500 Pembalap Siap Adu Kecepatan di Manahan Solo, Gubernur Jateng Drag Bike 2026 Perketat Keselamatan

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS –  Gubernur Jateng Drag Bike 2026 siap digelar di Sirkuit Non-Permanen Jalan Menteri Supeno, Manahan, Minggu (6/9/2026).

Lebih dari 500 pembalap dari berbagai daerah ditargetkan ambil bagian dalam ajang tersebut. Tak sekadar mencari pembalap tercepat, kejuaraan ini juga menjadi wadah resmi bagi anak muda untuk menyalurkan hobi balap secara aman dan terarah.

Penyelenggara berharap ajang tersebut dapat menjadi alternatif bagi para penghobi kecepatan agar tidak menyalurkan kegemarannya melalui aksi kebut-kebutan di jalan raya.

Perwakilan panitia, Purwanto, mengatakan penyelenggaraan Gubernur Jateng Drag Bike 2026 memang sejak awal diarahkan untuk memberikan ruang bagi anak muda yang memiliki hobi balap motor.

“Event ini sebenarnya dibuat sedemikian rupa agar anak-anak muda hobinya tersalurkan. Daripada kebut-kebutan di jalan, ini adalah untuk mewadahi hobi-hobi anak muda yang sering kebut-kebutan di jalan,” ujar Purwanto.

Lintasan Diperpanjang, Barikade Diperkuat

Tak hanya peserta dan kompetisi yang menjadi perhatian. Aspek keselamatan menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan Gubernur Jateng Drag Bike 2026.

Ketua Komisi Drag Bike Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (IMI), Tommy Wijanarko, mengatakan sejumlah penyesuaian dilakukan untuk meningkatkan keamanan pembalap maupun penonton.

Salah satunya dengan memperpanjang lintasan. Jika lintasan drag bike umumnya memiliki jarak 201 meter, pada event ini lintasan ditambah hingga sekitar 230 meter sehingga pembalap memiliki ruang pengereman yang lebih panjang.

Pengamanan sisi lintasan juga ditingkatkan. Jika sebelumnya menggunakan BRC, kali ini panitia menggunakan barikade dengan standar pengamanan yang biasa diterapkan pada lintasan balap mobil.

“Jadi kita lebih safety lagi untuk penanganan pagar. Untuk drag bike yang dulunya kita hanya menggunakan BRC, sekarang kita naik grid. Jadi kita menggunakan safety yang digunakan untuk mobil,” kata Tommy.

Pengaturan posisi penonton juga dibuat lebih ketat. Area di sebelah kanan garis start akan dikosongkan dari penonton. Penonton diarahkan berada di sisi kiri lintasan untuk mengurangi risiko apabila terjadi insiden saat balapan.

Dari sisi penanganan keadaan darurat, panitia menyiapkan dua unit ambulans yang ditempatkan di area start dan finish.

Selain itu, tersedia enam alat pemadam api ringan (APAR) serta dukungan mobil pemadam kebakaran untuk mengantisipasi potensi kejadian yang tidak diinginkan.

Menariknya, perlindungan asuransi dalam event tersebut tidak hanya diberikan kepada pembalap. Penonton dan petugas lintasan juga mendapatkan perlindungan asuransi melalui kerja sama dengan perusahaan BUMN.

Maksimal 22 Kelas, Pembalap Luar Jawa Ikut Meramaikan

Dari sisi pertandingan, Gubernur Jateng Drag Bike 2026 akan mempertandingkan maksimal 22 kelas sesuai ketentuan yang berlaku.

Kelas yang dipertandingkan mencakup kategori bracket serta standard/sunmori.

Tommy menjelaskan, kelas bracket tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang paling cepat. Pembalap justru dituntut mampu mencatat waktu sedekat mungkin dengan target waktu yang ditentukan.

Sebagai contoh, pembalap di kelas delapan detik harus mampu membukukan catatan waktu sedekat mungkin dengan angka delapan detik.

Sementara pada kelas kecepatan, pemenang ditentukan berdasarkan catatan waktu tercepat.

Antusiasme peserta juga diprediksi tinggi. Panitia menargetkan lebih dari 500 pembalap ambil bagian. Sejumlah tim besar dari berbagai daerah disebut telah menyatakan kesiapannya, antara lain tim Wijaya dari Kediri dan WSJ dari Salatiga.

Bahkan, peserta dari luar Pulau Jawa juga direncanakan hadir. Salah satunya berasal dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Perizinan hingga Reassessment Polda Jateng

Wakil Ketua Panitia Gubernur Jateng Drag Bike 2026, Andry John, memastikan persiapan event telah dilakukan, termasuk proses perizinan dan pemeriksaan aspek keselamatan.

Menurut dia, proses perizinan bahkan telah melalui tahapan reassessment dari Polda Jawa Tengah.

“Untuk persiapan Gubernur Jateng Drag Bike 2026, Alhamdulillah, Insya Allah kita akan berjalan sesuai rencana pada hari Minggu 6 September 2026. Teknis perizinan dari segala macam maupun sampai reassessment dari Polda Jawa Tengah sudah berlangsung,” ujar Andry.

Untuk memudahkan peserta, panitia juga menerapkan sistem pendaftaran secara daring.

Sistem tersebut dibuat karena mayoritas peserta drag bike biasanya melakukan pendaftaran mendekati hari pelaksanaan. Dengan pendaftaran online, proses administrasi di lokasi diharapkan menjadi lebih cepat.

Peserta yang telah mendaftar secara daring selanjutnya tinggal melakukan daftar ulang, scrutineering, dan menyelesaikan proses registrasi sebelum dinyatakan sebagai peserta.

“Supaya lebih cepat dan efisien, mereka daftar secara online, kemudian datang ke tempat registrasi untuk daftar ulang, scrutineering, dan langsung terdaftar sebagai peserta,” jelas Andry.

Warga Sekitar Disebut Beri Dukungan

Pelaksanaan balap motor di tengah kawasan perkotaan tentu membutuhkan koordinasi dengan masyarakat sekitar.

Panitia mengaku telah berkomunikasi dengan warga yang berada di sekitar lokasi sirkuit. Dukungan dari masyarakat disebut telah diberikan untuk memastikan kegiatan berjalan lancar.

“Untuk warga sekitar sini sudah tanda tangan semua dan memberikan konfirmasi izin, menyatakan siap untuk support acara Gubernur Jateng, tidak ada masalah,” pungkas Andry.

Dengan persiapan tersebut, Gubernur Jateng Drag Bike 2026 diharapkan bukan hanya menghadirkan tontonan balap motor, tetapi juga menjadi ruang kompetisi resmi bagi para pembalap sekaligus wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan adrenalin di lintasan, bukan di jalan raya.