Lantik Pengurus PTMSI Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi Targetkan Kebangkitan Prestasi Tenis Meja hingga PON 2028

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menargetkan kebangkitan prestasi tenis meja Jawa Tengah setelah melantik Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Jawa Tengah periode 2026–2030 di Wisma Perdamaian, Semarang, Sabtu (1/8/2026).

Dalam pelantikan tersebut, Ahmad Luthfi meminta kepengurusan baru tidak hanya fokus membenahi organisasi, tetapi juga memperkuat sistem pembinaan atlet agar mampu melahirkan prestasi di tingkat nasional hingga internasional.

Gubernur Luthfi menyampaikan, keberhasilan sebuah cabang olahraga tidak cukup diukur dari soliditas organisasi, melainkan dari keberhasilan mencetak atlet berprestasi secara berkelanjutan.

“Pembinaan dan prestasi harus kita kedepankan. Mulai hari ini pengurus di 35 kabupaten/kota harus bersatu untuk memberikan prestasi olahraga tenis meja kepada masyarakat. Pemprov Jateng akan memberikan tali asih bagi mereka yang berprestasi,” kata Gubernur.

Ia menegaskan, Jawa Tengah memiliki sejarah panjang sebagai salah satu daerah penghasil atlet tenis meja nasional. Karena itu, momentum kepengurusan baru harus dimanfaatkan untuk mengembalikan kejayaan cabang olahraga tersebut.

Luthfi mengingatkan, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI Tahun 2004, Jawa Tengah berhasil meraih medali emas nomor tunggal putra melalui Yon Mardiyono serta medali perunggu beregu putra.

Prestasi itu berlanjut pada PON XVII Tahun 2008 dengan raihan medali perak beregu putra, perunggu beregu putri, serta perunggu ganda putra melalui pasangan Yon Mardiyono dan Ersan Sutanto.
Bahkan, Yon Mardiyono kemudian memperkuat tim nasional Indonesia pada SEA Games 2005 dan 2007 dengan menyumbangkan medali perak nomor ganda putra serta medali perunggu beregu putra.

Menurut Luthfi, peluang kebangkitan tenis meja Jawa Tengah masih sangat terbuka. Hal itu terlihat dari munculnya atlet-atlet muda berprestasi, salah satunya Citra Rasmi yang berhasil memborong tiga medali emas pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII Tahun 2025 dari nomor tunggal putri, ganda putri, dan beregu putri.

Selain itu, Kejuaraan Tenis Meja Gubernur Jateng Cup 2025 yang diikuti 362 atlet dari berbagai klub menjadi bukti pembinaan di tingkat akar rumput masih berjalan dengan baik dan memiliki basis komunitas yang kuat.

Karena itu, ia meminta pengurus baru menghadirkan berbagai inovasi agar olahraga tenis meja semakin dekat dengan masyarakat.

“Pengurus yang baru harus punya terobosan kreatif. Olahraga sekarang menjadi gaya hidup dan kebutuhan masyarakat. Wujudkan tenis meja jadi lifestyle dengan banyak kegiatan. Kalau perlu ada event rutin, libatkan juga bupati dan wali kota,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PTMSI Jawa Tengah Lukas Arry Dwiko Utomo mengatakan kepengurusan baru akan fokus memperkuat tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, efektif, dan efisien sebagai fondasi peningkatan prestasi atlet.

Lukas menuturkan, tantangan pembinaan tenis meja saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pengurus daerah, klub, pelatih, atlet, hingga pemerintah.

“Kami optimistis dapat mengembalikan prestasi tenis meja Jawa Tengah. Target kami pada PON 2028 di NTB, cabang tenis meja mampu menyumbangkan medali bagi Jawa Tengah,” kata Lukas.

Dengan penguatan pembinaan atlet, tata kelola organisasi yang profesional, serta kompetisi yang berkesinambungan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap tenis meja kembali menjadi salah satu cabang olahraga andalan yang mampu mengharumkan nama Jawa Tengah di tingkat nasional maupun internasional.