Wali Kota Respati Terima Kunjungan Ketua MPR Ahmad Muzani di Loji Gandrung, Bahas Aspirasi Solo Raya Sambil Ngopi Santai

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Surakarta Respati Ardi menerima kunjungan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani di Loji Gandrung, Senin (20/7/2026).

Pertemuan yang turut dihadiri sejumlah kepala daerah se-Solo Raya itu berlangsung santai dengan suasana ngopi bersama sembari menyerap berbagai aspirasi dari daerah.

Respati menjelaskan, tidak ada agenda atau pembahasan khusus dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, Ahmad Muzani hanya ingin berbincang santai sekaligus mendengarkan berbagai masukan dari para kepala daerah sebelum melanjutkan agenda kunjungannya ke Yogyakarta.

“Beliau ingin ngobrol-ngobrol menerima masukan, ngopi santai dengan seluruh kepala daerah di Solo Raya. Sambil tadi ingin menikmati Festival Anggrek karena beliau ada rangkaian kegiatan di Jogja. Tidak ada perbincangan khusus. Ini ngopi santai,” kata Respati.

Meski berlangsung informal, Respati memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian pemerintah daerah. Salah satunya mengenai pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat.

“Saya mengusulkan supaya ada dorongan. Intinya kami bersama beberapa kepala daerah menyampaikan berbagai aspirasi. Pembahasannya santai sambil ngopi, mulai dari infrastruktur jalan, persoalan sampah, fasilitas kesehatan, dan lainnya. Semoga nanti bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Respati juga menyinggung peluang pengembangan pengelolaan sampah Putri Cempo melalui skema pendanaan nasional, termasuk kemungkinan masuk dalam program Danantara. Peluang tersebut lanjutnya terbuka apabila volume sampah yang dikelola memenuhi persyaratan.

“Ya, mungkin bisa untuk Solo Raya. Karena syaratnya harus seribu ton, sementara Solo sekitar 400 ton. Kalau diakumulasi se-Solo Raya bisa tercapai. Kepala daerah juga kompak dan solid, bahkan ada satu lahan baru yang sangat mungkin disiapkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini komunikasi antardaerah sudah berjalan, namun masih diperlukan koordinasi lebih lanjut agar seluruh persyaratan, termasuk kesiapan lahan, dapat dipenuhi.

“Tinggal menunggu koordinasi dari seluruh pemangku wilayah sekitar. Pembicaraan awal sudah ada, tetapi kami masih menunggu sampai memenuhi syarat seribu ton. Persyaratannya juga cukup banyak, termasuk kesiapan lahan,” tambahnya.

Selain membahas berbagai aspirasi pembangunan, Respati mengatakan Ahmad Muzani juga menyampaikan pesan kepada seluruh kepala daerah agar senantiasa menjaga integritas dan menjalankan amanah rakyat dengan jujur.

“Iya, itu salah satunya untuk menuntut kita lebih bersih jangan sampai aneh-aneh. Kita dituntut bekerja baik karena sekarang mendapat perhatian khusus dari masyarakat. Tentu itu salah satu pesan beliau,” ungkap Respati.

Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan bahwa kunjungannya ke Loji Gandrung murni bersifat silaturahmi dan tidak membahas agenda politik maupun kebijakan tertentu.

“Bahas enteng-enteng saja, ringan-ringan saja. Ndak ada apa-apa karena saya mau ke Jogja,” ujar Muzani.

Dalam kesempatan tersebut, Muzani juga menyempatkan diri mengunjungi kamar Bung Karno di Loji Gandrung. Ia meminta Pemerintah Kota Surakarta menjaga tempat bersejarah tersebut sebagai bagian dari warisan perjalanan bangsa Indonesia.

Kepada para kepala daerah, Muzani kembali mengingatkan pentingnya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, jabatan yang diemban saat ini merupakan amanah yang berasal dari kepercayaan rakyat.

“Tadi pesan untuk terus melayani rakyat dengan baik. Ingat jabatan yang didapat sekarang berasal dari kepercayaan rakyat masing-masing,” tandasnya.