SOLO, MettaNEWS – Sebanyak 150 siswa dinyatakan lolos dan diterima di Sekolah Program Khusus yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surakarta di SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 25 Surakarta. Masing-masing sekolah menerima 75 siswa yang telah melalui proses seleksi ketat, mulai dari tes akademik, psikometrik, ketahanan belajar, hingga tes intelegensi (IQ).
Program yang menjadi bagian dari transformasi pendidikan negeri di Kota Solo tersebut menarik minat tinggi masyarakat. Dari total 418 pendaftar, hanya 150 siswa yang berhasil lolos dan akan mengikuti pembelajaran dengan kurikulum serta metode pembelajaran khusus.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengatakan pihaknya memahami beragam respons yang muncul setelah pengumuman hasil seleksi. Di satu sisi terdapat orang tua yang bersyukur dan bahagia karena anaknya diterima, namun di sisi lain ada pula yang kecewa karena belum berhasil lolos.
“Kami memahami bahwa program ini merupakan suasana baru. Sangat mungkin ada masukan, pertanyaan, bahkan protes dari orang tua. Semua masukan akan kami terima dan tetap akan kami evaluasi,” tutur Respati.
Untuk menjamin keterbukaan proses seleksi, Pemerintah Kota Surakarta akan membuka data hasil seleksi secara transparan. Orang tua murid juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan keberatan, klarifikasi, maupun sanggahan melalui kanal pengaduan dan posko layanan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
“Bagi orang tua murid yang anaknya belum diterima, kami akan membuka kanal aduan dan ruang klarifikasi. Data hasil seleksi akan kami buka secara transparan sehingga bisa dicek bersama,” katanya.
Respati mengungkapkan, keberadaan Program Khusus di SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 25 merupakan bagian dari strategi meningkatkan kualitas pendidikan negeri di Kota Surakarta. Dua sekolah tersebut diharapkan berkembang menjadi sekolah negeri unggulan yang mampu menjadi pilihan utama masyarakat.
Meski demikian, ia memastikan siswa yang belum diterima dalam program khusus tetap akan mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas melalui sekolah negeri lainnya di Kota Surakarta.
“Kami pastikan bagi anak-anak yang belum diterima di program khusus ini tetap akan kami bantu melalui sekolah negeri yang ada. Fokus kami adalah meningkatkan kualitas pendidikan negeri di Kota Surakarta agar semakin baik, terjangkau, dan berkualitas,” tegasnya.
Untuk menunjang program tersebut, Pemkot Surakarta telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pembelajaran yang lebih modern. Salah satunya melalui penerapan sistem moving class, yakni metode belajar dengan ruang kelas yang disesuaikan berdasarkan mata pelajaran atau tema pembelajaran.
Melalui konsep tersebut, proses belajar mengajar diharapkan menjadi lebih interaktif, dinamis, dan mampu mengoptimalkan potensi peserta didik sesuai minat dan kemampuannya.
Respati juga menyampaikan apresiasi kepada Komisi IV DPRD Kota Surakarta yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Program Khusus tersebut.
“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Komisi IV DPRD Kota Surakarta. Dukungan ini menjadi bagian penting dalam upaya transformasi pendidikan negeri di Kota Solo,” ujarnya.
Ke depan, Pemkot Surakarta berkomitmen memperkuat tata kelola Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) melalui regulasi yang lebih transparan dan akuntabel. Respati mengungkapkan dirinya telah menandatangani Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang SPMB sebagai landasan pelaksanaan sistem penerimaan siswa yang lebih terbuka.
Selain itu, kurikulum pembelajaran juga akan terus disesuaikan agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Respati turut menekankan pentingnya menjaga standar akademik di sekolah. Ia meminta siswa mengikuti proses pembelajaran secara sungguh-sungguh, sementara guru harus memberikan penilaian yang objektif sesuai kemampuan dan perkembangan peserta didik.
“Saya meminta para guru memberikan penilaian secara objektif. Anak-anak juga harus benar-benar mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Jika memang tidak dapat memenuhi standar pembelajaran, maka bisa tinggal kelas,” imbuhnya.
Berdasarkan hasil seleksi yang telah diumumkan, para peserta menunjukkan capaian akademik yang cukup tinggi. Nilai Tes Kompetensi Akademik (TKA) tertinggi mencapai 190 dengan rata-rata nilai di atas 160 dari total nilai maksimal 200. Sementara itu, nilai IQ tertinggi tercatat mencapai 136 dengan rata-rata sekitar 112.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa Program Khusus SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 25 Surakarta berhasil menjaring siswa-siswa dengan potensi akademik dan kemampuan intelektual yang kuat sebagai bagian dari upaya menciptakan pendidikan negeri yang semakin kompetitif dan berkualitas di Kota Solo.








