Monitoring Safari KB WCD 2026, Astrid Widayani Tekankan Pentingnya Perencanaan Masa Depan Keluarga

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wakil Wali Kota (Wawali) Surakarta Astrid Widayani melakukan monitoring kegiatan Safari Keluarga Berencana (KB) secara serentak dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia (World Contraception Day/WCD) 2026 di RS Dr. Oen Kandang Sapi, Kamis (24/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Astrid didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta Kristiana Hariyanti.

Safari KB menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan sekaligus edukasi KB kepada masyarakat. RS Dr. Oen Kandang Sapi sebelumnya juga telah berkolaborasi dengan Pemkot Surakarta melalui DP3AP2KB dalam pelayanan KB Safari, termasuk penyediaan layanan kontrasepsi seperti IUD dan implan.

Hari Kontrasepsi Sedunia diperingati setiap 26 September. Momentum tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran mengenai kontrasepsi dan pentingnya perencanaan keluarga, termasuk hak pasangan dalam menentukan jumlah dan jarak kelahiran secara bertanggung jawab.

Astrid mengatakan, peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia tidak semestinya hanya dimaknai sebagai kampanye penggunaan alat kontrasepsi. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi pengingat mengenai pentingnya merencanakan keluarga secara menyeluruh.

“Hari Kontrasepsi Dunia ini menjadi momentum untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa keluarga perlu disiapkan dan direncanakan dengan baik. Bukan hanya perencanaan keturunan, tetapi juga bagaimana kita merencanakan pendidikan anak, kesehatan, sampai dengan kemampuan ekonomi keluarga,” kata Astrid.

Menurut Astrid, perencanaan keluarga dapat membantu pasangan menyiapkan kehidupan keluarga secara lebih matang. Keputusan mengenai jumlah dan jarak kelahiran, kata dia, perlu dibarengi kesiapan orang tua dalam memberikan pengasuhan, pendidikan, kesehatan, serta lingkungan tumbuh yang baik bagi anak.

“Jadi KB jangan dipahami sebatas soal membatasi atau mengatur jumlah anak. KB adalah bagian dari perencanaan masa depan keluarga. Ketika keluarga direncanakan dengan baik, orang tua memiliki ruang yang lebih baik untuk memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan, kesehatan dan pengasuhan yang optimal,” ujarnya.

Pengendalian Penduduk Tanggung Jawab Bersama

Astrid juga menekankan bahwa upaya pengendalian penduduk merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah memiliki peran menyediakan akses pelayanan dan informasi, sementara masyarakat dapat turut menyebarluaskan pemahaman mengenai pentingnya KB dan perencanaan keluarga.

“Pengendalian penduduk bukan hanya tugas pemerintah. Kita semua memiliki tanggung jawab. Karena itu mari ikut menyosialisasikan pentingnya KB, memberikan informasi yang benar dan mendorong masyarakat untuk merencanakan keluarganya sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing,” katanya.

Ia menambahkan, pelayanan KB perlu dibarengi dengan informasi, edukasi, konseling, serta pilihan metode kontrasepsi yang aman dan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Menurut Astrid, masyarakat perlu memperoleh informasi yang memadai agar dapat menentukan pilihan kontrasepsi secara sadar dan bertanggung jawab.

“Yang paling penting adalah masyarakat mendapatkan informasi yang benar sehingga dapat mengambil keputusan secara sadar dan bertanggung jawab. Pemerintah bersama tenaga kesehatan, kader dan seluruh pihak harus terus hadir mendampingi masyarakat,” ujar Astrid.

Melalui Safari KB serentak dalam momentum WCD 2026, Astrid berharap akses masyarakat terhadap pelayanan KB semakin luas. Kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat kesadaran bahwa keluarga yang direncanakan dengan baik merupakan bagian dari investasi untuk membangun generasi yang sehat, berpendidikan, mandiri, dan berkualitas.

Momentum WCD 2026 di berbagai daerah turut dimanfaatkan untuk memperluas pelayanan KB sekaligus memperkuat edukasi mengenai perencanaan keluarga dan pengendalian penduduk.