Wagub Taj Yasin Minta Forum Anak Jateng Jadi Pelopor Perubahan dan Pelapor Persoalan Anak

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong Forum Anak Jawa Tengah (Jateng) aktif menjalankan peran sebagai pelopor perubahan sekaligus pelapor untuk melindungi anak dari berbagai persoalan sosial.

Pesan tersebut disampaikan Taj Yasin saat membuka Konferensi Forum Anak Jawa Tengah 2026 di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDMD) Jawa Tengah, Jumat (2/10/2026).

Menurut Taj Yasin, forum anak tidak hanya menjadi wadah bagi anak untuk menyampaikan aspirasi, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga dan melindungi teman sebaya.

“Harus mampu menjadi pelopor untuk perubahan menuju Indonesia Emas, menuju kualitas sumber daya manusianya, dan sekaligus menjadi pelapor untuk melindungi teman-teman kita. Baik itu dari putus sekolah, dari pernikahan dini, dan dari kekerasan-kekerasan yang ada di lingkungan anak-anak,” kata Taj Yasin.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu mengatakan, keberadaan Forum Anak selama ini telah membantu pemerintah menyuarakan berbagai persoalan yang dihadapi anak. Salah satunya melalui kampanye pentingnya pendidikan dan pencegahan perkawinan usia anak.

Menurutnya, keberanian anak dalam menyuarakan pilihan untuk melanjutkan pendidikan merupakan salah satu bentuk perubahan yang perlu terus diperkuat.

“Dengan adanya forum anak, sekarang banyak yang berani menyuarakan. Kami enggak nikah dulu, Pak. Kami masih ingin melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Anak Diminta Terlibat dalam Musrenbang

Selain menyuarakan persoalan anak, Taj Yasin meminta Forum Anak turut terlibat dalam proses pembangunan di Jawa Tengah. Ia menilai pemerintah membutuhkan masukan langsung dari anak agar kebijakan yang disusun dapat menjawab kebutuhan mereka.

“Kami butuh untuk kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), kami butuh untuk masukannya dari anak-anak. Kami butuh anak-anak aktif dalam forum-forum yang ada di Jawa Tengah ini,” katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, mengatakan Forum Anak Jawa Tengah menjadi salah satu kanal untuk menangkap aspirasi anak dari berbagai daerah.

Forum tersebut berdiri sejak 2009 dan kini memiliki perwakilan di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Selain menjadi ruang menyampaikan pendapat dan mengembangkan kreativitas, Forum Anak juga dilibatkan dalam proses pembangunan melalui Musrenbangwil, Musrenbang kabupaten/kota hingga tingkat desa.

“Kalau mau tahu kejernihan suara anak di Jawa Tengah, maka bisa melalui Forum Anak Jawa Tengah,” kata Uswatun.

Jogo Konco Jadi Wadah Anak Saling Peduli

Uswatun menambahkan, peran Forum Anak kini berkembang dari sekadar menyampaikan aspirasi menjadi aksi melalui gerakan Jogo Konco.

Gerakan tersebut mendorong anak untuk memiliki kepedulian terhadap persoalan yang dialami teman sebaya, termasuk menjadi bagian dari advokasi bagi anak yang mengalami perundungan.

“Jadi bukan hanya menyampaikan aspirasi tapi juga bergerak dalam mengambil aksi,” ujarnya.

Keterlibatan anak juga diperluas melalui program Forum Anak Go To School. Program tersebut telah menjangkau sekitar 200 sekolah dan melibatkan sekitar 30.000 anak setiap tahun.

Materi yang disampaikan dalam program tersebut antara lain mengenai hak anak, kesehatan, perundungan, serta pencegahan perkawinan usia anak.

Konferensi Diikuti 100 Anak

Konferensi Forum Anak Jawa Tengah 2026 diikuti 100 anak yang berasal dari Forum Anak Jawa Tengah dan Forum Anak kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Selain menjadi ruang bertukar gagasan dan memperkuat jejaring, konferensi tahun ini juga menjadi bagian dari reorganisasi kepengurusan untuk memilih Forum Anak Jawa Tengah generasi ke-10.

Ketua Forum Anak Nasional (FAN) Jateng Prajnaputra Piyakusuma mengatakan konferensi tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga ruang bagi anak untuk bertukar pengalaman dan membawa pengetahuan baru ke daerah masing-masing.

“Kami berharap bahwa teman-teman bisa saling bertukar cerita, mendapatkan hal-hal baru, dan juga bisa membawa bekal bagi teman-teman pribadi dan juga bagi teman-teman yang ada di kota kabupaten teman-teman masing-masing,” katanya.

Konferensi tahun ini mengusung tema “Lahir Berkali-kali untuk Kolaborasi Aksi”. Tema tersebut menggambarkan proses regenerasi Forum Anak yang terus melahirkan gagasan baru sekaligus meneruskan berbagai gagasan baik dari generasi sebelumnya.

Melalui konferensi dan berbagai program yang dijalankan, Forum Anak Jawa Tengah diharapkan semakin aktif menjadi ruang partisipasi anak, baik dalam menyampaikan aspirasi maupun mengambil aksi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.