Peduli Korban Gempa dan Tsunami NTT, Polda Jateng Kirim 10 Truk Bantuan

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah bersama Pengurus Bhayangkari se-Jawa Tengah mengirim bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi dan tsunami di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tahap pertama diberangkatkan usai upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Mapolda Jateng, Senin (17/8/2026).

Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo mengatakan, pengiriman bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian keluarga besar Polda Jateng, Bhayangkari, serta para donatur terhadap masyarakat NTT yang terdampak bencana.

“Hari ini kita akan melaksanakan pemberangkatan bantuan sosial dari Polda Jawa Tengah dan dari Bhayangkari se-Jawa Tengah untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam gempa bumi di Nusa Tenggara Timur,” kata Ribut.

Pada tahap pertama, Polda Jateng mengerahkan 10 truk dan satu mobil boks untuk membawa berbagai kebutuhan mendesak masyarakat di lokasi bencana.

Logistik yang dikirim antara lain air mineral, susu bubuk, mi instan, popok, selimut, terpal, beras, minyak goreng, biskuit, gula, pakaian anak dan remaja, pakaian dalam, sarung, hingga roti.

Jumlah selimut yang dikirim mencapai sekitar 11.000 lembar, sedangkan pakaian anak dan remaja mencapai sekitar 15.000 potong.

Polda Jateng Kirim 1,2 Ton Abon

Selain kebutuhan pokok, Polda Jateng turut mengirim 1,2 ton abon kering yang merupakan salah satu produk unggulan Jawa Tengah.

Abon tersebut dikemas dalam ukuran 250 gram sehingga praktis dan mudah dikonsumsi masyarakat terdampak bencana.

Ribut mengatakan bantuan yang dikirim telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi. Polda Jateng sebelumnya berkoordinasi dengan Polda NTT untuk mengetahui kebutuhan yang paling mendesak.

“Kita komunikasi dengan Polda NTT, karena yang paling tahu kondisinya, situasinya adalah Polda setempat dan pemerintah daerah setempat. Jadi nanti anggota yang mengawal langsung berkomunikasi dan diarahkan ke mana harus didistribusikan,” jelasnya.

Bantuan nantinya dikawal personel Polda NTT bersama pemerintah daerah setempat hingga proses distribusi kepada masyarakat.

Untuk kebutuhan yang belum dapat dikirim dari Jawa Tengah, Polda Jateng menyiapkan opsi pembelian langsung di sekitar lokasi bencana. Cara tersebut dinilai lebih efisien sekaligus memungkinkan bantuan disesuaikan dengan kebutuhan aktual masyarakat.

Siapkan Tim Trauma Healing

Tidak hanya mengirim logistik, Polda Jateng juga menyiapkan dukungan kesehatan dan psikologis bagi masyarakat terdampak bencana.

Sebanyak tiga dokter dan lima personel disiapkan untuk membantu penanganan trauma healing di lokasi bencana.

Lima personel untuk trauma healing akan segera diberangkatkan. Penentuan lokasi pelaksanaan nantinya diserahkan kepada Polda NTT berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

“Trauma healing sudah kita siapkan sebanyak lima personel diberangkatkan ke lokasi bencana, di mana Polda NTT yang menentukan,” ungkap Ribut.

Kapolda memastikan Polda Jateng juga siap menambah personel maupun tenaga medis apabila kebutuhan di lokasi masih tinggi.

“Termasuk dokter, sudah kami siapkan tergantung jumlah dokter yang dibutuhkan,” tandasnya.

Bantuan Masih Dikumpulkan

Ribut menambahkan, pengumpulan bantuan untuk korban bencana NTT masih terus dilakukan. Setelah upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, anggota Polda Jateng turut bersedekah dan mengumpulkan dana tunai yang nantinya akan disalurkan ke NTT.

Ia berharap bantuan tahap pertama tersebut dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus menjadi wujud solidaritas warga Jawa Tengah kepada saudara-saudara mereka di NTT.

“Ini tahap pertama dari Polda Jawa Tengah. Walaupun kecil, semoga bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang di Nusa Tenggara Timur,” ujar Ribut.

Pengiriman bantuan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Polda Jateng untuk terus mendukung penanganan bencana di NTT. Dukungan akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat melalui koordinasi dengan Polda NTT serta pemerintah daerah setempat.