SOLO, MettaNEWS – SD Muhammadiyah 1 Solo resmi ditetapkan sebagai salah satu sekolah model implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Coding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Penetapan tersebut menjadikan sekolah yang berada di Jalan Kartini No 1 Ketelan itu sebagai salah satu lembaga pendidikan percontohan dalam penerapan pembelajaran berbasis teknologi.
Sekolah dasar swasta di bawah binaan Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta tersebut terpilih sebagai sekolah model bersama sejumlah sekolah lain di tingkat nasional dan daerah.
Kepala Seksi Manajemen dan Peningkatan Mutu Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dimas Teguh Saputra, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih SD Muhammadiyah 1 Solo. Menurutnya, terpilihnya sekolah tersebut menjadi bukti kesiapan dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital.
“Ini luar biasa. Ada ratusan sekolah yang tersebar di Indonesia, tetapi salah satu yang terpilih adalah SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo,” ujar Dimas usai memberikan materi kebijakan sekolah model PM dan KKA di Red Chilies Hotel, Kamis (9/7/2026).
Dengan status sebagai sekolah model, SD Muhammadiyah 1 Solo memiliki peran strategis sebagai pionir sekaligus pusat studi (center of excellence) bagi sekolah-sekolah lain yang ingin mengembangkan pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial dan metode pembelajaran mendalam.
Dimas menjelaskan, sekolah yang dipimpin Kepala Sekolah Sri Sayekti tersebut nantinya dapat menjadi tempat rujukan bagi sekolah lain di Kota Surakarta yang ingin belajar mengenai penerapan deep learning, coding, dan teknologi kecerdasan artifisial dalam proses pembelajaran.
“Ketika sekolah-sekolah lain di Kota Surakarta ingin belajar mengenai penerapan deep learning, coding, dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence), mereka bisa datang langsung ke SD Muhammadiyah 1 Ketelan,” katanya.
Menurutnya, penerapan pembelajaran berbasis teknologi tidak hanya membutuhkan kesiapan perangkat dan fasilitas pendukung, tetapi juga peningkatan kompetensi guru serta tenaga kependidikan.
Dimas mengakui tantangan ke depan tidak mudah karena dunia pendidikan dasar terus mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi digital. Namun, ia optimistis SD Muhammadiyah 1 Solo mampu menjalankan peran tersebut dengan dukungan seluruh elemen sekolah.
“Kami dari Dinas Pendidikan memberikan support penuh kepada keluarga besar guru, tenaga pendidik, staf, karyawan, hingga kepala sekolah. Kami berharap semuanya tetap semangat dan optimis dalam melaksanakan tugas mulia ini. Kami yakin sekolah ini bisa menjadi model yang baik di Surakarta,” tegasnya.
Melalui penetapan ini, SD Muhammadiyah 1 Solo diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas pembelajaran internal sekolah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lain dalam mengembangkan inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Penerapan Pembelajaran Mendalam serta Coding dan Kecerdasan Artifisial menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang lebih kreatif, relevan, dan menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan.








