SOLO, MettaNEWS – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 menjadi ruang belajar di luar kelas bagi sembilan murid peserta ekstrakurikuler (ekskul) fotografi SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo.
Para murid tidak sekadar mengikuti rangkaian kegiatan HAN, tetapi juga mendapat kesempatan mempraktikkan keterampilan fotografi secara langsung dengan melakukan liputan di Taman Lingkar Lokananta, Solo, Sabtu (8/8/2026).
Keikutsertaan tersebut merupakan tindak lanjut sekolah atas surat pemberitahuan Dinas Pendidikan Kota Surakarta terkait partisipasi peserta didik dalam peringatan HAN ke-42 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.”
Sembilan murid ekskul fotografi ditugaskan mengabadikan berbagai aktivitas dalam kegiatan tersebut. Mereka bebas menggunakan kamera maupun gawai yang dibawa dari rumah.
Penanggung jawab ekskul fotografi SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Widardiyanto Kurnia Fachruddin, mengatakan praktik di lapangan menjadi kesempatan bagi murid untuk menerapkan materi yang sebelumnya telah dipelajari dalam kegiatan ekskul.
“Pada pertemuan ekskul pekan sebelumnya, mereka sudah belajar teknik pemotretan. Kebetulan ada kegiatan Hari Anak Nasional sehingga sekaligus menjadi ajang untuk mempraktikkan teori yang sudah didapatkan,” ujarnya.
Dalam praktik tersebut, para murid belajar menentukan objek, memilih sudut pengambilan gambar, menangkap momen, hingga menyesuaikan teknik pemotretan dengan kondisi di lapangan.
Menurut Widardiyanto, memotret dalam sebuah kegiatan secara langsung memberikan tantangan tersendiri bagi anak-anak. Mereka harus lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan mampu menemukan momen menarik yang dapat diterjemahkan menjadi karya visual.
“Anak-anak belajar bahwa fotografi bukan sekadar mengambil gambar. Mereka juga belajar mengamati, menentukan momen, dan menyampaikan sebuah cerita melalui foto,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah mengembangkan minat dan bakat murid melalui pembelajaran kontekstual. Pengalaman langsung di lapangan diharapkan dapat meningkatkan kreativitas sekaligus kepercayaan diri peserta didik.
Ekskul fotografi juga diarahkan tidak hanya menjadi kegiatan untuk mengasah kemampuan teknis, tetapi menjadi ruang bagi murid untuk menghasilkan karya autentik dan memperoleh apresiasi.
“Harapannya, kegiatan ekskul ini bermanfaat untuk pengembangan minat dan bakat anak-anak sekaligus menjadi bentuk penghargaan terhadap karya autentik mereka,” tuturnya.
Setelah kegiatan, karya fotografi hasil praktik para murid akan melalui proses kurasi oleh tim ekskul. Sebagian karya terpilih akan dicetak dan dipajang di dinding sekolah.
Sementara itu, karya lainnya berkesempatan dimuat dalam majalah sekolah PK Media. Dengan demikian, hasil belajar murid tidak berhenti pada pengalaman memotret, tetapi juga memiliki ruang untuk diapresiasi dan dinikmati warga sekolah.
Praktik liputan fotografi dalam peringatan HAN tersebut sekaligus menunjukkan penerapan pembelajaran berbasis pengalaman. Para murid belajar mengamati peristiwa nyata, mengasah keterampilan teknis, menentukan sudut pandang, serta mengolah momen menjadi sebuah karya.
Bagi para murid, fotografi akhirnya tidak hanya menjadi aktivitas mengambil gambar. Lebih dari itu, kamera dan gawai menjadi sarana untuk merekam peristiwa, menyampaikan cerita, sekaligus mengekspresikan kreativitas mereka.








