SOLO, MettaNEWS — Jajaran Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun mengunjungi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Senin (14/9/2026).
Rombongan tiba di kediaman Jokowi sekitar pukul 09.30 WIB dan diterima pada pukul 10.15 WIB
Pertemuan tersebut dikemas sebagai silaturahmi sekaligus menyampaikan perkembangan organisasi. Rombongan PSHT Pusat Madiun dipimpin Ketua Umum PSHT Pusat Madiun Murjoko dan Ketua Dewan Pusat Isbiantoro.
Turut hadir Ketua Dewan Jateng sekaligus Pengurus Dewan Pusat Andreas Eka Sakti, Bendahara Umum PSHT Herman, Ketua Lembaga Hukum dan Advokasi Pusat Maryono, Ketua PSHT Jawa Tengah Sapto Yohanes, Ketua PSHT Cabang Semarang sekaligus Pengurus Pusat Sulistiono, serta Perwapus Jateng Fauzum.
Ketua Lembaga Hukum dan Advokasi PSHT Pusat Madiun, Maryono, mengatakan kedatangan mereka merupakan bentuk silaturahmi sekaligus upaya meminta arahan Jokowi terkait perjalanan organisasi ke depan.
“Kita dalam rangka silaturahmi kepada beliau, bukti bahwa kita mencintai beliau, bukti bahwa kita meminta waktu. Ini juga tidak mudah minta waktu untuk bisa ketemu dan alhamdulillah beliau bisa menerima kita,” terang Maryono.
Dalam pertemuan tersebut, PSHT menyampaikan sejumlah hal mengenai perjalanan organisasi, perkembangan jumlah organisasi, hingga arah PSHT ke depan.
“Intinya, melaporkan ke beliau itu bahwa kita tetap mohon arahan, petunjuk beliau dalam rangka menyikapi situasi kondisi saat ini. Gitu aja sih yang kita sampaikan,” katanya.
Jokowi Beri Respons dengan Senyuman
Maryono menyebut Jokowi merespons kedatangan jajaran PSHT dengan baik. Menurutnya, Jokowi memberikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menyampaikan respons yang menurut Maryono cukup bermakna.
“Beliau cukup memberikan apresiasi kedatangan kami. Beliau menyampauman terima kasih kepada kita atas datang dan beliau dengan senyuman khas beliau. Ya nanti kita lihat dalam perjalanannya nanti akan seperti apa gitu. Jadi arahan beliau gitu dengan senyuman beliau, itu aja yang kita bisa terima dengan keindahannya gitu aja,” bebernya.
Maryono menjelaskan, Jokowi dipilih sebagai sosok yang dimintai arahan karena memiliki hubungan dengan PSHT sejak lama. Ia menyebut PSHT juga pernah menjadi salah satu kelompok yang mendukung Jokowi dalam perjalanan politiknya pada 2014 dan 2019.
“Kan ada beberapa hal yang notabene di kala waktu beliau di dalam perjalanannya beliau, waktu dari 2014, 2019 itu, kita juga salah satu pendukung beliau,” kata Maryono.
Karena itu, pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk menyampaikan kondisi organisasi sekaligus meminta gambaran mengenai langkah yang sebaiknya ditempuh PSHT ke depan.
“Kita menyampaikan dan kita memang minta sesuatu gambaran tentang apa yang terjadi pada organisasi kita dan bagaimana menyikapi untuk ke depannya. Saya kira gitu,” imbuhnya.
Soal Dukungan Politik, PSHT Pilih Tunggu Perkembangan
Ketika ditanya apakah pertemuan tersebut menjadi bentuk dukungan PSHT terhadap langkah-langkah Jokowi ke depan, Maryono memilih tidak memberikan penegasan lebih jauh.
Menurutnya, PSHT masih akan melihat perkembangan setelah pertemuan tersebut.
“Kita lihat perjalanannya, kita nggak bisa, karena kita hanya saat ini beliau menerima pengaduan kita, menerima tentang hal-hal yang menjadi concern-nya beliau, bahwa kita nanti ini akan direnungkan beliau juga seperti apa,” ujarnya.
Maryono bahkan membuka kemungkinan apabila Jokowi bersedia menjadi bagian dari struktur pembina organisasi PSHT.
“Kalau beliau berkenan kita senang sekali gitu lho. Kalau beliau berkenan kita sangat senang sekali,” ungkapnya.
Bernostalgia hingga Bahas Perjalanan Organisasi
Pertemuan antara jajaran PSHT dan Jokowi berlangsung dalam suasana yang disebut Maryono cukup lama dan santai. Selain membicarakan kondisi organisasi, percakapan juga diwarnai nostalgia mengenai hubungan yang telah terjalin selama ini.
“Ya ngobrolnya seorang orang tua kepada kita, jadi selalu ya bernostalgia tentang perjalanan-perjalanan dengan kita, dari perjalanan-perjalanan kita mulai kenal beliau, kita dalam perjalanan-perjalanan untuk saat ini, yang kondisi saat ini kita sampaikan,” tuturnya.
“Jadi beliau sangat merespons dan kita memberikan suatu gambaran-gambaran seperti itu,” lanjut Maryono.
Sementara itu, Ketua Umum PSHT Pusat Madiun Murjoko menegaskan bahwa agenda utama pertemuan adalah silaturahmi.
“Saya kira ya kita hanya silaturahmi aja dengan beliau-nya karena dulu waktu beliau-nya menjabat pun kita juga sering bersilaturahmi dengan beliau-nya,” kata Murjoko.
Ia berharap hubungan yang selama ini telah terjalin dapat terus dipertahankan.
“Bisa, hubungan yang sudah ada ini bisa tetap berlangsung. Bisa tetap silaturahmi,” singkatnya.
PSHT Siapkan Agenda Bumi Reog Berzikir
Selain membahas perkembangan organisasi, PSHT juga menyampaikan agenda terdekat. Maryono mengatakan agenda internal berupa Parapatan telah selesai dilaksanakan.
Sementara itu, salah satu agenda PSHT yang akan digelar pada akhir tahun adalah Bumi Reog Berzikir di Ponorogo pada Desember 2026.
“Kita sudah selesai. Parapatan kita sudah selesai. Agenda nanti di tahun ini di Desember itu ada Bumi Reog Berzikir di Ponorogo. Boleh nanti datang ke sana semuanya,” ujar Maryono.
Pertemuan dengan Jokowi tersebut pun menjadi bagian dari upaya PSHT menjaga komunikasi dan silaturahmi dengan sejumlah tokoh yang memiliki hubungan historis dengan perjalanan organisasi.








