Wagub Taj Yasin: Toriqoh Bentengi Masyarakat dari Perbuatan Tercela dan Korupsi

oleh
oleh

CILACAP, MettaNEWS – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan pentingnya peran toriqoh dalam membangun spiritualitas dan memperkuat karakter masyarakat agar terhindar dari perbuatan tercela, termasuk tindak korupsi.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Manaqib Qubra, Istighosah, Bahtsul Masail, Temu Mursyid, dan Pengajian Akbar JATMAN Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Pondok Pesantren Al Ihya Ulumaddin, Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan yang dihadiri ribuan jamaah toriqoh tersebut dihadiri Taj Yasin mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Yasin itu, zikir yang diamalkan dalam toriqoh bukan hanya untuk kepentingan pribadi atau jamaah, tetapi juga menjadi doa bagi bangsa, negara, dan jalannya pemerintahan.

“Ini yang penting dan benar-benar saya harapkan,” kata Gus Yasin.

Ia berharap doa para ulama dan jamaah toriqoh terus mengiringi para pemimpin agar mampu menjalankan amanah dengan baik demi kemajuan bangsa dan negara.

“Semoga jalannya roda pemerintahan masuk dalam doa-doa panjenengan. Pemerintahan akan berlangsung dengan baik berkat doa ahli toriqoh dan ulama,” ujarnya.

Menurut Gus Yasin, penguatan keimanan merupakan ajaran pertama yang ditanamkan Rasulullah SAW kepada umat Islam. Dalam konteks tersebut, toriqoh menjadi salah satu jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkokoh kualitas keimanan seseorang.

Ia menambahkan, istiqamah dalam berzikir akan melahirkan kesadaran spiritual yang mampu mencegah seseorang melakukan perbuatan yang tidak terpuji.

“Zikir itu membuat takut kepada Allah, sehingga dapat mencegah perbuatan-perbuatan yang kurang terpuji,” tegasnya.

Sementara itu, Rais JATMAN Jawa Tengah-DIY, KH Achmad Chalwani Nawawi, dalam mauidhah hasanahnya menyampaikan bahwa perjalanan sejarah bangsa Indonesia tidak terlepas dari peran ulama dan ahli toriqoh.

Ia menyebut sejumlah tokoh bangsa yang memiliki kedekatan dengan dunia pesantren dan toriqoh, di antaranya Mohammad Hatta dan Pangeran Diponegoro.

Menurutnya, nilai-nilai spiritual yang diwariskan para ulama menjadi fondasi penting dalam perjuangan membangun bangsa dan negara hingga saat ini.