Mahasiswa UNISRI Edukasi 36 Siswa SDN 2 Sruni Boyolali tentang Mitigasi Bencana Merapi

oleh
oleh

BOYOLALI, MettaNEWS – Mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta mengedukasi 36 siswa SD Negeri 2 Sruni, Boyolali, mengenai mitigasi bencana melalui kegiatan interaktif bertema “Tanggap Bencana, Sigap Semua, Berani Bicara”, Senin (13/10/2026).

Kegiatan pengabdian masyarakat yang digagas kelompok mahasiswa semester 3 Program Studi Ilmu Komunikasi tersebut bertujuan menanamkan kesadaran mitigasi bencana sejak dini. Edukasi ini dinilai penting mengingat lokasi sekolah berada di kawasan rawan bencana Gunung Merapi.

Kelompok mahasiswa itu dipimpin Diva Restu Fadilah dengan empat anggota, yakni Wiwit Kurnia Sari, Aisyah Kurnianti, Ahmad Fauzan, dan Fatwa Aziz Al Hafiz.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mengikuti sosialisasi interaktif yang dipadukan dengan pembelajaran berbasis pengalaman atau experience learning. Melalui metode ini, siswa tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga diajak memahami langkah-langkah menghadapi potensi bencana secara lebih menyenangkan dan mudah dipahami.

Materi yang diberikan mencakup pengenalan gejala alam yang perlu diwaspadai sebelum erupsi serta pentingnya bersikap tenang dan sigap ketika menghadapi situasi darurat.

Kepala SDN 2 Sruni, Nur Absah Nirwana, S.Pd., menyambut baik kegiatan yang diinisiasi mahasiswa UNISRI tersebut. Menurutnya, edukasi mitigasi bencana sangat dibutuhkan oleh anak-anak yang tinggal di wilayah rawan bencana.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kepedulian mahasiswa UNISRI. Edukasi ini sangat krusial bagi anak-anak kami yang tinggal di kawasan rawan bencana. Dengan penyampaian yang interaktif, anak-anak tidak hanya belajar tentang keselamatan, tetapi juga makin berani dan percaya diri,” ungkapnya.

Dukungan juga disampaikan guru SDN 2 Sruni, Dwi Harsono, S.Pd. Ia berharap kegiatan pengabdian masyarakat yang memberikan manfaat langsung bagi siswa tersebut dapat terus berlanjut.

Padukan Mitigasi Bencana dan Jurnalistik

Perwakilan kelompok mahasiswa, Diva Restu Fadilah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang dengan memadukan pengetahuan mitigasi bencana dan keterampilan jurnalistik. Pendekatan ini diharapkan membuat pesan keselamatan lebih mudah dipahami sekaligus mendorong keberanian siswa dalam menyampaikan informasi.

“Kami ingin mengubah kesan mitigasi bencana yang kaku menjadi aktivitas yang mudah dipahami. Lewat konsep sosialisasi berbasis praktik dan peran reporter cilik, siswa belajar mengamati gejala alam sekaligus mampu menceritakannya kembali secara jelas dan percaya diri,” jelas Diva.

Melalui konsep reporter cilik, siswa diajak berlatih mengamati lingkungan dan menyampaikan kembali informasi yang mereka pelajari. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan pengetahuan tentang kebencanaan, tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi dan literasi sejak usia sekolah dasar.

Sepanjang kegiatan, para siswa terlihat antusias mengikuti materi dan terlibat aktif dalam setiap rangkaian aktivitas. Mereka juga menyampaikan harapan agar kegiatan edukasi serupa dapat dilaksanakan kembali.

Wujud Pengabdian kepada Masyarakat

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa UNISRI berupaya menerapkan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Kolaborasi dengan SDN 2 Sruni juga menjadi upaya memperkuat pendidikan kebencanaan di tingkat sekolah dasar, terutama bagi siswa yang tinggal di kawasan dengan potensi ancaman erupsi Gunung Merapi.

Melalui pendekatan edukasi yang kreatif dan partisipatif, para siswa diharapkan semakin memahami pentingnya mengenali potensi bahaya, menyikapi situasi darurat dengan tenang, serta menyampaikan informasi secara jelas dan bertanggung jawab.

Program ini sekaligus menunjukkan peran mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam mendukung literasi kebencanaan. Perpaduan mitigasi bencana dan keterampilan jurnalistik diharapkan dapat membantu membentuk generasi muda yang lebih siap menghadapi risiko bencana, berani menyampaikan informasi, dan peduli terhadap keselamatan diri maupun lingkungan.