SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta memperkuat akses pendidikan anak usia dini melalui kebijakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah. Wali Kota Solo, Respati Ardi, menegaskan dukungan terhadap program tersebut agar setiap anak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
Komitmen itu disampaikan Respati dalam kegiatan Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Balai Kota Solo, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Budi Murtono, Kepala Dinas Pendidikan Solo Dwi Ariatno, Bunda PAUD Kota Solo Venessa Respati, kader Posyandu, serta para pengelola satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Respati menjelaskan, pendidikan prasekolah memiliki peran penting dalam mengenalkan anak pada lingkungan sosial dan ekosistem pendidikan sebelum memasuki sekolah dasar. Pendidikan usia dini tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga mendukung perkembangan sosial, karakter, dan kemandirian anak.
“Tentu komitmen Pemerintah Kota mendukung 13 tahun wajib belajar ini penting. Termasuk prasekolah adalah tempat bermain di mana anak-anak kita sebelum masuk sekolah dimasukkan ke prasekolah untuk mengenalkan ekosistem anak kita dengan dunia sosial. Maka dari itu, ini penting penyelenggaraan prasekolah atau PAUD,” ujar Respati.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkot Solo bersama DPRD Komisi IV mengalokasikan anggaran untuk memfasilitasi 1.600 anak di PAUD. Bantuan tersebut disalurkan langsung kepada lembaga PAUD agar manfaatnya dapat dirasakan oleh anak-anak yang menjadi sasaran program.
“Sasarannya langsung warga kita yang berhak menerima. Di mana alokasinya tidak berupa uang tunai, namun langsung ke PAUD-nya dan ini berkelanjutan,” jelasnya.
Selain dukungan pembiayaan, Pemkot Solo juga memperoleh dukungan pembangunan dua PAUD Negeri baru untuk melengkapi kebutuhan layanan pendidikan prasekolah. Dengan penambahan tersebut, jumlah PAUD negeri di Kota Solo menjadi sembilan.
Pembangunan dua satuan pendidikan tersebut pada tahun ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan anak usia dini. Pemkot berharap pengembangan fasilitas pendidikan serupa dapat berlanjut pada tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak anak memperoleh layanan PAUD.
“Pendidikan anak usia dini adalah fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Kebijakan ini menjadi upaya bersama untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat kesiapan anak memasuki jenjang berikutnya,” paparnya.
PAUD Tak Hanya Belajar, tetapi Juga Membentuk Karakter
Kepala Dinas Pendidikan Solo, Dwi Ariatno, menambahkan, kebijakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah merupakan komitmen untuk memperluas akses layanan pendidikan anak usia dini.
Pada masa prasekolah, anak didampingi untuk mengembangkan berbagai kemampuan, mulai dari berpikir, berbahasa, dan motorik hingga sosial emosional. Pendidikan ini juga berperan dalam membentuk karakter dan kemandirian anak sebagai bekal memasuki pendidikan dasar.
“Pemerintah Kota berkomitmen mendorong pemenuhan akses dan partisipasi anak dalam pendidikan prasekolah melalui Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah sebelum memasuki sekolah dasar. Ini juga mendukung kebijakan dalam keputusan Wali Kota terkait strategi peningkatan partisipasi pendidikan anak usia dini sekaligus mendukung program Bunda PAUD Surakarta dalam mengembangkan gerakan Soloku Digdoyo, Lare Solo Kudu PAUD,” tutur Dwi.
Sementara itu, Bunda PAUD Solo, Venessa Respati, menjelaskan bahwa program Soloku Digdoyo merupakan upaya mendukung terwujudnya generasi muda yang kuat dan berdaya sebagai fondasi masa depan bangsa.
Menurutnya, pengembangan PAUD berkualitas perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui layanan pendidikan, tetapi juga pengasuhan, kesehatan, perlindungan, dan kesejahteraan anak.
Venessa juga menyampaikan sejumlah program yang dijalankan untuk mendukung peningkatan kualitas PAUD di Kota Solo. Program tersebut meliputi stimulan pembiayaan pendidikan, pembangunan unit sekolah baru, penambahan ruang kelas baru, guru kunjung, serta alat permainan edukatif (APE) keliling.
Selain itu, terdapat program Sambang PAUD yang menjadi sarana bagi Bunda PAUD untuk mengunjungi satuan pendidikan dan mengenal lebih dekat kondisi serta kebutuhan PAUD di Kota Solo.
“Ada juga Sambang PAUD, yaitu program kunjungan Bunda PAUD ke satuan pendidikan untuk mengenal lebih dekat satuan PAUD yang ada di Kota Solo,” imbuhnya.








