebagai bagian dari identitas budaya, sekaligus menjadi sumber inspirasi dalam penciptaan karya desain masa kini.
Dilengkapi Workshop dan Talkshow
Untuk memperkaya pengalaman pengunjung, penyelenggaraan Typefest #3 juga akan dilengkapi sejumlah kegiatan pendukung, antara lain lokakarya (workshop) dan diskusi (talkshow) selama tiga hari pelaksanaan.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan gagasan antara pelaku kreatif dari berbagai latar belakang.
Melalui Typefest #3, Prodi DKV FSRD ISI Surakarta tidak hanya berupaya memperkuat pengembangan keilmuan desain komunikasi visual, tetapi juga memperkenalkan potensi dan kiprah program studi tersebut kepada komunitas kreatif internasional.
Pameran ini sekaligus menegaskan bahwa keberagaman aksara merupakan kekayaan budaya dunia yang layak diapresiasi, dikembangkan, dan terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat modern.








