SOLO, MettaNEWS – SD Muhammadiyah 1 Solo ditetapkan sebagai sekolah model implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), Jumat (27/3/2026). Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 010 Tahun 2026, tertanggal 12 Maret 2026.
Kepala Sekolah, Sri Sayekti, menyampaikan bahwa status sekolah model ini menjadi kabar menggembirakan bagi seluruh warga sekolah dan masyarakat Muhammadiyah Pimpinan Daerah Solo.
“Alhamdulillah, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo kini menjadi sekolah model Pembelajaran Mendalam dan Kecerdasan Artifisial,” tuturnya.
Sebagai sekolah model, SD Muhammadiyah 1 Solo memiliki sejumlah tugas penting. Di antaranya, membentuk tim kerja di tingkat sekolah, mengintegrasikan PM dan KKA ke dalam kurikulum, serta menerapkannya dalam praktik pembelajaran dan tata kelola sekolah. Sekolah juga diwajibkan menyusun proyek pengembangan, menyediakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berbasis pengalaman, serta mengelola kelompok belajar internal guru.
Selain itu, sekolah model diwajibkan melaksanakan asesmen formatif dan sumatif berbasis PM dan KKA, mendokumentasikan praktik baik, serta berpartisipasi aktif dalam pendampingan, evaluasi, dan kolaborasi dengan sekolah lain di wilayahnya.
Sri Sayekti menekankan, penetapan ini menunjukkan komitmen SD Muhammadiyah 1 Solo yang telah berdiri sejak 1935 untuk menghadirkan pendidikan berkualitas, berkeunggulan, dan berkemajuan.
“Melalui status ini, pemerintah mendorong transformasi pendidikan yang adaptif dan inovatif di era digital,” tegasnya.
Selain SD Muhammadiyah 1 Solo, beberapa sekolah di Surakarta juga ditetapkan sebagai sekolah model, termasuk SD Muhammadiyah 2 Kauman, SD Muhammadiyah Program Khusus Kota Barat, SD Kristen Manahan, SD Islam Terpadu Nur Hiadayah, dan SD Negeri Nayu Barat 1.
Penetapan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemampuan guru, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan menyiapkan siswa menghadapi tantangan pendidikan digital di masa depan.







