Satelit Elektronik Buka Showroom Ninety 9 di Solo, Hadirkan Konsep Kitchen-Bar Interaktif dan Baking Studio untuk Pelaku Usaha

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Satelit Elektronik resmi membuka Showroom Ninety 9 Commercial Kitchen & Bar Equipment di Jalan Sungai Sambas No. 31, depan Stasiun Solo Kota, Sangkrah, Sabtu (25/7/2026).

Industri kuliner yang terus berkembang di Kota Solo mendorong hadirnya inovasi baru dalam penyediaan peralatan dan edukasi bagi pelaku usaha.

Berbeda dengan showroom peralatan elektronik pada umumnya, Ninety 9 mengusung konsep yang menggabungkan ruang pamer, pusat konsultasi, demo alat, hingga studio edukasi baking untuk mendukung perkembangan usaha kuliner, mulai dari skala UMKM hingga restoran.

Owner Satelit Commercial Kitchen & Bar, Nikky Tiffany, mengatakan showroom tersebut dibangun agar calon pengusaha maupun pelaku usaha kuliner dapat melihat secara langsung bagaimana tata letak dapur dan bar profesional, sekaligus memahami peralatan yang dibutuhkan sebelum membuka usaha.

“Tujuan kami semakin mendekatkan visual asli sebuah kitchen atau bar di restoran kepada para pelaku usaha. Jadi mereka bisa lebih mudah membayangkan kebutuhan usahanya dan tidak salah memilih peralatan,” tuturnya.

Tak hanya menjual mesin dan perlengkapan dapur, Ninety 9 juga ingin menjadi wadah yang mempertemukan pelaku industri kuliner dengan vendor, pemasok bahan baku, hingga para profesional di bidang food and beverage.

Showroom ini juga akan rutin menggelar demo memasak, demo penggunaan alat, hingga berbagai kelas baking yang sebelumnya dinilai masih belum banyak tersedia di Solo.

Menurut Nikky, sasaran utama showroom adalah pengusaha kuliner, mulai dari bakery, coffee shop hingga restoran. Ia optimistis industri kuliner Solo masih memiliki prospek yang besar sehingga kebutuhan terhadap peralatan berkualitas dan peningkatan keterampilan akan terus meningkat.

“Kami tidak hanya menghadirkan mesin, tetapi juga edukasi. Pelaku usaha bisa upgrade skill melalui kelas-kelas yang kami siapkan agar industri UMKM sampai restoran bisa berkembang bersama,” katanya.

Salah satu layanan unggulan yang ditawarkan adalah demo unit, di mana calon pembeli dapat mencoba langsung mesin yang ingin dibeli menggunakan bahan baku milik mereka sendiri. Langkah ini dilakukan agar konsumen memperoleh alat yang benar-benar sesuai kebutuhan usahanya.

Selain itu, tersedia pula layanan konsultasi gratis dan pendampingan perencanaan dapur. Tim drafter dari Satelit akan membantu menyusun desain kitchen sehingga proses pembangunan maupun instalasi dapat berjalan lebih efisien dan mengurangi risiko pekerjaan konstruksi yang berulang.

Nikky menjelaskan, pihaknya memilih mengembangkan sektor baking karena melihat pertumbuhan bisnis roti,  hingga berbagai produk pastry yang semakin diminati masyarakat. Menurutnya, segmen tersebut memiliki pasar yang luas dan menjadi pintu masuk banyak UMKM untuk memulai usaha.

Ia mengungkapkan, selama ini sekitar 60 hingga 70 persen coffee shop dan restoran di Solo telah menjadi bagian dari jaringan pelanggan Satelit. Kehadiran showroom diharapkan semakin meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pengalaman melihat, mencoba, hingga memperoleh layanan purna jual secara langsung.

Tak hanya menyasar pelaku usaha yang telah berjalan, Ninety 9 juga ingin menjadi ruang belajar bagi generasi muda yang tertarik terjun ke industri kuliner.

“Kami juga ingin mewadahi Gen Z yang ingin belajar dari dasar. Mereka bisa berbagi pengalaman, mendapatkan edukasi, dan memperoleh ilmu praktis yang nantinya bisa langsung diterapkan di dunia usaha,” ujar Nikky.

Sementara itu, Creative Director Ninety 9 Baking Studio, Illene, mengatakan baking studio dibangun sebagai rumah bagi komunitas baker di Solo. Berbagai fasilitas disiapkan untuk mendukung aktivitas belajar maupun berbagi pengalaman antarpelaku usaha.

“Kami ingin baker-baker di Solo punya tempat berkumpul. Nanti akan ada decoration class dan kami juga menggandeng trainer-trainer lokal untuk membuka kelas di sini. Kami menyediakan fasilitasnya,” katanya.

Menurut Illene, baking studio terbuka untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, ibu rumah tangga hingga masyarakat yang ingin memulai bisnis di bidang bakery.

Materi kelas akan diperbarui setiap bulan dan diumumkan melalui akun Instagram Ninety 9 Baking Studio. Ia menilai minat masyarakat terhadap kelas baking di Solo masih sangat tinggi, bahkan berpotensi menarik peserta dari luar kota yang sekaligus berwisata ke Solo.

Sebagai pembuka rangkaian kegiatan, Ninety 9 akan menggelar Cake Picnic, sebuah acara yang mengajak para baker membawa hasil karyanya untuk saling berbagi, berjejaring, dan membangun komunitas.

“Dari kegiatan tersebut, diharapkan lahir kolaborasi baru sekaligus menjadi awal penyelenggaraan berbagai kelas baking yang akan digelar secara rutin di Ninety 9 Baking Studio,” pungkasnya.