Bandara Soetta Terdampak Abu Vulkanik, KAI Daop 6 Layani 51.646 Penumpang dalam Sehari

oleh
oleh
Kereta Api layani penumpang pengalihan dari ditutupnya sementara Bandara Soetta akibat abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau

SOLO, MettaNEWS — Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik turut mendorong peningkatan mobilitas masyarakat menggunakan transportasi kereta api. KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat jumlah penumpang pada Minggu (6/9/2026) mencapai 51.646 orang, meningkat 12,5 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Pada Minggu (31/8/2026), total penumpang yang dilayani KAI Daop 6 tercatat sebanyak 45.883 orang. Artinya, terdapat peningkatan sekitar 5.763 penumpang dalam sepekan.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan peningkatan tersebut salah satunya dipengaruhi pengoperasian dua perjalanan kereta api tambahan.

“Peningkatan pada Minggu (6/9) juga dipengaruhi adanya pengoperasian dua KA Tambahan yakni KA Tambahan Yogyakarta-Gambir dan KA Tambahan Malang-Gambir,” ujar Feni.

Pengoperasian KA tambahan menjadi salah satu langkah KAI untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di tengah terganggunya perjalanan udara akibat dampak sebaran abu vulkanik.

KA Tambahan Jadi Alternatif ke Jakarta

KAI Daop 6 Yogyakarta masih mengoperasikan KA Tambahan Yogyakarta-Gambir pada Senin (7/9/2026).

Kereta dengan relasi Yogyakarta-Gambir tersebut dijadwalkan berangkat dari Stasiun Yogyakarta pukul 18.20 WIB.

Feni mengatakan KA tambahan tersebut terdiri dari tujuh kereta eksekutif Stainless Steel dan disiapkan sebagai alternatif bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan menuju Jakarta dan sekitarnya maupun sebaliknya.

“KA Tambahan Yogyakarta-Gambir ini terdiri dari tujuh kereta eksekutif Stainless Steel. Penambahan perjalanan ini diharapkan dapat menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat yang ingin melanjutkan perjalanan maupun aktivitasnya, khususnya menuju wilayah Jakarta dan sekitarnya ataupun sebaliknya,” ujar Feni dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/9/2026).

Data KAI Daop 6 per Senin (7/9) pukul 10.30 WIB mencatat, jumlah penumpang yang menggunakan KA tambahan mencapai 455 orang pada Minggu (6/9), saat dua KA tambahan dioperasikan.

Sementara pada Senin (7/9), sebanyak 114 penumpang tercatat menggunakan satu KA tambahan yang dioperasikan.

KAI Daop 6 mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan keberadaan KA tambahan sebagai alternatif transportasi, khususnya untuk mendukung mobilisasi menuju Kota Jakarta dan wilayah sekitarnya.

KAI Siapkan Alternatif di Tengah Gangguan Penerbangan

Feni menegaskan pengoperasian perjalanan kereta tambahan merupakan bentuk kesiapan KAI dalam menyediakan alternatif mobilitas bagi masyarakat di tengah hambatan perjalanan udara akibat kondisi alam.

KAI Daop 6 terus menyesuaikan layanan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya mereka yang tetap harus melakukan perjalanan meski terjadi gangguan pada moda transportasi udara.

“KAI Daop 6 Yogyakarta masih menjalankan KA Tambahan pada hari ini, Senin, 7 September 2026 untuk mendukung mobilisasi masyarakat dampak penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Cengkareng, Tangerang karena adanya sebaran abu vulkanik di wilayah Jabodetabek,” jelas Feni.

Selain mengimbau masyarakat memanfaatkan kereta api, KAI Daop 6 juga mengingatkan pelanggan untuk memperhatikan kondisi kesehatan selama melakukan perjalanan.

Pelanggan diimbau menggunakan masker dan kacamata untuk melindungi mata, mengurangi aktivitas di area terbuka, serta menghindari menyentuh mata.

“Pelanggan juga diimbau untuk mematuhi arahan petugas selama berada di stasiun maupun di atas kereta api. Apabila mengalami keluhan seperti sesak napas atau iritasi, pelanggan diimbau segera menghubungi petugas KAI untuk mendapatkan bantuan,” ujar Feni.

Dengan meningkatnya jumlah penumpang dan tetap beroperasinya KA tambahan, kereta api menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat untuk menjaga mobilitas dari wilayah Yogyakarta dan sekitarnya menuju Jakarta di tengah terganggunya perjalanan udara.