SOLO, MettaNEWS – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta meluncurkan mobil donor darah berukuran lebih ringkas yang dirancang untuk menjangkau lokasi-lokasi yang selama ini sulit diakses oleh bus donor darah berukuran besar.
Peluncuran armada baru tersebut dilakukan pada Jumat (19/6/2026) sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah sukarela.
Ketua PMI Kota Surakarta, Sumartono Hadinoto, mengatakan mobil donor darah ini hadir dengan desain yang lebih modern dan fleksibel sehingga dapat menjangkau lebih banyak titik layanan.
“Hari ini PMI Kota Surakarta dapat mewujudkan mobil donor darah dengan desain yang lebih modern. Ukurannya lebih ramping dibandingkan bus donor yang selama ini kami operasikan,” jelas Sumartono.
Berbeda dengan bus donor darah yang membutuhkan area parkir luas, mobil donor darah baru ini memiliki kapasitas dua pendonor dalam satu waktu dan dapat beroperasi di lokasi yang akses jalannya terbatas.
PMI Solo menargetkan armada tersebut dapat menyasar berbagai lokasi strategis seperti perkantoran, pusat komunitas, kawasan usaha, kampus, hingga kafe yang selama ini belum terjangkau layanan donor darah keliling.
Menurut Sumartono, kehadiran mobil donor darah ini menjadi solusi untuk menjangkau kelompok masyarakat yang ingin berdonor namun terkendala jarak maupun keterbatasan akses lokasi.
“Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat dan menjangkau calon pendonor di berbagai tempat. Harapannya semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam gerakan donor darah secara rutin,” katanya.
Saat ini PMI Kota Surakarta baru memiliki satu unit mobil donor darah inovatif tersebut. Namun, melihat kebutuhan pelayanan yang terus meningkat, PMI berencana menambah armada serupa pada masa mendatang.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi PMI untuk menjaga ketersediaan stok darah yang aman dan mencukupi bagi kebutuhan pelayanan kesehatan di Kota Surakarta.
Dengan armada yang lebih fleksibel, PMI berharap kegiatan donor darah dapat dilakukan lebih sering, lebih dekat dengan masyarakat, serta mampu menarik minat generasi muda untuk menjadi pendonor aktif.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat yang ikut dalam gerakan kemanusiaan ini. Setetes darah yang didonorkan dapat memberikan harapan dan menyelamatkan nyawa sesama,” pungkas Sumartono.








