4 Cara Mencintai Rasulullah SAW, Tak Cukup Hanya dengan Ucapan

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Mengaku mencintai Rasulullah Muhammad SAW tidak cukup hanya melalui ucapan. Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW perlu diwujudkan melalui perilaku dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Mulai dari menjaga sholat tepat waktu, rutin membaca Al-Qur’an, memperbanyak shalawat, hingga peduli kepada sesama menjadi sejumlah bentuk nyata kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Hal tersebut disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, saat menjadi imam sekaligus khatib di Masjid Al-Mustaqim, Jalan MT Haryono No. 50, Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jumat (18/9/2026).

Dalam khutbahnya, Jatmiko mengingatkan jamaah bahwa Rasulullah SAW diutus Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah SAW semestinya tidak berhenti pada pujian dan shalawat, tetapi diwujudkan dengan mengikuti sunnah serta menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan.

“Makna cinta yang sesungguhnya kepada Nabi SAW adalah mengamalkan apa yang diamalkan oleh Rasulullah. Mencintai Nabi SAW adalah ibadah,” kata Jatmiko.

Empat Kebiasaan sebagai Wujud Cinta

Jatmiko menyebut ada empat kebiasaan yang dapat menjadi bentuk nyata kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.

Pertama, sholat tepat waktu. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui ketaatan kepada Allah SWT, termasuk melaksanakan kewajiban sholat tepat waktu.

Ketaatan tersebut tidak cukup hanya menjadi pengetahuan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua, rutin membaca Al-Qur’an. Kedekatan dengan Al-Qur’an diharapkan tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga mendorong umat untuk mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Ketiga, memperbanyak shalawat. Jatmiko mengingatkan bahwa perintah bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW tercantum dalam QS Al-Ahzab ayat 56.

“Ketiga dengan memperbanyak shalawat. Seperti yang tercantum dalam QS Al-Ahzab ayat 56 yang memerintahkan orang-orang beriman untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW,” bebernya.

Keempat, peduli kepada sesama. Menurut Jatmiko, Rasulullah SAW mengajarkan nilai persamaan, persatuan, saling menghargai, saling menolong, menjaga persaudaraan, perdamaian, serta akhlakul karimah.

Nilai-nilai tersebut, kata dia, perlu dihadirkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Cinta Harus Melahirkan Perubahan

Guru PAI SD Muhammadiyah 1 Solo tersebut menegaskan, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan.

Mengikuti Rasulullah SAW, lanjut Jatmiko, bukan sekadar mengenang sosok beliau, melainkan berusaha menghadirkan keteladanannya dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia.

“Sebab, ukuran cinta bukan hanya apa yang keluar dari lisan. Cinta yang sebenarnya adalah ketika keteladanan Rasulullah mulai terlihat dalam kehidupan sehari-hari, dengan peduli agama, manusia, lingkungan hingga sistem,” urainya.

Khutbah Jumat dimulai sekitar pukul 11.40 WIB. Pada awal khutbah, Jatmiko yang juga merupakan anggota Pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Solo mengajak jamaah untuk bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberikan kesempatan menghadiri ibadah Jumat.

“Semoga Allah memberikan ridha-Nya terhadap ibadah Jumat yang kita lakukan di siang hari ini, diberikan tambahan berkah sehat fisik, rohani maupun ekonominya,” harapnya.

Selanjutnya, Jatmiko menyampaikan wasiat takwa kepada jamaah. Ia mengajak umat untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan dengan melaksanakan seluruh perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak hanya diwujudkan melalui ungkapan lisan, tetapi juga melalui ketaatan kepada Allah SWT, pengamalan sunnah, serta akhlak yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari.