Bank Mandiri Luncurkan DHE Tracker di Kopra, Permudah Eksportir Penuhi Aturan Devisa Hasil Ekspor

oleh
oleh

JAKARTA, MettaNEWS – Bank Mandiri memperkuat dukungannya terhadap kebijakan pemerintah dalam pengelolaan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) dengan menghadirkan fitur DHE Tracker pada platform wholesale digital Kopra by Mandiri.

Inovasi ini ditujukan untuk membantu eksportir memenuhi ketentuan pemerintah sekaligus menjaga kelancaran operasional bisnis mereka.

Peluncuran fitur tersebut merupakan bentuk dukungan Bank Mandiri sebagai bagian dari Danantara terhadap implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025 yang mengatur kewajiban eksportir sektor sumber daya alam menempatkan DHE SDA dalam sistem keuangan Indonesia.

Kebijakan tersebut merupakan langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui peningkatan cadangan devisa, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta mengoptimalkan kontribusi hasil ekspor sumber daya alam terhadap perekonomian nasional.

Dalam implementasinya, kepatuhan terhadap aturan DHE SDA membutuhkan proses administrasi dan pemantauan yang tertib, mulai dari identifikasi dana yang masuk hingga penyusunan dokumen pelaporan. Oleh karena itu, Bank Mandiri menghadirkan solusi digital yang dapat membantu eksportir menjalankan kewajiban tersebut secara lebih mudah dan efisien.

Senior Vice President Digital Wholesale Banking Bank Mandiri, Yohan Sugiono, mengatakan kehadiran DHE Tracker merupakan komitmen nyata perseroan dalam mendukung agenda pemerintah menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat cadangan devisa nasional.

“Implementasi DHE SDA bukan sekadar soal kepatuhan, tapi juga soal menjaga kelangsungan operasional dan likuiditas bisnis. DHE Tracker kami rancang untuk membantu eksportir memenuhi ketentuan devisa hasil ekspor tanpa kehilangan kendali atas arus kasnya. Ketika kepatuhan jadi mudah, kebijakan pemerintah pun berjalan lebih efektif,” ujar Yohan dalam keterangan resminya, Senin (13/7/2026).

Melalui fitur DHE Tracker, eksportir dapat memantau transaksi dana masuk ke Rekening Khusus DHE SDA secara real-time. Selain itu, sistem juga menyediakan notifikasi otomatis ketika dana diterima, fasilitas self-flagging sesuai kategori transaksi, hingga kemampuan mengunduh seluruh data transaksi sebagai dokumen pendukung administrasi dan pelaporan.

Seluruh proses tersebut terintegrasi dalam satu platform bersama aktivitas transaksi wholesale yang sehari-hari digunakan nasabah, sehingga pelaku usaha tidak perlu berpindah aplikasi untuk mengelola kewajiban DHE SDA.

Menurut Yohan, solusi digital ini dirancang agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh segmen eksportir, mulai dari perusahaan berskala besar hingga pelaku usaha menengah dan UKM berorientasi ekspor yang umumnya memiliki keterbatasan sumber daya administrasi.

“Semakin mudah eksportir menjalankan ketentuan devisanya, semakin kuat pula ekosistem devisa nasional yang ingin dibangun pemerintah. Peran kami adalah memastikan tidak ada pelaku usaha yang tertinggal dalam transisi kebijakan ini,” katanya.

Bank Mandiri menyatakan DHE Tracker dapat diakses oleh seluruh nasabah wholesale melalui platform Kopra by Mandiri maupun melalui Relationship Manager masing-masing.

Ke depan, Bank Mandiri berkomitmen terus mengembangkan berbagai solusi digital yang selaras dengan arah kebijakan pemerintah di bidang devisa. Langkah ini diharapkan dapat membantu dunia usaha mengadopsi setiap regulasi baru secara lebih cepat, tepat, dan efisien, sekaligus memperkuat ekosistem devisa nasional serta mendukung stabilitas ekonomi Indonesia.