Walikota akan Relokasi 35 Rumah Warga yang Berdiri di Lahan Islamic Center

oleh
oleh
gibran
Walikota Gibran meninjau lokasi lahan bakal calon Islamic Center | Metta News / Puspita

SOLO, Metta NEWS –  Melengkapi Masjid Raya Sheikh Zayed, Islamic Center segera dibangun di Solo. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming beserta jajaran terkait segera menindaklanjuti dengan meninjau lokasi bakal calon pusat kegiatan Islam tersebut, di sebelah Masjid Sheikh Zayed yang pengerjaannya saat ini sudah rampung  80%, Kamis (14/04/2022).

Lokasi calon Islamic Center adalah tanah PT KAI dan di sebelah barat merupakan Kompleks Denbekang Kodam IV Diponegoro. Lantaran terdapat pemukiman warga di tanah PT KAI tersebut, Walikota Gibran mengajak warga berdialog perihal rencana pendirian kompleks Islamic Center.

Gibran meyakinkan warga yang telah menempati tanah dan rumah sejak puluhan tahun karena merupakan keturunan pegawai PJKA (PT KAI) Pemerintah Kota Surakarta akan memberikan solusi yang terbaik. 

“Tidak akan langsung digusur ya, tenang aja kita carikan solusi. Tidak mungkin langsung digusur. Saya akan koordinasikan dulu dengan KAI, kan itu tanah PT KAI juga. Jadi ada 35 rumah dan 62 KK, nanti tak carikan solusi,” tandas Walikota Gibran.

Desain Islamic Center sudah ditetapkan  pihak terkait dengan tanpa bangunan masjid. Bangunan akan terhubung dengan terowongan ke Masjid Sheikh Zayed. Idealnya, Islamic Center harus menjadi satu dengan masjidnya.

Kepastian pembangunan Islamic Center menunggu pengukuran oleh PT Arkonin dan Waskita Karya. Walikota akan memberikan detail rencana pembangunan Islamic Center usai Hari Raya Idul Fitri selesai.

“Kita harus koordinasi dengan Kemenag, Menko Marves serta Abu Dhabi. Luas lahan tanah PT KAI dan Denbekang sekitar 1 hektar. 6.000 meter persegi untuk Islamic Center dan sisanya untuk parkir dan landscape,” terang Gibran.

Untuk memperlancar pembangunan, sesuai permintaan warga, Pemkot Surakarta merencanakan relokasi 35 rumah (62 KK) dalam satu lokasi. 

Kegiatan pengukuran yang dilakukan masih dalam tahap survey. Untuk itu Walikota akan menangani hal – hal non teknis sambil menunggu hasil pengukuran dari kontraktor.

Terkait pembangunan Masjid Sheikh Zayed, pembangunan tinggal menunggu interior dari mancanegara dan bulan Agustus 2022 diharapkan sudah rampung.

Salah seorang warga yang terdampak, Wahyudi mengatakan, Walikota menjanjikan sebelum ada solusi dari Pemerintah Kota Surakarta, Islamic Center tidak akan dibangun. 

“Walikota memastikan tidak akan ada penggusuran, karena tanah yang akan dipakai merupakan aset PT KAI dan sebagian masuk Denbekang maka akan kerjasama dan koordinasi dulu dengan KAI dan Denbekang,” katanya.

Diketahui, 30 rumah berada di lahan PT KAI dan 5 rumah merupakan rumah magersari di lahan Denbekang Kodam IV Diponegoro.