SOLO, MettaNEWS – Rotary of Solo Area mendorong masyarakat membangun kebiasaan pilah sampah sejak dari sumbernya. Upaya tersebut dilakukan melalui program District Grant dengan menyediakan tempat sampah terpilah di tiga lokasi publik di Kota Solo.
Tiga lokasi yang menjadi sasaran program yakni Solo Safari, Stasiun Solo Balapan, dan Stasiun Solo Purwosari.
Presiden Rotary Clubs of Solo Raya, Astri Enggarsiwi, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari District Grant nomor 2684517 yang tahun ini difokuskan pada bidang lingkungan.
“Jadi kita membuat tempat sampah organik dan anorganik yang kita tempatkan di beberapa lokasi publik di Kota Solo,” kata Astri.
Menurut Astri, penyediaan tempat sampah terpilah bukan sekadar upaya menambah fasilitas kebersihan di ruang publik. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan mampu membentuk kebiasaan masyarakat untuk memilah sampah sejak dini.
“Yang kita mau ini untuk membangun kebiasaan dari masyarakat dan kesadaran untuk bisa memilah sampah sejak dini, untuk seluruh pengunjung dan siapa pun yang ada di wilayah publik di Kota Solo,” ujarnya.
Program tersebut melibatkan Rotary Solo Raya bersama sejumlah klub Rotary di wilayah Solo, di antaranya Rotary Club Solo Sriwedari dan Rotary Club Solo Kartini.
Solo Safari Dukung Edukasi Lingkungan
General Manager Solo Safari, Miyana, mengapresiasi program yang digagas Rotary Solo Raya. Menurutnya, keberadaan tempat sampah terpilah sejalan dengan fungsi Solo Safari sebagai lembaga konservasi sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.
“Ini sangat-sangat berguna sekali karena memang kami lembaga konservasi yang untuk mengedukasi program kami, tujuan kami edukasi ke seluruh masyarakat luas tentang keberlangsungan satwa maupun lingkungan,” kata Miyana.
Ia berharap sinergi antara Solo Safari dan Rotary Solo Raya dapat terus berlanjut. Menurutnya, edukasi mengenai lingkungan akan semakin efektif jika dilakukan secara bersama-sama dan hadir langsung di tengah masyarakat.
Selain tempat sampah terpilah, kegiatan tersebut juga disertai tambahan buku edukasi. Miyana menyebut keberadaan buku tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
“Ini menjadi magnet berkumpulnya pengunjung sebelum pulang,” ujarnya.
Sampah Organik Solo Safari Diolah Jadi Maggot
Astri menambahkan, pengelolaan sampah di Solo Safari secara umum telah berjalan cukup tertata. Pengelola sudah memiliki sistem pemilahan dan pengolahan sampah yang berasal dari berbagai aktivitas di kawasan tersebut.
Sejumlah jenis sampah dipilah, mulai dari botol plastik, sampah organik hingga residu.
Khusus sampah organik, pengelola Solo Safari melakukan pengolahan secara mandiri. Salah satunya dimanfaatkan untuk budidaya maggot.
“Yang organik tidak disetorkan ke tempat, tetapi diolah sendiri di sini sampai dengan pembuatan untuk maggot dan sebagainya,” jelas Astri.
Menurutnya, pola pengelolaan tersebut dapat menjadi contoh bagi kawasan publik lainnya. Selain mengurangi sampah yang harus dibuang, pengelolaan sampah dari sumber juga dapat menjadi bagian dari edukasi lingkungan kepada masyarakat.
KAI Sebut Ada Nilai Tambah bagi Masyarakat
Sementara itu, Kepala Daerah Operasi (Kadaop) Stasiun Solo Balapan, Bambang Respationo, mengatakan kerja sama dengan Rotary Solo Raya merupakan bagian dari upaya PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan nilai tambah kepada masyarakat.
Bambang menambahkan, KAI tidak hanya berorientasi pada pelayanan transportasi penumpang, tetapi juga memiliki perhatian terhadap kegiatan sosial dan lingkungan di sekitar operasionalnya.
“Kalau kereta api itu kita tidak hanya melulu bahwa kita bisnis untuk naik turun penumpang, tapi di sisi lain kita juga punya visi memberikan nilai tambah kepada masyarakat,” ujarnya.
Melalui penyediaan tempat sampah organik dan anorganik di tiga lokasi tersebut, Rotary Solo Raya berharap kebiasaan memilah sampah tidak berhenti di ruang publik.
Kesadaran tersebut diharapkan terbawa ke lingkungan keluarga, tempat kerja, sekolah, hingga kehidupan masyarakat sehari-hari. Dengan demikian, pemilahan sampah dapat menjadi kebiasaan sederhana yang dilakukan sejak dari sumbernya.












