Solo Coffee Party 2026 Naik Kelas, Hadirkan 100 Tenant dan Tiga Kompetisi Nasional

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS –  Mengusung tema “Celebrating The Art of Solo Living”, Solo Coffee Party (SCP) kembali digelar untuk kedua kalinya dengan skala yang lebih besar. Festival kopi dan kreativitas ini akan berlangsung selama tiga hari, 2–4 Oktober 2026, di Gedung Graha Wisata Niaga Solo.

Solo Coffee Party 2026 tidak hanya menghadirkan ekosistem kopi, tetapi juga kuliner, kreativitas, komunitas, hingga seni dalam satu rangkaian festival.

Program Director SCP 2026, Aditya, mengatakan Solo Coffee Party lahir dari perkembangan industri kopi di Kota Solo yang dalam beberapa tahun terakhir tumbuh pesat. Pertumbuhan tersebut tidak hanya ditandai dengan semakin banyaknya kedai kopi dan pelaku usaha, tetapi juga berkembangnya budaya ngopi sebagai bagian dari keseharian masyarakat.

“Solo Coffee Party kami hadirkan sebagai salah satu upaya untuk menjembatani berbagai pihak yang selama ini sudah tumbuh dan bergerak di dalam ekosistem kopi. Harapannya, SCP bukan hanya menjadi event, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk bertemu, berkembang, bertukar gagasan, dan merayakan apa yang sudah kita bangun bersama,” papar Aditya dalam konferensi pers Solo Coffee Party 2026, Jumat (25/9/2026).

Aditya menyebut, perkembangan industri kopi juga terlihat dari perubahan aktivitas masyarakat di sejumlah kawasan Kota Solo. Salah satunya Jalan Slamet Riyadi yang kini semakin ramai dengan berbagai aktivitas, termasuk aktivitas yang berkaitan dengan kuliner dan kopi.

Karena itu, penguatan ekosistem dinilai penting agar perkembangan industri tidak hanya berhenti pada bertambahnya jumlah kedai, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pelaku usaha, barista, produk, hospitality, komunitas, dan industri kreatif pendukung.

Dari Satu Hari Menjadi Tiga Hari

Penyelenggaraan tahun kedua menjadi langkah eskalasi bagi Solo Coffee Party. Pada penyelenggaraan perdana, SCP digelar selama satu hari dan berhasil menarik sekitar 8.628 pengunjung.

Saat itu, SCP melibatkan sekitar 30 tenant kopi dan UMKM, dua kompetisi, tiga sesi talkshow, dua sesi bar takeover, public cupping, serta workshop.

Tahun ini, dengan dukungan Pemerintah Kota Surakarta, dinas terkait, komunitas, sponsor, dan sejumlah partner, SCP berkembang menjadi festival tiga hari yang menempati dua lantai Gedung Graha Wisata Niaga, ditambah area halaman depan dan samping.

Sekitar 100 tenant akan terlibat dalam SCP 2026. Festival ini juga menghadirkan tiga kompetisi berstandar nasional serta melibatkan berbagai tokoh dan praktisi kopi.

Sejumlah komunitas lokal dan pelaku kreatif dari berbagai bidang, seperti musik, fotografi, media, hingga artwork, turut dilibatkan untuk memperluas pengalaman dan kolaborasi.

Pemkot Dorong Kualitas Industri Kopi

Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Surakarta, Rini Indriyani, mengatakan Pemkot Surakarta mendukung penyelenggaraan Solo Coffee Party sebagai bagian dari upaya mengembangkan industri kopi di Kota Solo.

Menurutnya, Gedung Graha Wisata Niaga nantinya akan disulap menjadi rumah kopi yang terintegrasi. Berbagai kegiatan, mulai kompetisi, workshop, talkshow hingga pembahasan perkembangan industri kopi, akan berlangsung dalam satu kawasan.

“Gedung Graha Wisata Niaga nantinya akan disulap menjadi rumah kopi yang terintegrasi. Di situ akan ada kompetisi, workshop, talkshow, juga program perkembangan industri kopi yang ada di Solo,” kata Rini.

Ia menegaskan industri kopi tidak sebatas bisnis kedai atau coffee shop. Perkembangan sektor tersebut juga dapat menjadi ruang bagi industri kreatif, pelajar, komunitas, hingga masyarakat untuk belajar, bertukar gagasan, dan mengembangkan inovasi.

Pemkot Solo, lanjut Rini, berkomitmen mendorong perkembangan industri kopi tidak hanya dari sisi jumlah pelaku usaha, tetapi juga kualitas dan kompetisinya.

“Kopi ini tidak terbatas hanya coffee shop yang menjamur dan saat ini menjadi ruang bagi para industri kreatif kemudian siswa, jadi ruang studi, ruang untuk sama-sama menggagas dan saling bertukar ide,” ujarnya.

Rini menambahkan, pengembangan industri kopi membutuhkan kolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk hospitality, permesinan kopi, komunitas, dan pelaku usaha lainnya.

Menurutnya, keberadaan event kreatif juga penting bagi industri hospitality di Solo. Hotel dan bisnis hospitality membutuhkan aktivitas yang dinamis untuk mendatangkan masyarakat dan wisatawan.

“Solo ini butuh event-event yang terus dinamis supaya bisa mendatangkan banyak aktivitas dan aktivasi event dari beberapa tempat yang ada di Solo. Industri hospitality yang berkembang membutuhkan juga event-event yang semakin kreatif,” katanya.

Ingin Solo Jadi Trademark Kopi

Rini berharap Solo Coffee Party dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat sekaligus menjadi salah satu identitas Kota Solo dalam industri kopi.

Ia berharap penyelenggaraan SCP tidak hanya membuat kedai kopi dan pelaku usaha semakin ramai, tetapi juga memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas industri kopi secara keseluruhan.

“Mudah-mudahan kita bisa cepat sampai yang berikutnya sampai menjadi agenda yang dinanti banyak orang. Kalau mau mencari trademark tentang kopi itu ke Solo, itu harapan kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara SCP 2026, Malkan, menegaskan Solo Coffee Party dirancang sebagai ruang bersama bagi seluruh pihak yang menjadi bagian dari ekosistem kopi.

“Kami ingin Solo Coffee Party menjadi pestanya semua orang. Bukan hanya milik coffee enthusiast, bukan hanya milik brand kopi, tetapi menjadi ruang bersama bagi siapa pun yang menjadi bagian dari ekosistem ini. Kami berharap semakin banyak pihak yang bisa bertemu, saling mendukung, dan tumbuh bersama melalui acara ini,” ujarnya.

Dengan tema “Celebrating The Art of Solo Living”, Solo Coffee Party 2026 ingin menempatkan kopi bukan sekadar sebagai produk, melainkan bagian dari gaya hidup dan kebudayaan masyarakat Solo.

Kopi dipandang sebagai bagian dari keseharian, mulai dari menemani aktivitas hingga menjadi ruang untuk beristirahat sejenak. Konsep tersebut kemudian diterjemahkan melalui bazaar, kompetisi, showcase, seni, komunitas, dan edukasi.

Solo Coffee Party 2026 akan berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di Gedung Graha Wisata Niaga Solo dengan menghadirkan festival kopi, kreativitas, komunitas, dan lifestyle.