SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo Respati Ardi mengapresiasi keberadaan sentra Batik Ciprat di RT 3 RW 8, Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, yang memberdayakan penyintas gangguan kesehatan mental melalui kegiatan membatik. Sebagai bentuk dukungan, Respati berkomitmen mempromosikan karya tersebut ke panggung nasional melalui event SUARAGA yang akan digelar pada 4-6 Juli 2026 di Taman Balekambang.
Apresiasi itu disampaikan Respati saat mengunjungi sentra Batik Ciprat Danukusuman dalam agenda Jumat Bersepeda, Jumat (5/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia juga turut mencoba membuat Batik Ciprat bersama para warga yang tengah menjalani proses pemulihan kesehatan mental.
Respati menuturkan, program pemberdayaan melalui Batik Ciprat merupakan inovasi sosial yang memberikan manfaat nyata bagi proses rehabilitasi para penyintas gangguan mental. Ia mengungkapkan, sejumlah warga yang sebelumnya mengalami gangguan kejiwaan kini telah mampu berkarya dan diterima kembali di lingkungan masyarakat.
“Jadi saya diceritakan sedikit, tadi ada yang sudah kondusif dan diterima oleh masyarakat. Ini dikaryakan namanya Batik Ciprat. Jadi tidak hanya seni batik tulis dan lainnya, tetapi ada juga Batik Ciprat. Ini sangat bagus sekali dan langsung berdampak untuk masyarakat sekitar,” urai Respati.
Ia juga memberikan penghargaan kepada para relawan yang selama ini konsisten mendampingi para penyintas dalam proses pemulihan melalui aktivitas kreatif membatik.
Menurutnya, dedikasi para relawan menjadi faktor penting yang mampu mengubah perjuangan pemulihan kesehatan mental menjadi karya yang bernilai ekonomi dan sosial.
“Semangatnya dari relawan ini yang luar biasa. Inisiatifnya membantu bapak-bapak, membantu saudara kita bisa berkarya yang dulu berjuang untuk pulih, sekarang sangat bermakna menghasilkan suatu karya yang luar biasa,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan lebih lanjut, Respati memastikan hasil karya Batik Ciprat Danukusuman akan ditampilkan dalam event SUARAGA yang menjadi salah satu agenda unggulan Kota Solo tahun ini. Selain memamerkan produk batik, pihaknya juga akan menghadirkan kisah para pembuatnya agar masyarakat dapat memahami manfaat program tersebut.
“Dan batik ini nanti di event kota SUARAGA akan saya tampilkan supaya dikenal nasional. Kemanfaatannya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Saya komitmen nanti didisplay hasil batiknya bersama saudara kita yang membuat dan ada narasinya,” tuturnya.
Tidak hanya itu, Respati juga melihat potensi Batik Ciprat Danukusuman untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata ekonomi kreatif sekaligus wisata terapi. Menurutnya, aktivitas membatik dengan teknik ciprat memberikan efek relaksasi yang dapat membantu mengurangi stres.
“Saya approve karena kebetulan tadi pagi agak stres dan ternyata Batik Ciprat memang bisa relaksasi. Ini mengasyikkan, bisa melepas stres juga karena tidak mikir pola, gampang tapi jadinya bagus. Ini bisa jadi terapi dan harus dicoba,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Solo akan mendorong pengembangan sentra Batik Ciprat Danukusuman sebagai destinasi alternatif bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman kreatif sekaligus memperoleh manfaat terapi melalui seni.
“Bagi wisatawan yang mencari kunjungan alternatif bisa ke Danukusuman. Silakan ikuti kelasnya, bisa melepas stres dan menikmati pengalaman membatik yang berbeda,” pungkasnya.








