SOLO, MettaNEWS – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan komitmennya untuk mendukung Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Bahkan, ia menyatakan siap bekerja mati-matian untuk partai yang kini dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep.
Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat ditemui awak media di kediamannya di kawasan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jumat (19/6/2026).
Jokowi menanggapi pernyataan Ketua Bidang Politik Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI, Bestari Barus, yang menyebut dirinya dalam waktu dekat akan mengenakan jaket PSI sebagai Ketua Dewan Pembina partai.
Meski demikian, Jokowi menegaskan bahwa proses bergabung ke dalam partai politik tidak hanya sebatas seremoni penyerahan jaket.
“Di PSI itu kan ada mekanisme partai yang harus dilalui, tidak hanya penjaketan saja langsung,” kata Jokowi.
Mantan Wali Kota Solo tersebut mengatakan dirinya akan memenuhi berbagai undangan yang diterimanya, termasuk dari PSI maupun masyarakat luas.
“Yang paling penting undangan-undangan yang saya terima dari masyarakat, dari PSI nanti akan saya hadiri semuanya,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai peran yang akan dijalankannya dalam berbagai kegiatan PSI, Jokowi menyebut dirinya siap hadir sebagai motivator.
“Ya, sebagai apa? Sebagai motivator,” katanya.
Jokowi kemudian kembali menegaskan dukungannya terhadap PSI sebagaimana yang pernah disampaikan dalam Kongres maupun Rapat Kerja Nasional partai tersebut.
“Ya, seperti yang sudah saya sampaikan di kongres, di rakernas. Saya akan bekerja mati-matian untuk PSI,” tegasnya.
PSI Siapkan Jaket untuk Jokowi
Sebelumnya, Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus, mengungkapkan bahwa partainya tengah menyiapkan jaket khusus untuk Jokowi yang disebut akan menjadi Ketua Dewan Pembina PSI.
Menurut Bestari, jaket yang disiapkan memiliki desain istimewa.
“Jaketnya segera. Dan paling cakep jaket itu. Insyaallah, ya,” kata Bestari di Solo, Selasa (17/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa pengumuman resmi terkait posisi Jokowi di PSI merupakan kewenangan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.
“Dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dan itu menjadi ranah Ketua Umum untuk menyampaikan kepada publik. Kasihlah ruang buat Ketua Umum. Jangan kita borong semua,” ujarnya.
Bestari juga menilai figur Jokowi menjadi magnet yang menarik banyak tokoh maupun masyarakat untuk bergabung dengan PSI. Ia mengaku salah satu alasan dirinya memilih berlabuh ke PSI adalah karena faktor ketokohan Jokowi.
Diketahui, sebelum bergabung dengan PSI, Bestari Barus pernah menjadi kader Partai NasDem dan Partai Golkar.
Pernyataan Jokowi yang siap bekerja mati-matian untuk PSI semakin menguatkan spekulasi mengenai peran strategis yang akan diembannya di partai berlambang mawar tersebut dalam waktu dekat.








